Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 38


__ADS_3

Gemericik air sudah terdengar saat Mark dan Marie turun dari mobil. Suasana yang sepi karena tempat yang terpencil dan jarang penduduk semakin membuat tempat yang mereka datangi terasa semakin sunyi. Hanya ada suara burung, jangkrik dan gesekan daun yang tertiup angin. Jejeran pohon Pinus diserang bukit juga semakin membuat suasana menjadi nyaman.


"ayo kak, kita turun ke bawah" ajak Marie sambil berjalan menuruni anak tangga yang terbuat dari batu alam. "woahhh,, keren sekali" Mark memandang kagum ke sekelilingnya.


"Kakkkkk dibawah sini!" Marie yang sudah tiba lebih dulu memanggil Mark untuk mempercepat langkahnya. "luar biasaaa!!" Mark semakin berdecak kagum ketika melihat sungai dengan beberapa air terjun kecil didalamnya.


"bagaimana?" tanya Marie menatap Mark. "keren! aku suka!" kata Mark. Tidak perlu menunggu lama, Mark dan Marie langsung menceburkan dirinya mereka kedalam sungai dan bercanda bersama.


Setelah lelah, akhirnya mereka menepi dan duduk di atas sebuah bongkahan batu kali yang sangat besar. "kau tau kak, setiap kali aku bersedih, aku pasti akan datang kesini untuk menenangkan diriku" Marie kemudian termenung sesaat. "are you okay?" tatap Mark saat melihat perubahan raut wajah Marie.


"Reuben mendatangiku beberapa hari lalu untuk meminta baikan" Marie menceritakan kisah cintanya. "NO!!! jangan diterima! dia itu playboy!" Mark reflek mengeluarkan pendapatnya.

__ADS_1


"Hahahhaha" Marie yang mendengarkan langsung tertawa terbahak-bahak. "kenapa kau tertawa?" tanya Mark bingung.


"kakak ini lucu, masa sesama playboy saling menghina!" seloroh Marie masih dengan tawanya.


"hei, tentu saja aku berbeda dengan dia. kalau aku ini pria bebas, tidak terikat dengan wanita manapun, jadi kalau aku berkencan dengan banyak wanita, aku tidak akan menyakiti siapapun, sementara dia sudah punya pacar, artinya dia berhianat!" Mark tidak terima.


"hemmmmm kau benar juga!" Marie mengangguk-anggukan kepalanya. "sebelum aku menemukan wanita yang benar-benar aku cintai, aku tidak akan pernah berkomitmen" kata Mark sambil merebahkan diri dan memandang langit biru. Kemudian mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing sampai akhirnya Mark mengorok.


"hey kau!!!" Mark tersadar bahwa dirinya sedang dikerjai langsung reflek bangun dan mengejar Marie yang sudah berada di pertengahan anak tangga yang terbuat dari batu. "sini kau!!" Mark semakin mempercepat langkahnya agar bisa menyusul Marie. Marie yang dikejarpun mempercepat langkahnya sambil berteriak "aaaaaaaaaahahahhaahha"


"Kena kau!" Mark menangkap pinggang Marie dari belakang dan tidak membiarkannya lepas. "ampun kak, maaf maaf, hahahahahhaha" Marie masih tertawa sambil terengah-engah karena berlarian sepanjang anak tangga.

__ADS_1


"minta ampun tidak!?" Mark menggelitik pinggang Marie sampai Marie cekikikan. "sudah kak, sudah, aku menyerah" Marie membalikkan badan tanda menyerah karena benar benar kehabisan nafas.


Mata mereka saling berpandangan saat Marie berbalik ke arah Mark, sesaat mereka sama-sama terdiam, kemudian sebuah kecupan lembut mendarat di bibir Marie. Mark yang awalnya memeluk Marie karena ingin membalas ulah jahilnya, kini mempererat pelukannya seperti layaknya seorang pria memeluk kekasihnya. Kecupan kedua kini mendarat lagi dibibir Marie, namun kali ini lebih dalam. Mark mulai mengeksplor wajah Marie dengan tangannya, menyentuh lembut pipi Marie dengan jarinya. Sesaat Marie pun terlena, meskipun ini bukan ciuman pertamanya tapi ia syok dengan perlakuan Mark terhadap dirinya.


"kak Mark, ayo kita pulang" Marie mengalihkan pembicaraan, namun tidak digubris oleh Mark yang sedang mengecup pipi Marie dan mulai turun ke leher. "ahhhh kak, jangan, aku mohon lepaskan!" Marie yang kegelian berusaha melepaskan pelukan Mark. "Maaf" Mark yang merasa di tolak akhirnya melepaskan pelukannya. "Ayo kak!" Marie kemudian berjalan ke arah mobil.


Sepanjang perjalanan pulang ke rumah Marie mereka menjadi terlihat canggung dan diam dengan pikiran masing-masing.


"Sadarlah Katie, jangan terbawa suasana, Mark itu hanya mengambil kesempatan saja, jadi jangan pernah menganggap ciuman tadi sebagai tanda cinta!" Marie memperingatkan dirinya sendiri didalam hati.


"Come on Mark, Marie hanyalah anak kecil yang sedang patah hati, jangan memanfaatkan keluguannya!" Mark pun menenangkan hati perasaannya yang bergemuruh sangat cepat saat ia mencium Marie tadi.

__ADS_1


__ADS_2