Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 85


__ADS_3

"Jadi keluarga Peteroy yang terkenal paling kaya di komplek kita adalah keluarga ayah?" Katie menatap tak percaya kepada James suaminya.


"Sekarang kalian sudah tau kan bagaimana kenyataan tentang ayah dan ibu, kami menyerahkan seluruh keputusan ini kepada kalian" kata Ayah dengan wajah sendu.


"Kalau nenek merestui ayah dan ibu, lalu kenapa ia tidak pernah berkunjung ke sini untuk menemui kami?" Marie sedikit kecewa.


"Setelah kepergian ayah dari rumah, nenek kalian menjadi sering sakit-sakitan dan tidak bisa melakukan perjalanan jauh untuk mengunjungi kita di sini, namun nenek tetap menjaga kita melalui Paman Fredy!" kata ibu mengenang ibu mertuanya yang sangat baik hati.


"Jadi Paman Fredy yang sering kesini saat kita masih kecil adalah orang utusan nenek?" Janie mempertegas.


"Betul, nenek begitu menyayangi kita, ia selalu mengutus Paman Fredy untuk memastikan bahwa kita tidak hidup dalam kesusahan, meskipun ayah kalian selalu menolak bantuan dari nenek!" ibu kembali menjelaskan.


"Lalu kenapa sekarang Paman Fredy tidak pernah ke sini lagi?" tanya Janie lagi.


"Saat kalian berusia sepuluh tahun nenek kalian meninggal dan Paman Fredy pun akhirnya memutuskan untuk ikut dengan bibi Agatha keluar negeri dan mengabdi pada bibi dan suaminya, sesuai dengan pesan terakhir dari nenek kalian sebelum meninggal" kata Ibu.


"Apakah kalian mau mengunjungi Kakek?" tanya ayah kemudian.


"Kalau ibu saja bisa memaafkan Kakek, maka kami pun seharusnya bisa memaafkan Kakek yah" jawab Janie.


"Iya, lagi pula bukan kah bibi bilang Kakek sudah berubah?" Marie menimpali.

__ADS_1


"Ayo kita jenguk Kakek!" Katie memberi semangat.


"Baiklah, kalau begitu habis ini kita pergi ke rumah Kakek!" kata ayah lega dan membuat ibu tersenyum bahagia.


Sementara James, Mark dan Charlie hanya mengikuti saja keputusan yang sudah dibuat.


.........


"Kalian sudah datang?" kata Agatha menyambut kakaknya sekeluarga.


"Dimana ayah?" tanya Rossie.


"Di taman belakang kak, ayo ikuti aku!" jawab Agatha sambil menuntun tangan kakak iparnya.


"Ayah maafkan aku!" August bersimpuh di kaki ayahnya yang sedang duduk di kursi roda.


"Ayah yang seharusnya minta maaf kepadamu nak!" tuan besar menagis dengan histeris.


"Aku yang salah, aku adalah anak, seharusnya aku yang datang meminta maaf padamu sejak dulu!" August mencium kaki ayahnya.


Setelah berpelukan cukup lama untuk melepaskan segala kerinduan antara ayah dan anak, akhirnya ayah mulai melepaskan diri dan menatap ke arah Rossie.

__ADS_1


"Nak, maaf kan ayahmu ini karena sudah terlalu egois!" ayah menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada dan meminta maaf kepada Rossie.


"Ayah jangan berkata begitu, aku yang seharusnya meminta maaf karena sudah membuat ayah dan ibu susah" Rossie bersujud dan memeluk ayah.


"Maafkan aku ayah!" Rossie memeluk erat ayah mertuanya.


"Ayah yang salah, ayah yang bodoh!" kata ayah membalas pelukan menantunya dengan sangat erat.


"Ayah, mereka adalah anak-anakku, mereka kembar tiga yah!" August memperkenalkan Marie, Janie dan Katie.


"Kakek!" triplet bersimpuh di depan kaki Kakek mereka secara bersamaan.


"Kakek memang bodoh, kakek menyia-nyiakan kalian selama puluhan tahun dalam penderitaan di tempat asing!" Tuan besar tidak dapat membendung lagi emosinya dan menangis semakin histeris sambil memukul dadanya sendiri mengingat bagaimana cucu-cucunya tumbuh tanpa hak kehidupan mewah yang seharusnya mereka dapatkan sejak lahir.


"Kakek, jangan seperti ini, kami baik-baik saja!" Janie menarik tangan kakeknya agar tidak memukul diri sendiri.


"Kakek, ayah dan ibu merawat kami dengan sangat baik!" kata Katie sambil tersenyum.


"Benar kek, kami tidak pernah kekurangan apapun!" Marie menimpali.


"Maafkan Kakek, maafkan Kakek!" Tak henti kata maaf keluar dari mulut Kakek mereka untuk menebus segala kesalahan yang ada di masa lalu.

__ADS_1


"Ayah, sekarang kakak dan kakak ipar akan tinggal di sini, jadi ayah tidak usah bersedih lagi ya!?" Agatha menenangkan sang ayah.


__ADS_2