Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 86


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, August, Rossie, triplet dan para suami memutuskan untuk sementara tinggal di rumah keluarga Peteroy demi mendukung kesembuhan tuan besar.


"Kau lihat kak, betapa kesehatan ayah berangsur membaik setelah kalian datang, ayah terlihat lebih sehat dan bugar meskipun kondisinya tidak begitu baik, dia hanya butuh kalian disisinya untuk menemani hari-hari tuanya!" Agatha berkata kepada August dan Rossie.


"Tapi kami juga punya kehidupan sendiri di Alexbad!" August menyangga perkataan adiknya.


"Apa kau tidak bisa mengalah? aku saja rela pindah dan membeli rumah di sekitar sini demi ayah, aku mohon!?" Agatha memasang wajah melasnya.


"Sayang, kita sudah terlalu lama meninggalkan ayah, sudah saatnya kini kita berbakti!" bujuk Rossie.


"Baiklah, aku akan pindah kesini, tapi aku tidak akan ikut campur apapun dalam dunia bisnis ayah, karena aku tidak tertarik sama sekali!" August memberi syarat.


"Tenang saja, kita punya Fredy sang CEO handal yang bisa menangani segala urusan bisnis ayah, kita hanya perlu mengawasinya dari rumah. Lagi pula kalau kau tidak mau, kau bisa langsung pecah semua hak waris milikmu untuk ketiga anakmu, biar mereka dan suaminya yang mengurus warisan kakeknya!" Agatha memberi solusi.

__ADS_1


..........


"Kenapa tidak ayah saja yang melanjutkannya? kenapa mesti kami?" Janie protes saat sang ayah memberi tahukan bahwa triplet lah yang wajib melanjutkan bisnis kakeknya.


"Benar ayah, kami memiliki cita-cita kami masing-masing!" kata Katie yang tidak rela melepaskan cita-citanya menjadi lawyer.


"Ayah tidak memaksa, kalian tidak perlu melakukan semua pekerjaan kantor di perusahaan kakek, karena Paman Fredy sudah mengurusnya, hanya saja kalian perlu mengawasi secara konsisten agar perusahaan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kalian adalah pemegang saham terbesar, enam puluh persen saham atas nama ayah ada di sana, yang artinya kelak masing-masing dari kalian memiliki hak waris dua puluh persen saham, itulah yang harus kalian jaga!" ayah menjelaskan panjang lebar.


"Tentu saja, justru mereka lah yang seharusnya nomor satu membantu kalian!" ucap ayah tegas.


"Baiklah, jika hanya mengawasi tanpa menghalangi karier kami masing-masing, aku setuju!" kata Katie mengangguk dan di dukung oleh dua saudaranya.


"Terima kasih!" kata ayah seraya memeluk semua anaknya secara bersamaan.

__ADS_1


..........


Hari, Minggu dan Bulan sudah berganti, kondisi tuan besar sudah semakin membaik dan kediaman keluarga Peteroy yang awalnya seperti kota mati, kini sudah kembali hidup dengan kehadiran August dan Agatha serta keluarga mereka masing-masing. Tuan besar yang sudah menyerahkan harta warisannya kepada kedua anaknya pun kini lebih banyak menikmati hari tuanya bersama para cucu dan cucu menantu.


Hampir setiap akhir pekan mereka akan pergi ke Alexbad dan menghabiskan waktu libur dengan bercengkrama bersama, menonton film dan barbeque. Tidak jarang Prof.Jeremy, Prof.Cedric, nyonya Calista serta Monica bergabung bersama mereka untuk sekedar mengadakan pesta keluarga besar. Bahkan para besan sampai rela membeli bangunan di sekitar kediaman August Peteroy di Alexbad untuk dijadikan villa seperti yang dilakukan oleh Monica.


Kebahagiaan begitu terpancar dari mereka semua, kerikil-kerikil kecil dalam hubungan rumah tangga triplet dan para suami pun tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk terus dapat hidup berbahagia bersama pasangan masing-masing.


"Terima kasih sayang, kau membuat hidupku sangat bahagia dan lengkap, aku sangat mencintaimu!" kata August sambil memeluk istrinya dari belakang ketika pesta barbeque keluarga Peteroy dan para besan sedang berlangsung.


"Aku lebih-lebih mencintaimu sayang!" Rossie menggenggam tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya.


...THE END...

__ADS_1


__ADS_2