
FLASH BACK ON
Dua puluh dua tahun lalu, di kediaman keluarga Peteroy:
"Hari ini tuan muda August akan pulang, kalian jangan lupa bereskan kamarnya dan juga siapkan semua keperluan yang dia butuhkannya nanti setibanya di rumah!" kata Fredy sang kepala pelayan di rumah Peteroy saat apel pagi.
"Baik!" semua pelayan menjawab kompak.
"Kalau begitu sekarang kalian bisa kembali bekerja!" perintah Fredy membubarkan anak buahnya. Dengan rumah yang sangat besar, keluarga Peteroy memang membutuhkan banyak tenaga untuk melakukan semua pekerjaan rumah.
"Ngomong-ngomong aku dengar tuan muda sangat tampan ya?" kata Erica, salah satu pelayan di rumah keluarga Peteroy saat mereka berjalan menuju dapur kotor tempat para pelayan bekerja.
"Aku tidak tau, kan aku juga baru bekerja beberapa bulan, sama seperti dirimu!" Rossie mengangkat bahunya sambil berjalan mengikuti Erica di sebelahnya.
"Benar juga ya, ternyata aku bertanya kepada orang yang salah hehehe!" Erica menggaruk kepalanya dengan kikuk.
"Jangan banyak bergosip, kerja yang baik!" tegur salah seorang pelayan senior dengan sorot mata yang tidak suka ke arah Erica.
"Iya kak, maaf" Erica mengangguk dengan malu menyadari kesalahannya.
..........
Tidak selang berapa lama, tuan muda August sudah tiba di rumah. Semua pelayan antusias menyambut kedatangannya setelah hampir satu tahun dirinya tidak pernah pulang karena sibuk menyelesaikan kuliahnya di luar negeri.
"Selamat datang tuan muda!" Fredy menunduk hormat kepada majikannya.
__ADS_1
"Hai Fred, sudah lama ya kita tidak bertemu!" August yang ramah tidak sungkan memeluk Fredy terlebih dahulu.
"Ia tuan muda, sudah hampir satu tahun Anda tidak pulang" Fredy mengangguk.
"Sepertinya banyak yang berubah ya di sini selama aku pergi!" August mengedarkan pandangannya keseluruh orang yang berdiri di dekatnya. Ada beberapa pelayan baru yang ia tidak kenal karena baru pertama kali bertemu hari ini.
"Benar tuan muda, ada beberapa pelayan yang baru direkrut beberapa bulan lalu" sambil menunjuk ke arah para pelayan baru itu.
"Senang bertemu dengan kalian!" August menatap satu persatu wajah para pelayan baru sambil menyunggingkan senyum ramah kepada mereka.
"Silahkan tuan muda!" Fredy memberi jalan kepada tuan mudanya.
"Oh iya, terima kasih!" kemudian August berjalan ke arah kamarnya.
"Oke, terima kasih!" August mengangguk.
"Permisi" Fredy berjalan keluar kamar dan menutup pintunya, meninggalkan sang majikan di dalam kamar seorang diri untuk beristirahat.
..........
"Apa kau lihat tadi? tuan muda tampan sekali!" kata Erica dengan wajah centil saat mereka berada di dapur.
"Husss, kau belum jera ya tadi ditegur oleh senior!" Rossie mengingatkan Erica supaya tidak lancang menggosipkan majikan mereka, meskipun dalam hatinya ia juga setuju kalau tuan mudah August sangat tampan.
"Rossie, tolong antarkan makanan ini ke kamar tuan muda ya, siapa tau dia lapar" kata Fredy sambil membawa nampan berisi sandwich dan jus buah.
__ADS_1
"Baik" Rossie menerima nampan yang di sodorkan kepadanya kemudian beranjak dari dapur menuju kamar tuan muda yang berada di lantai dua.
TOK TOK TOK
"Permisi tuan muda, saya ingin mengantarkan makanan untuk Anda" Rossie berbicara dari sisi luar pintu.
"Masuklah!" August mempersilahkan pelayan muda itu masuk ke dalam kamarnya.
"Maaf tuan muda, ini makanan untuk Anda, saya letakkan di meja ya" kata Rossie sambil berjalan menuju meja.
"Terima kasih!" August melemparkan senyum menawannya.
"Sama-sama tuan muda, kalau begitu saya permisi dulu!" Rossie menunduk hormat.
"Eh tunggu dulu, siapa namamu?" August bertanya karena ini kali pertamanya bertemu dengan Rossie.
"Saya Rossie tuan muda" sambil membungkuk memberi hormat.
"Oh Rossie, nama yang cantik, secantik orangnya!" August memuji dengan jujur.
"Terima kasih atas pujiannya tuan, ada lagi yang bisa saya bantu?" tanya Rossie dengan sopan.
"Emmm tidak, terima kasih!" jawab August.
"Kalau begitu saya permisi keluar tuan!" Rossie menganggukan kepala sebelum berbalik dan keluar dari pintu kamar.
__ADS_1