Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 31


__ADS_3

Hujan lebat mengguyur ibukota dan sekitarnya termasuk Alexbad sejak tengah malam hingga pagi hari. "apa kau yakin tidak mau kami antar ke DeModel.corp?" tanya James pada adik iparnya. "tidak usah kakak ipar, aku bisa sendiri, lagi pula halte busnya sangat dekat dengan rumah dan kantor, jadi aku pasti baik-baik saja" Marie menolak tawaran yang diberikan oleh James karena takut merepotkan.


Setelah menyelesaikan sarapannya dan berpamitan pada semua orang di rumah, Marie berjalan menyusuri jalan setapak di depan rumahnya menuju halte bus. Tidak butuh waktu yang lama untuk ia tiba di halte dan mendapatkan bus yang dimaksud untuk mengantarkannya ke tempat magang.


Setibanya di kantor tempatnya magang, Marie langsung berjalan menuju lift khusus presdir. "maaf sebentar" ujar Marie yang kemudian berlari kecil mengejar supaya lift tidak tertutup. "selamat pagi Bu presdir" Marie memberi salam. "pagi Marie, kenapa kau basah semua seperti ini?" presdir menjawab salam Marie dan menatap tubuhnya yang basah kuyup karena kehujanan sepanjang jalan dari halte bus. "saya kehujanan Bu" Marie menjelaskan dengan singkat. "kenapa tidak berteduh dulu?" Monica bertanya kembali. "nanti saya bisa telat Bu kalau neduh dulu" Marie menjawab kembali dan jawaban itu sangat disukai Monica, karena lebih memilih basah kuyup dibandingkan terlambat. "berkarakter!" ujar Monica dalam hatinya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Katie?" sebuah suara terdengar dari seorang pria yang menyapa dirinya dengan nama saudara kembarnya. Ini sudah sering terjadi, banyak orang baru yang tidak mengenal triplet dengan baik akan salah mengenali. "kau Katie kan?" tanya pria itu lagi. "maaf saya bukan Katie, saya Marie" jawab Marie dengan senyum malu karena pria yang menyapanya ternyata sangat tampan, bahkan lebih tampan dari kekasihnya sendiri Reuben. "no way, Katie kau bercanda pasti!?" Mark tidak percaya dengan apa yang diucapkan Marie.


"kau ini kenapa Mark? dia ini Marie, asisten pribadiku yang baru!" ujar Monica gemas karena melihat adiknya yang ngotot memaksa Marie menjadi Katie. "wait kak, lihat ini, bukan kah ini foto pernikahanmu?" kemudian Mark menunjukkan foto pernikahan James dan Katie kepada Monica dan Marie. "saya memang berada didalam foto itu pak, tapi bukan sebagai pengantin, coba bapak lihat yang dibelakang pengantin, lebih tepatnya yang ada dibelakang pengantin pria, itu saya" Marie menjelaskan sambil tersenyum geli. "oh no!!!" Mark baru menyadari bahwa ada tiga wajah yang sangat identik difoto itu. "jadi kau?" Mark menatap tajam wajah Marie. "saya Marie, saudara kembar Katie" Marie menjelaskan kepada Mark.


TING, kemudian pintu lift terbuka. Marie mempersilahkan kedua bosnya berjalan terlebih dahulu. "Siapkan seluruh berkas yang akan aku kerjakan hari ini" Monica memerintahkan Marie sambil berjalan menuju ruangannya. "baik Bu, segera saya siapkan" ujar Marie sebelum bosnya masuk ke dalam ruangan kerjanya.

__ADS_1


"ngomong-ngomong, jadi kau ini adik iparnya James?" tanya Monica lagi saat Marie sedang mengambil baju di lemari. "benar Bu" Jawab Marie singkat. "lalu kenapa kau tidak bilang padaku?" Monica kini menyelidiki Marie dengan seksama. "bilang bagaimana Bu?" Marie tampak bingung dengan kata-kata bosnya. "kau itu kan adiknya James, seorang pengacara tersohor di negeri ini, seharusnya kau bisa bilang dari awal supaya aku bisa menempatkanmu diposisi yang tepat!" Monica gemas dengan keluguan Marie. "ohhhhh, itu, saya memang sengaja tidak bilang karena saya ingin melakukan semua berdasarkan kemampuan yang saya miliki Bu. Meskipun kak James itu tersohor dan kaya raya, tapi itukan beliau, sementara saya ini hanya seorang Marie, mahasiswa magang yang sedang mencari ilmu, jadi saya ingin ilmu yang saya dapat murni karena saya, bukan karena siapapun termasuk kakak ipar saya" jelas Marie panjang lebar. "so characterize!!" ujar Monica sambil tersenyum puas.


Mark yang ada di ruangan itu, mendengarkan dengan seksama percakapan antara Monica dan Marie sambil berdecak kagum. Ia tidak menyangka bahwa masih ada seorang gadis, yang berpikiran seperti ini. Kebanyakan wanita yang ditemuinya adalah wanita manja yang hanya mengandalkan harta orang tuanya untuk kesenangan pribadi.


"Bu kalau begitu saya permisi dulu keluar" Marie keluar dari ruangan dengan membawa pakaian pinjaman dari bosnya.

__ADS_1


"hey! kenapa kau senyum-senyum sendiri?" tanya Monica kepada adiknya sesaat setelah Marie pergi. "aku kagum dengan kedua saudara kembar ini, kau tau kak? mereka berdua itu sangat unik, tidak seperti wanita kebanyakan yang selalu berusaha menonjolkan harta orang tua. Dulu aku sempat dibuat kaget juga oleh Katie saat mengetahui bahwa gadis sederhana yang ku kenal itu ternyata menjadi istri sahabatku yang sangat kaya dan tersohor, dan sekarang aku dibuat kaget lagi oleh kembarannya, luar biasa!!" Mark masih tidak percaya.


__ADS_2