
Hari Minggu pagi James dan Katie menjemput Ayah James di kediamannya untuk berkunjung ke rumah orang tua Katie di Alexbad. Sepanjang perjalanan menuju rumahnya, Katie tidak berhenti menceritakan masa kecilnya kepada calon ayah mertuanya itu. Ia bercerita bahwa dirinya mempunyai dua orang saudara kembar dan selama hidupnya baru kali ini berpisah jauh dari keluarganya. Meskipun ini baru kali kedua mereka bertemu, namun baik Ayah maupun Katie merasa sudah saling mengenal satu sama lain sejak lama.
James mendengarkan percakapan antara ayahnya dan calon istrinya sambil mengemudikan mobilnya, ia merasa bersyukur karena Katie bisa dengan mudah beradaptasi dengan ayahnya. Tidak banyak wanita yang diterima oleh ayahnya itu. Dulu saat ia memperkenalkan kekasihnya, sang ayah jelas terang-terangan menolaknya. Jangankan mengajak ngobrol, saat bertemu saja ia tidak menyunggingkan senyum sama sekali.
Setelah tiba di rumah orang tua Katie, Katie pun mempersilahkan calon ayah mertuanya untuk masuk ke ruang tamu.
"Sebentar ayah, aku akan panggilkan orang tuaku dulu" kemudian Katie berjalan menuju ke dalam rumahnya.
Ayah James yang sedang mengobservasi ruang tamu langsung tertegun saat melihat sebuah foto. "August?" ucapnya lirih seolah tak percaya.
"Selamat pagi!" sebuah suara kemudian membuyarkan kesunyian di ruang tamu.
"August?" Ayah James kembali memanggil nama ayah Katie dengan rasa tak percaya.
"Apa kabar Jeremy?" ayah Katie menyunggingkan senyum kearah lawan bicaranya tersebut.
"Kau?" Ayah James kemudian berjalan dengan cepat dan memeluk sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu itu dengan sangat erat.
__ADS_1
"Kemana saja kau selama ini? kenapa tidak pernah mengabariku? kau tau kami sangat menghawatirkan keadaanmu, dasar pria bodoh!!" Ayah James kembali memeluk Ayah Katie.
Sementara di sudut ruangan yang lain James dan Katie diam mematung melihat kedua ayah mereka berpelukan.
"Mereka sudah saling kenal ya?" Katie masih menatap tak percaya.
"Sepertinya begitu!" jawab James yang tak kalah kagetnya.
"Kak Jerry?" Kini ibu Katie yang keluar dari dalam rumah menyapa tamunya tersebut.
"Rossie?" Kemudian Ayah James melepaskan pelukan Ayah Katie dan beralih memeluk Ibu Katie.
"Bagaimana kabarmu adik kecilku?" tanya Ayah James kepada ibu Katie.
"Aku baik kak!" Ibu Katie menjawab sambil sesenggukan.
Marie dan Janie yang melihat peristiwa ini pun ikut kaget.
__ADS_1
"Seperti reuni masa SMA ya!" celetuk Marie sambil geleng-geleng yang kemudian ditatap oleh seisi ruang tamu.
Setelah acara berpelukan sambil menangis antara ketiga orang tua ini selesai, akhirnya Ayah James menceritakan bahwa mereka bertiga adalah sahabat masa muda, terutama Ayah James dan Ayah Katie yang sudah berteman sejak kecil. Namun setelah Ayah dan Ibu Katie menikah, mereka memilih pergi jauh dari ibukota, dan komunikasi mereka pun terputus.
"Jadi kau sudah tau kalau James itu anakku?" Tanya Ayah James kepada Ayah Katie dengan heran.
"Ya, tentu saja, siapa yang tidak kenal dengan seorang Prof.Jeremy Gamaliel sang pembasmi kejahatan di negeri ini?" seloroh Ayah Katie.
"Kenapa Ayah tidak memberitahu kepada kami sebelumnya?" tanya Katie yang masih tidak percaya dengan semua ini.
"Ayah dan Ibu ingin semua berjalan secara alami, kami tidak ingin mengintervensi hidupmu dengan cara nepotisme, karena ayah tau kau bisa mencapai semua cita-citamu dengan kemampuanmu sendiri" August menjelaskan dengan seksama.
"Setidaknya kau beritahu aku kalau anak kita saling berhubungan, apa kau tau kalau selama ini aku hampir gila karena terus memikirkan anak laki-lakiku yang hampir jadi bujang lapuk!?" Ayah James melirik ke arah James dengan wajah kesalnya.
"Sudah-sudah, yang penting sekarang kita semua sudah berkumpul dan sebentar lagi malah jadi keluarga besar" ibu sangat berbinar-binar melihat ke arah Katie dan James.
"Betul, jadi kapan kita bisa menikahkan mereka?" timpal Ayah James yang tak kalah semangatnya.
__ADS_1
"Bagaimana James?" Ayah Katie bertanya pada calon menantunya itu.
"Aku siap kapan pun ayah!" James menyerahkan waktunya kepada ketiga orang tua nya.