
"ayo pulang" James yang muncul tiba-tiba di depan Katie membuatnya terkejut. James langsung menarik pergelangan tangan gadis itu dan membawanya ke arah eskalator yang terdekat. "lepaskan aku!" Katie berusaha memberontak melepaskan tangannya yang dipegang erat oleh James. Sementara James yang tidak menggubris penolakan Katie terus saja berjalan dengan cepat sampai akhirnya Katie terjatuh. GUBRAK... "awwwwww, kenapa kau menarikku???" Katie mengomel pada James sambil meringis kesakitan karena pergelangan kakinya cedera. Setelah beberapa saat kemudian Katie berusaha berdiri namun ia terjatuh lagi karena cedera di kakinya cukup parah. Tangan James yang berusaha membantunya untuk berdiri ditepis "jangan sentuh aku" Katie menolak dengan ketus bantuan yang diberikan oleh James dan tetap berusaha berdiri sendiri. "jangan keras kepala" James yang sudah kehilangan kesabaran akhirnya menggendong Katie seperti layaknya pengantin pria menggendong pengantin wanitanya. "mau apa kau?" Katie memberontak minta diturunkan dari gendongan. " diam!" bentak James. Katie yang tidak punya pilihan lain akhirnya menyerah dan pasrah digendong oleh James meskipun harus menahan malu karena ditatap oleh banyak orang yang ada di dalam mall tersebut.
Selama di dalam mobil menuju pejalanan pulang ke apartemen, James dan Katie hanya duduk berdampingan dalam diam. James yang merasa kesal bercampur bersalah berusaha tetap fokus menyetir mobil, sementara Katie terus menatap jalanan melalui jendela disebelahnya dengan hati yang masih emosi.
Setiba di apartemen Katie langsung berjalan dengan tertatih karena rasa nyeri dipergelangan kakinya makin menjadi-jadi saat dirinya menapakkan kaki ke tanah. Lagi-lagi James dengan tanpa aba-aba langsung menggendong Katie menuju pintu lift. "aku bisa sendiri!" berontak Katie. Namun James tetap menahannya bahkan semakin erat sehingga tubuh Katie begitu menempel dengan tubuh James.
__ADS_1
Katie bisa merasakan aroma wangi tubuh James yang lembut dengan sangat jelas karena tidak ada jarak antara mereka berdua. Sesaat Katie terbuai dengan situasi yang terjadi dan merasakan sensasi nyaman saat berada di gendongan James. "andaikan kau bisa bersikap sedikit lebih baik, mungkin aku bisa jatuh cinta padamu" gumam Katie dalam hati saat sekilas menatap wajah James yang tampan. Hidungnya yang mancung, matanya yang berwarna biru jernih dan bibirnya yang penuh membuat wajahnya terlihat sangat sexy. "ahhh Katie, apa yang sedang kau pikirkan!" ia berbicara pada dirinya sendiri di dalam hati.
James membaringkan Katie di tempat tidur kamar tamu "ini adalah kamarmu" kata James datar sambil keluar dari kamar. Tidak lama setelahnya James kembali masuk ke dalam kamar tamu sambil membawa kotak obat. "mau apa kau?" Katie menarik kakinya. "tentu saja mengobati kakimu, memangnya kau pikir aku mau mencangkul?" James menarik kaki Katie dan menumpangkan dipahanya "diam, jangan banyak bergerak" James menepuk bagian kaki yang tidak sakit agar Katie berhenti bergerak-gerak. Lagi-lagi Katie merasakan sensasi berbeda, jantungnya terasa berdetak lebih cepat. "Katie, kau ini kenapa!?" Katie mengomel pada dirinya sendiri dalam hati.
"ternyata kau bisa baik juga ya?" Katie menyindir James yang sedang sibuk mengolesi balsem pada kakinya yang keseleo. "memangnya kau pikir aku ini jahat apa? tentu saja aku ini baik, sangat baik malah, otakmu saja yang bodoh sampai tidak tau kalau aku ini pria yang baik!" seloroh James. "dasar dosen dungu!" celetuk Katie lirih. "apa katamu?" James melotot mendengarnya. "tidak, bukan apa-apa" Katie membalas dengan cuek. "dasar gadis bodoh!" James mengoleskan kaki yang cedera dengan sedikit penekanan karena sebal dikatakan dungu. "awwww pelan-pelan, sakit!" Katie berteriak protes.
__ADS_1
Keesokan paginya Katie bangun dari tempat tidur dengan rasa nyeri yang teramat sangat pada pergelangan kakinya. Ia berusaha berdiri dengan tegak namun setiap kali kakinya menapak rasanya seperti tersambar listrik bertegangan tinggi "awwwwww" Katie berteriak. James yang mendengar Katie berteriak ketika sedang menyiapkan sarapan di dapur langsung berhenti dan berjalan menuju kamar melihat keadaan Katie.
"kau kenapa?" tanya James sambil menatap ke arah Katie yang sedang berada di depan pintu kamar. "aku hanya ingin mengambil koperku dari ruang TV" jawab Katie sambil terus berjalan merambat ke arah yang dituju. Sementara James menatap kaki Katie yang bengkak dan berwarna ungu. "apa kakimu masih sakit?" tanya James cemas karena secara tidak langsung ialah yang membuat Katie terjatuh dan cedera seperti ini. "kau lihat saja sendiri" Katie menjawab sekenanya.
"kau tetaplah di kamar, biar aku yang ambilkan" kemudian James menggendong Katie dan mendudukkannya di atas kasur. Tidak lama setelah James keluar kamar, ia kembali lagi sambil menarik sebuah koper yang cukup besar "apa yang kau butuhkan?" tanya James sambil membuka isi kopernya di lantai. "stopppppp" Katie berteriak ketika beberapa pakaian dalamnya menyembul di bagian paling atas saat kopernya dibuka secara lebar oleh James. "kenapa kau lancang membukanya? aku kan tidak memintamu membuka koperku!" Katie terlihat merah padam karena James sudah melihat isi kopernya. "memangnya kenapa? kau pikir aku nafsu melihat pakaian dalammu ini? ini terlalu kecil dan bukan tipeku!" James mengangkat sebuah bra berwarna merah dan melemparkannya kembali ke dalam koper. "Sudahlah, kau membuang waktuku saja!" ujar James sambil berjalan keluar kamar menuju dapur untuk melanjutkan menyiapkan sarapan pagi.
__ADS_1
Meskipun James terlihat biasa saja, namun pada kenyataannya ia merasa deg-degan dan grogi saat tadi memegang pakaian dalam milik Katie "come on James, ada apa denganmu!" gerutu James pada dirinya sendiri di dalam hati sambil terus memegang dadanya yang masih bergemuruh dengan kencang.