Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Prahara Cinta Segi Empat


__ADS_3

Setelah Hilya sudah mulai kuat dan membaik kondisinya. Zaki kemudian memapah Hilya untuk keluar dari ruangan transfusi darah dan mengantar istrinya ke hotel untuk bisa beristirahat dengan tenang di sana.


" Kamu tunggu dulu di sini ya sayang? Mas akan pamit dulu sebentar kepada Umi dan Abi supaya mereka tidak khawatir dengan kita berdua!" ucap Zaki meminta kepada Hilya untuk duduk di depan ruangan transfusi darah. Hilya yang memang keadaannya masih lemas hanya bisa menganggukkan kepala.


Zaki pun langsung pergi ke ruangan kedua orang tuanya yang sedang dirawat dan meminta izin kepada mereka untuk mengantarkan Hilya ke hotel.


" Umi! Hilya katanya merasa pusing dia meminta Zaki untuk mengantarnya ke hotel agar bisa beristirahat." ucap Zaki meminta izin kepada ibunya agar bisa mengantarkan istrinya tanpa mereka curiga.


Abby yang mendengarkan itu hatinya merasa panas ketika mendengarkan kata hotel disebutkan oleh Zaki.


' Mereka itu suami istri yang sah. Tentu saja sudah pantas kalau mereka melakukan itu di hotel. Oh Abby yang bodoh! Apa yang kau pikirkan?' rutuk Abby di dalam hatinya. Ketika dia melihat Zaki keluar dari ruangan itu dengan terburu-buru.


Tanpa disadarinya. Abby pergi mengikuti Zaki hingga bertemu dengan Hilya di depan ruang transfusi darah.


Abby mengerutkan keningnya merasa heran ketika melihat Hilya yang begitu pucat wajahnya dan juga tampak sangat lemas.


" Mas gendong kamu ya sayang? Mas takut kalau kamu sampai jatuh di jalan!" ucap Zaki menawarkan bantuan kepada Hilya untuk menggendongnya.


" Carikan saja kursi roda Mas. Saya malu di depan umum melakukan hal seperti itu!" ucap Hilya dengan lesu dan lemas. Akan tetapi Zaki tidak mendengarkan sama sekali apa yang dikatakan oleh istrinya.


Dengan sigap Zaki langsung menggendong istrinya ala bridal style sehingga membuat Hilya merasa malu dan menyembunyikan wajahnya di dada sang suami.


Abby mengalami kesulitan menelan salivanya sendiri. Ketika dia melihat Zaki yang begitu memanjakan istrinya dan memberikan begitu banyak cinta untuk Hilya.


' Tampaknya Zaki sangat mencintai Hilya. Hal itu terlihat dari cara dia memperlakukan dan memandangnya. Rasanya aku tidak usah khawatir dengan keadaan Hilya di sini.' batin Abby merasa terenyuh hatinya. Ketika melihat kemesraan antara Hilya dan Zaki yang menusuk jantungnya dan meluluhlantakkan segala harapan dan impiannya. Untuk kelak bisa bersama dengan Hilya dalam rangka merajut asa bersama di masa depan.


" Bersabar ya Bro! Kalian mungkin memang tidak berjodoh!" tiba-tiba saja Farel sudah berada di belakang Abby yang kini sedang menatap Hilya dan Zaki dengan penuh kesedihan.

__ADS_1


" Iya Bro! Kamu santai saja. Aku sadar diri kok, siapa aku dan Siapa suami Hilya! Aku mana mungkin bisa dibandingkan dengan suaminya yang begitu mencintainya!" ucap Abby sendu dan terlihat begitu sedih. Sehingga membuat Farel merasa terenyuh hatinya ketika dia melihat sahabatnya yang kembali patah hati.


Walaupun jauh di lubuk hatinya yang terdalam Farel pun merasakan yang sama dengan apa yang sedang dirasakan oleh Abby saat ini.


Farel pun menyimpan rahasia terdalam di hatinya bahwa dia pun telah lama mencintai Hilya dengan ketulusan yang dia miliki.


Hanya saja Farel sejak dulu sangat pintar menutupi perasaannya. Sehingga tidak ada satu orang pun yang bisa mengetahui dan mendeteksi perasaan cinta Farel untuk Hilya.


"Ayo Bro! Sekarang kita kembali ke hotel saja. Aku mau ambil mobil dan kembali ke Jakarta. Tampaknya keputusan untuk kembali ke Belanda adalah keputusan yang terbaik yang bisa aku lakukan saat ini. Karena aku tidak sanggup untuk melihat kemesraan mereka. Bagiku yang penting Hilya sudah hidup bahagia. Itu sudah cukup untukku!" ucap Abby dengan suara parau dan tersekat di tenggorokannya. Karena Abby merasakan kesedihan yang luar biasa di hatinya saat ini.


Farel hanya menganggukkan kepalanya dan kemudian langsung membawa Abby ke hotel untuk mengambil mobilnya di sana.


Setelah sampai di hotel, Abby langsung berpamitan kepada Farel. Karena dia harus segera kembali ke Jakarta dan terbang ke Belanda.


