
"sayang, bisa kita bicara sebentar?" James memanggil istrinya agar mau membujuk Marie melihat video yang asli untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
"Marie, baru saja kak James bilang kalau kau harus melihat keseluruhan video antara kak Mark dan wanita itu agar kau tau apa yang sesungguhnya terjadi antara mereka" Katie membujuk saudara kembarnya dengan perlahan-lahan.
"untuk apa? untuk membuatku lebih sakit lagi?" tanya Marie dengan emosi yang tak terbendung mendengar permintaan kakak iparnya.
"tenanglah, kau akan mengetahui semuanya setelah menonton video yang aslinya" James membantu istrinya menenangkan Marie.
Setelah Marie setuju, akhirnya James memutar videonya. Marie yang semula sangat murka terhadap suaminya, kini hatinya berbalik tiga ratus enam puluh derajat menjadi sangat merasa bersalah. Ia menyesal karena telah menuduh suaminya tidak setia dan lebih percaya pada video yang entah darimana asalnya.
"dimana kak Mark?" tanya Marie sambil terisak.
"aku disini!" Mark yang sedari awal video diputar berdiri didepan pintu kamar, akhirnya memberanikan diri masuk menemui istrinya.
"kak!" Marie langsung berlari memeluk suaminya dengan erat sambil berbisik "maafkan aku".
__ADS_1
"tidak ada yang perlu dimaafkan, ini bukan salahmu sayang" Mark membelai lembut rambut istrinya dan mengecup keningnya.
"aku bodoh sekali karena lebih mempercayai video itu ketimbang suamiku sendiri" Marie kembali terisak.
"sudahlah, jangan menangis, setidaknya kejadian ini semakin membuktikan bahwa cinta kita tidak akan pernah terpisahkan" Mark membelai pipi istrinya dan kemudian mengecup bibir Marie dengan penuh hasrat tanpa mempedulikan Katie, James dan Janie yang masih ada di dalam kamar mereka.
"hey masih ada kami disini!!" kata James protes.
"sudahlah, lebih baik kalian juga kembali ke kamar, biarkan mereka melanjutkan apa yang tadi sempat tertunda" kata Janie yang kemudian pergi berlalu meninggalkan kamar pengantin.
Mark yang sudah tidak bisa menunggu lagi, langsung menggendong Marie ke tempat tidur, melucuti seluruh pakaian yang dikenakan oleh istrinya dan juga pakaiannya kemudian menyatukan diri mereka sepanjang malam hingga pagi menjelang tanpa henti.
"Terima kasih sayang, kau adalah wanita paling sempurna yang pernah aku temui di dunia ini" kata Mark kepada istrinya saat ia mengetahui bahwa Marie benar-benar menjaga kesuciannya hanya untuk suaminya seorang.
"gombal" Marie menepuk dada suaminya dengan manja.
__ADS_1
"aku tidak sedang menggombal, kau tau sendiri kan kalau dulu aku adalah pria bebas yang tidak suka terikat? dan hanya kau yang mampu membuatku bertekuk lutut dan akhirnya menyerah!" Mark memeluk erat tubuh istrinya dan membaringkan kepalanya diatas dadanya yang bidang.
"kak, apa yang membuatmu mau menikahi ku?" tanya Marie kepada suaminya.
"kau itu sangat unik, dari semua wanita yang kutemui, hanya kau yang bersikap cuek padaku, membuatku sangat penasaran" Mark menjelaskan alasannya.
"kakak harus janji tidak akan pernah berubah!" kata Marie menuntut.
"tentu saja, sampai kapanpun kau akan selalu menjadi satu-satunya wanita yang aku cintai" kata Mark.
"ngomong-ngomong kenapa kau masih memanggilku kakak? aku ini kan suamimu, bukan kakakmu!" Mark protes dengan panggilan Marie yang belum berubah.
"lalu aku harus panggil apa?" tanya Marie bingung.
"tentu saja memanggilku dengan sebutan sayang, seperti aku memanggilmu" Jawab Mark.
__ADS_1
"oke, baiklah sayang!" jawab Marie sambil membenamkan kepalanya di dada Mark yang bidang.