
Hari ulang tahun ibu sudah semakin dekat, triplet dan Ayah yang dibantu oleh Monica sibuk mempersiapkan pesta kejutan untuk ibu.
"Ayah, Ibu, besok sore sepulang kuliah aku ijin ingin pergi menginap ke Alexbad ya" Janie meminta ijin kepada mertuanya.
"Kau pasti merindukan keluargamu ya?" tanya ibu.
"Iya Bu" Jawab Janie tanpa memberitahu situasi yang sesungguhnya bahwa akan ada pesta ulang tahun untuk ibu.
"Charlie, kau akan mengantar dia kan?" tatap ayah kepada anaknya.
"Tidak ayah, aku berencana untuk naik bus langsung dari kampus, aku tidak ingin kak Charlie meninggalkan pekerjaannya hanya karena aku" Janie sengaja menolak Charlie karena ia akan merasa canggung bila Charlie ikut.
"Besok aku akan menjemputmu dikampus" kata Charlie. Sesungguhnya Charlie kesal karena Janie tidak bilang padanya terlebih dahulu sebelum berbicara pada ayah dan ibunya. Ia merasa tidak dianggap oleh Janie.
..........
"Kenapa kau tidak bilang dulu padaku kalau besok mau menginap di rumah orangtuamu?" tanya Charlie saat mereka sudah ada di dalam kamar.
"Aku pikir kakak tidak akan tertarik dengan apa yang akan aku lakukan, lagi pula kan kakak memang sibuk terus" Janie menjawab apa adanya.
"Setidaknya beritahu aku terlebih dahulu supaya aku tidak bingung saat ayah bertanya! lain kali kau harus infokan semua yang kau lakukan kepadaku supaya aku bisa bersiap-siap!" kata Charlie agak kesal.
"Baiklah" Janie menjawab dengan cuek. "Kenapa kau marah, toh selama ini juga kau tidak pernah peduli aku ngapain" gerutu Janie di dalam hatinya.
Janie yang sudah terlanjur janjian dengan Jack untuk pulang ke Alexbad bersama-sama, akhirnya meminta maaf karena harus membatalkannya. Ia kemudian menelpon Jack saat itu juga di depan Charlie.
"Jack, aku sepertinya besok tidak bisa pulang ke Alexbad denganmu" kata Janie di telpon.
__ADS_1
"Kenapa?" Jack terkejut.
"Aku akan diantar oleh kak Charlie, ayahnya memintanya untuk mengantarku" Jawab Janie jujur.
"Ohhh,, baiklah" Jack mengangguk sambil mengacungkan jempolnya meskipun tidak terlihat oleh Janie karena mereka sedang berbicara di telpon.
"maafkan aku ya Jack" Janie merasa tidak enak hati membatalkan sepihak.
"tidak apa-apa" jawab Jack santai.
"baiklah, selamat bekerja Jack, semangat ya!" kata Janie saat hendak menutup telponnya.
"Siapa yang kau telpon?" Charlie menatap kesal.
"Jack, aku membatalkan janjiku untuk pulang ke Alexbad naik motor bersamanya, karena kakak kan besok yang akan mengantarku" Janie menjawab tanpa merasa berdosa.
"memangnya salah kalau aku akan pulang dengan Jack?" tanya Janie yang mulai kesal atas pertanyaan yang menyudutkannya.
"tidak, tapi setidaknya beritahu aku agar aku tau apa yang terjadi padamu dan siap kalau ayah bertanya!" Charlie mulai meninggi.
"Kakak sendiri selalu diam-diam saat pergi dengan Vicky. Aku tidak pernah tau apa yang kalian lakukan di luar sana dan tidak pernah repot dengan urusan kalian. Bahkan terakhir kali kau mengajakku pergi tanpa memberitahuku terlebih dahulu kalau akan ada Vicky!" Janie tersulut dan menjawab dengan penuh emosi menumpahkan segala kekesalannya yang selama ini ia pendam.
Sementara Charlie tidak bisa menjawab lagi karena apa yang diucapkan Janie benar semua.
Baru kali ini mereka terlibat pertengkaran dan membuat Janie yang biasanya penyabar menjadi geram.
..........
__ADS_1
Janie dan Charlie yang sudah tiba di Alexbad tidak langsung pulang ke rumah, mereka singgah dulu di villa Monica dan mengatur strategi untuk pesta kejutan nanti malam.
"Kau sudah bawa semua keperluannya?" Marie bertanya kepada Janie saat menyambut mereka di depan halaman villa.
"Iya, ini sudah ada di dalam semua" Jawab Janie.
"Baiklah, ayo masuk!" Katie kemudian membantu Janie membawa kopernya dan membuka isinya satu persatu. Mereka mulai merangkai hiasan yang akan dipakai untuk pesta.
Sementara Triplet dan Monica sibuk mengurus segala pernak-pernik pesta, Para suami memilih untuk bersantai sambil mengobrol di halaman samping yang menghadap langsung ke kebun anggur. Mereka bertiga cukup senang bisa berkumpul bersama seperti ini, karena biasanya akan sangat sulit menyatukan jadwal padat masing-masing dari ketiga sahabat ini.
"ngomong-ngomong istri kalian pakai kontrasepsi apa?" tanya Mark kepada kedua sahabatnya yang sekarang menjadi saudara ipar.
"Katie bilang dia pakai spiral, dia akan melepasnya saat lulus kuliah nanti" jawab James sesuai dengan yang dia ketahui dari istrinya.
"Apa itu aman Charlie?" kemudian Mark bertanya kepada sahabatnya yang lain.
"Semua punya resiko, setiap cara punya kelebihan dan kekurangan masing-masing" jawab Charlie simple karena dia tau kalau jawaban medisnya malah akan membuat sahabatnya bingung.
"Sejujurnya aku tidak ingin Marie memakai apapun, aku ingin semuanya normal, tapi kau tau kan kalau ayah mertua ingin mereka lulus dulu baru melahirkan" Mark terlihat gusar.
"Sebenarnya kau akan baik-baik saja tanpa alat apapun, asal kau tau siklus istrimu dan tepat dalam penghitungan tanggal" Charlie lagi-lagi menjelaskan.
"Lalu kau sendiri pakai apa?" pertanyaan Mark menohok dan membuat Charlie bingung hampir gelagepan.
"eh, aku? aku tidak pakai apa-apa, kami hanya menghitung tanggal dan main aman" jawab Charlie sekenanya dan selogis mungkin. "bagaimana mau pakai, melakukan saja tidak pernah" gerutu Charlie dalam hatinya.
Perbincangan mereka berjalan sampai waktunya makan malam tiba dan mereka semua berkumpul di ruang makan untuk menikmati santapan makan malam.
__ADS_1