" Selamat jalan ya bro! Saya berdoa semoga kamu bisa menemukan kebahagiaanmu di sana dan bisa melupakan patah hatimu di Indonesia!" doa terbaik diberikan oleh Farel kepada sahabatnya ketika melepaskan Abby untuk kembali ke Jakarta.


Abby menangis sesegukan di dalam pelukan Farel. Sehingga membuat Farel merasa ikut sedih dengan perasaan sahabatnya saat ini yang sedang merasakan patah hati karena mengetahui bahwa wanita yang dia cintai selama ini. Kini telah menikah dengan laki-laki yang jauh lebih baik daripada dirinya.


" Cepatlah selesaikan kuliah S3 mu dan raihlah impianmu. Buktikanlah bahwa kau bisa menjadi laki-laki yang terbaik dan kelak bisa pantas untuk bersanding dengan wanita yang lebih baik dari Hilya!" nasehat Farel sambil menepuk bahu sahabatnya yang masih sesegukan dalam tangisnya.


" Apa sebaiknya aku bukakan kamar untukmu di sini? Supaya kau bisa istirahat. Saya rasa, lebih baik besok pagi saja kau ke Jakarta. Tidak baik mengendarai mobil dalam keadaan sedih seperti ini!" ucap Farel sambil menatap Abby yang masih menangis dengan sedih.


" Kamu belum memesan tiket untuk ke Belanda kan?" tanya Farel kepada Abby.


" Belum karena aku juga merasa ragu. Apakah akan kembali ke Belanda atau tidak!" ucap Abby dengan suara parau.


" Begini saja. Lebih baik kau ikut denganku dulu ke Jogja. Setelah itu aku akan mengantarkanmu ke Belanda menggunakan jet pribadi milik keluargaku!" usul Farel kepada Abby yang masih terisak.

__ADS_1


" Tapi aku takut merepotkanmu Farel. Kau adalah orang yang sangat sibuk. Bagaimana mungkin kau harus mengurusku? Seorang laki-laki yang cengeng ini!" ucap Abby sambil meringis kepada Farel.


" Oh Ayolah bro! Tolong jangan begitu. Semua orang pasti akan menangis ketika mereka kehilangan cinta yang selama ini dia jaga dengan sepenuh hati!" ucap Farel sambil tersenyum kepada Abby.


" Kau pikir aku sedang merawat Malika? Yang aku rawat dengan sepenuh hati seperti anakku sendiri?" tanya Abby sambil tertawa.


Farel membelalakkan matanya ketika mendapatkan Abby yang sudah mulai bisa bercanda dengannya.


" Syukurlah kalau kau sudah bisa berkelakar lagi denganku. aku jadi tenang. Ayo ikutlah dengan ke Jogja. Nanti aku sendiri yang akan mengantarkanmu ke Belanda. Supaya aku juga tenang melepasmu!" ucap Farel kembali menawarkan bantuannya kepada sahabatnya.


" Lalu bagaimana dengan kedua orang tuaku mereka saat ini pasti sudah mulai mencariku dan khawatir dengan diriku!" ucap Abby.


" Kamu tenang saja masalah Om Baskoro. Itu akan menjadi urusanku. Serahkan saja hal itu padaku!" ucap Farel sambil mengulas senyum kepada sahabatnya yang kini sudah mulai bisa tersenyum.


" Sudah aku mau buka kamar dulu untuk kita beristirahat. Besok pagi baru kita berangkat ke Jogja. Karena tidak baik untuk melakukan perjalanan jauh dalam keadaan lelah seperti ini!" ucap Farel kepada Abby yang hanya menyetujui semua saran yang diajukan oleh sahabatnya.


Setelah mendapatkan kamar untuk mereka berdua. Abby dan Farel kemudian langsung beristirahat. Tentu saja, setelah mereka mandi dan juga makan malam.


" Wah rasanya seperti kembali ke masa SMA dulu di mana kita tidur bersama seperti ini!" ucap Abby sangat bahagia.


" Kau benar dulu kau kalau tidur selalu saja mengigau memanggil Hilya!" ucap Farel sambil tertawa lepas dab menatap Abby yang mulai sedih kembali.


" Sorry bro aku kelepasan. Nggak maksud aku untuk membuat kamu sedih lagi!" ucap Farel minta maaf kepada Abby yang kembali mengingat cintanya kepada Hilya yang telah kandas ditelan prahara cinta segi empat.


" Tidak apa-apa! Jangan khawatirkan aku!" ucap Abby sambil berusaha mengulas senyum untuk sahabatnya.


" Udah yuk kita tidur saja. Daripada kita mengobrol juga cuma menambah perasaan sedih di hati!" ajak Farel kepada Abby yang langsung menyetujui sarannya tanpa banyak protes.

__ADS_1


Sejak dulu Abi memang selalu menurut dengan apapun yang dikatakan oleh Farel. Rasa kepercayaan yang sangat tinggi seorang Abby kepada Farel yang membuatnya selalu bisa percaya kepada sahabatnya. Bahwa Farel akan selalu memikirkan kepentingannya dan akan selalu berusaha untuk memikirkan kebaikan untuk dirinya.


__ADS_2