Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 57


__ADS_3

Persiapan pernikahan membuat semua orang di Alexbad cukup sibuk, termasuk Monica yang kini sudah lebih sering tinggal di villa barunya.


"Apa kau tidak mau di rayakan di hotel mewah seperti saat Katie dan Marie menikah?" tanya Monica kepada gadis yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri.


"tidak kak, aku lebih suka pernikahan yang sederhana dan sakral" Janie ingin pernikahannya hanya diadakan dengan sederhana, ia bahkan meminta orang tuanya untuk mengundang orang-orang terdekat saja.


"Toh ini bukan pernikahan yang diinginkan kedua calon pengantin seperti saat Katie dan Marie menikah dulu" batinnya dalam hati.


"tapi kau tetap tidak boleh menolak hadiah gaun pengantin dariku ya?" dari awal perencanaan, Monica sudah mengajukan dirinya sebagai sponsor gaun pernikahan bagi Janie dan Charlie.


"iya kak, pasti, siapa juga yang bisa menolak gaun dari brand nomor satu di negeri ini?" Janie sangat senang dengan semua perhatian yang diberikan oleh kakak ipar saudara kembarnya itu.


..........


Hari pernikahan pun tiba, Janie dan Charlie mengikat janji pernikahan mereka di depan tamu undangan. Janie merasakan hatinya begitu gelisah, satu sisi dia bahagia karena bisa menikah dengan pria tampan yang ia sukai. Namun disisi lain ia bersedih karena pria itu tidak mencintainya dan sudah memiliki kekasih yang jauh lebih cantik dari dirinya.

__ADS_1


"Kau harus kuat Janie, jangan bawa perasaanmu di dalam pernikahan ini, toh saat ini fokusmu adalah menjadi seorang dokter yang handal, jadi jangan pikirkan masalah percintaan konyol ini dulu!" Janie menasehati dirinya sendiri saat ia duduk di sudut kebun anggur villa Monica tempat pestanya berlangsung sambil meminum air mineral.


Ia memang sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak melibatkan hatinya dalam pernikahan ini. Ia akan fokus kuliah dulu sampai cita-citanya menjadi seorang dokter tercapai, barulah ia menentukan langkah apa yang akan diambil selanjutnya.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Katie yang berjalan bersama Marie menghampirinya.


"Ya, tentu saja aku baik" Jawab Janie berbohong.


"kau yakin baik-baik saja?" Marie menatap lekat saudara kembarnya itu.


Meskipun Janie tersenyum, namun kedua saudaranya tau bahwa senyum itu palsu. Janie memaksa dirinya terlihat bahagia ketika hatinya menangis.


"Ada kami disini sayang, kau tidak sendirian" kata Katie mengelus rambut Janie yang berhiaskan bunga berwarna putih dengan beberapa helai daun. Kemudian Marie memeluk mereka berdua.


"terima kasih, kalian membuatku semakin yakin bahwa pernikahan ini bukanlah akhir dari segalanya" Janie berbicara dalam hati.

__ADS_1


Setelah acara selesai, ayah dan ibu Charlie langsung berpamitan kembali ke Ibukota, sementara Charlie dan Janie akan tinggal beberapa waktu di Alexbad, khususnya di villa milik Monica yang sengaja dipinjamkan untuk berbulan madu.


"Selamat sayang, sekarang kau sudah resmi menjadi nyonya Charlie Adams" kata ibu Calista.


"Terima kasih bu" kata Janie yang sejak awal acara memaksa tersenyum.


"Jaga dia baik-baik Charlie!" Cedric menepuk pundak putra kesayangannya itu.


"iya ayah" Charlie menjawab dengan singkat.


Kemudian Ayah dan Ibu Charlie berpamitan kepada seluruh keluarga di Alexbad.


Janie yang sudah lelah kemudian memilih untuk beristirahat di kamar utama villa milik Monica yang disulap menjadi kamar pengantin. Sementara Charlie memilih untuk mengobrol sejenak dengan dua sahabatnya James dan Mark yang kini menjadi iparnya di ruang keluarga villa.


Janie berjalan menuju tas yang berisi pakaian ganti, mengambil baju tidur dan handuk. Ia sengaja memilih berlama-lama membersihkan dirinya di kamar mandi sambil berendam untuk menenangkan diri. Setelah hati dan pikirannya lebih baik, ia keluar dari kamar mandi, dilihatnya Charlie belum masuk, kemudian ia memutuskan untuk tidur cepat supaya besok pagi ia bisa merasa lebih segar.

__ADS_1


__ADS_2