Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 12


__ADS_3

Setibanya di kampus semua mata tertuju pada Katie. Ia tau betul apa yang membuatnya ditatap aneh oleh orang-orang disekitarnya itu. "dasar dosen dungu!" gerutunya di dalam hati sambil berjalan menuju kelas. Di dalam kelas Katie langsung di serbu pertanyaan oleh Oddie "Katie, aku dengar gosip bahwa semalam kau mengunggah foto pak James di media sosial dengan caption yang menyatakan perasaanmu kepadanya ya? kau juga men-tag namanya? apa itu benar? karena tadi pagi aku cek unggahan itu sudah tidak ada!" tanya Oddie penasaran. "akunku di hack orang gila!" Katie menjawab dengan suara lantang sambil menatap James yang baru saja berjalan masuk ke dalam kelas. James yang mendengar ucapan Katie langsung menatapnya dengan senyuman licik penuh kemenangan. "Halo Katie, selamat pagi, terima kasih ya untuk perasaan yang kau ungkapkan semalam, tapi maaf aku tidak bisa menerimanya karena kau sudah ku anggap sebagai adik" kata James bersandiwara. "Anda jangan terlalu percaya diri pak, asal Anda tau ya, akunku di hack oleh orang gila, lagi pula dibayar mahal pun aku akan tetap tidak mau jadi kekasih Anda!" Katie yang kesal langsung keluar dari kelas. Seketika suasana kelas menjadi hening dan tegang. "oke, baiklah, mari kita mulai pelajarannya" James tetap berusaha tenang menyikapi suasana yang kaku ini, meskipun dalam hatinya ada sedikit rasa bersalah kepada Katie karena telah mempermalukannya.


Katie yang masih kesal dengan ulah James memutuskan untuk membolos kuliah. Ia memilih berjalan-jalan ke sebuah mall yang berada dekat dengan kampusnya. "sepertinya aku butuh makan, karena sejak kemarin siang aku belum makan" gumamnya dalam hati sambil mengelus perutnya yang mulai bergemuruh tanda lapar. Setelah menjelajah beberapa restoran cepat saji, akhirnya Katie memilih untuk membeli burger dan kentang goreng kesukaannya.


Ia makan dengan lahap sampai tidak menghiraukan wajahnya yang belepotan akibat saus dan mayonaise. "maaf nona, wajah Anda" tegur seorang pria yang baru saja duduk tepat di seberang bangkunya. "kenapa wajahku?" Katie bingung sambil memegang pipinya. Kemudian pria itu menghampiri Katie dan menghapus sisa saus dan mayonaise dari wajahnya Katie "maaf jika aku lancang" ujarnya sambil menunjukkan betapa kotornya tissue yang dipegang pria tersebut setelah mengelap wajah Katie. "oh terima kasih" lalu Katie mengambil tissue itu dari tangan sang pria dengan malu-malu. "pasti Anda sangat lapar sampai tidak sadar ya?" pria itu mencoba mencairkan suasana. "hehehehe" Katie yang bingung harus merespon seperti apa kemudian mempersilahkan pria yang masih berdiri dihadapannya untuk duduk "silahkan duduk!" ujar Katie. "apa kau tidak keberatan?" tanya pria itu. "tidak, silahkan saja" Katie menjawab dengan santai. "oh ya, aku Mark" pria itu mengulurkan tangan, "aku Katie" jawab Katie membalas uluran tangan Mark.

__ADS_1


Katie yang mudah akrab merasa tidak kesulitan ketika harus mengobrol dengan orang yang baru dikenalnya. Demikian pula Mark yang seorang playboy, mendekati wanita dengan segala gombal dan rayuannya bukanlah hal yang sulit. Mereka cukup nyambung saat membahas hal-hal seputar kehidupan sehari-hari. Katie yang tinggal di kota kecil menceritakan bagaimana hidupnya saat di kampung halamannya dan perbedaan mencolok apa saja yang dia temui di ibukota.


"kau tau kak Mark, di Alexbad tidak ada satu orangpun yang tidak saling kenal, kami semua hidup bagaikan dengan saudara semua" cerita Katie sambil tetap menyantap makanannya. "benarkah?" Mark yang dari tadi mendengarkan cerita Katie hanya menjawab singkat. Ia kagum dengan gadis yang baru dikenalnya ini, begitu supel dan terbuka, tidak seperti kebanyakan gadis yang ditemuinya, selalu dibuat-buat dan tidak apa adanya, biasanya wanita-wanita yang mendekati Mark hanya ingin bersenang-senang sesaat dan memanfaatkan uangnya saja.


"kau dimana?" tanya James. "bukan urusanmu!" jawab Katie dengan ketus. "cepat kembali ke kampus!" James memerintah dengan nada tinggi. "tidak mau!" lalu Katie menutup telponnya. "sial, beraninya dia mematikan panggilan dariku" gerutu James yang berada di ruang kerja dosen.

__ADS_1


"apa dia kekasihmu?" selidik Mark dengan intens. "bukan, dia hanya seorang dosen yang arogan saja" ujar Katie dengan masih merasa emosi. "Kak Mark, maaf ya aku harus pergi, lain kali kalau ada kesempatan kita bertemu lagi" Katie bersiap merapikan tasnya. "tunggu, boleh aku minta nomer ponselmu?" tanya Mark sambil mengulurkan ponselnya ke arah Katie yang kemudian disambut oleh Katie. "terima kasih" Mark menyunggingkan senyum manisnya. "sampai jumpa lagi kak!" Katie lalu berjalan keluar dari restoran.


Katie yang bingung mau kemana akhirnya pergi menuju toko buku yang berada di dalam mall dan tidak jauh dari restoran tempatnya makan baru saja. Ia menghabiskan waktunya dari siang sampai sore menjelang malam dengan membaca beberapa komik yang ada di rak sample buku.


Sementara di ruang dosen James masih uring-uringan karena ulah Katie yang pergi begitu saja di jam kuliah dan menolak panggilan telpon darinya. "lihat saja nanti, akan kubalas perbuatanmu ini gadis kecil!" James mengepalkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2