Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 65


__ADS_3

Pagi harinya seluruh keluarga Peteroy termasuk Monica berkumpul untuk sarapan bersama. Ruang makan yang tidak terlalu besar terasa lebih penuh dari biasanya. Ayah dan Ibu merasa sangat bahagia karena jumlah anggota keluarganya kini bertambah hampir dua kali lipat.


"Kalian mau ngapain sehabis makan?" tanya Monica kepada triplet dan para suami.


"Bagaimana kalau kita membuat cake?" Marie memberikan usul.


"Ide yang bagus, sudah lama rasanya aku tidak memasak di dapur kita" kata Katie antusias.


"Bagaimana kalau kita bikin beberapa jenis cake sekaligus?" Janie menimpali.


"Kalau begitu aku akan minta pelayan menyiapkan bahan-bahannya" Monica bersemangat.


"Kenapa kita tidak belanja sendiri saja kak? bukankah akan lebih seru? sisterhood be like? hehehehe" Marie memberi usul.


"Oke, ayo kita Belanja di mall atau supermarket terdekat" Monica sangat senang karena ini kali pertamanya merasa memiliki adik perempuan yang sesungguhnya.


"Asik, kita bisa cuci mata" Katie bahagia.


"Sekalian kita bergosip juga heheheheh" kata Marie.


"Ibu, ikut kan?" Monica menatap ibu penuh harap.


"Ibu di rumah saja menyiapkan barang-barang yang akan kalian pakai memasak" kata ibu lembut. Ibu adalah tipe istri rumahan yang sederhana dan tidak begitu suka bepergian keluar rumah, terlebih hanya untuk sekedar cuci mata.

__ADS_1


"Kakak jangan berharap melihat ibu shopping di mall atau supermarket, karena itu bukan tipe ibu kita banget!" seloroh Katie menggoda ibunya.


"Betul kak, ibu itu lebih suka belanja di pasar tradisional" Marie menimpali.


"Kalau begitu kenapa kita tidak belanja di tempat ibu biasa belanja saja?" kata Janie agar ibunya mau bergabung.


"Betul, supaya lebih seru bu, lagi pula aku ingin juga sesekali belajar belanja di pasar tradisional!" Monica bersemangat dengan usul Janie.


"iya Bu, ayo!" Katie menimpali dan disambut anggukan oleh Marie.


"Kalian ini, selalu saja punya celah untuk merayu ibu!" ibu tersenyum melihat anak-anaknya sangat antusias.


..........


"Ini camilannya sudah siap, sambil main sambil menikmati kudapannya" kata Ibu menyodorkan senampan kue khas Alexbad.


"Terima kasih" jawab para menantu bersamaan.


"Kenapa aku sangat nyaman di tengah mereka ya? seperti ada sesuatu yang membuatku menyayangi mereka" bisik Charlie dalam hati. Ia yang merupakan menantu paling bontot benar-benar mengalami pengalaman yang sangat berbeda.


"Sepertinya acara kumpul-kumpul begini tidak hanya bisa kita lakukan saat ulang tahun saja ya? tapi bisa juga saat kita memiliki waktu senggang bersama!" Marie memberi usulan.


"Tentu saja, alangkah lebih baiknya bila dilakukan beberapa Minggu sekali" jawab Katie.

__ADS_1


"kalau begitu bisa kita sepakati bersama misalnya tiap weekend di awal bulan" Janie menimpali.


"ide yang bagus, aku setuju!" Marie menyetujui disambut anggukan oleh Katie.


Mereka terua menikmati pesta keluarga sepanjang hari, bahkan sampai malam harinya pun mereka semua membuat acara barbeque.


"Benar-benar seru sekali!" Charlie sangat menikmati acara keluarga besar barunya tersebut dengan suka cita.


..........


Setelah membersihkan diri dan beranjak ke atas tempat tidur, Janie tidak lupa mengucapkan terima kasihnya kembali karena Charlie sudah melakukan perannya sebagai seorang suami dan menantu di keluarganya dengan sangat baik hari ini.


"Terima kasih ya kak buat semua kebaikan kakak hari ini" Janie membalikkan badannya dan tersenyum kepada Charlie.


"sama-sama, aku juga berterima kasih sudah bisa menjadi bagian keluarga ini, aku sangat bahagia bisa menjadi menantu keluarga Peteroy" Charlie berkata dengan tulus.


"Sampai kapanpun kakak akan selalu diterima di keluarga ini, jadi jangan sungkan kak, kau sudah aku anggap seperti kakakku sendiri" Janie memaksakan tetap tersenyum, entah mengapa kali ini kalimat yang dia ucapkan seperti sebuah kegetiran untuk dirinya sendiri ketika harus menganggap suaminya seperti seorang kakak laki-laki.


CUP sebuah kecupan kembali mendarat di pipi Janie.


"Selamat malam adik manis" Charlie membelai lembut pipi Janie.


"Selamat malam kak" jawab Janie.

__ADS_1


__ADS_2