Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 28


__ADS_3

Sudah satu Minggu setelah pernikahan James dan Katie berlangsung. James dan Katie yang disibukkan oleh kegiatan masing-masing jarang sekali bersama. James berangkat kerja sebelum Katie bangun dan pulang saat Katie sudah tidur. Sementara Katie yang sudah tidak terikat kontrak kerja dengan James sebagai asisten pribadi, lebih banyak menghabiskan waktunya untuk kuliah dan nongkrong di toko buku yang ada di mall dekat kampusnya.


"kau hari ini mau ke toko buku lagi?" tanya Oddie ke Katie saat mereka berjalan keluar kelas ketika pelajaran sudah selesai. "iya" Jawab Katie singkat. "aku ikut boleh ya?" tanya Oddie kepada Katie. "tentu saja boleh" Katie merasa senang karena biasanya ia hanya sendirian. Oddie yang ingin membeli sebuah buku kemudian berjalan mengikuti Katie yang sudah lebih dulu berjalan menyusuri jalan setapak.

__ADS_1


"Oddie, aku lapar, apa kau mau menemaniku makan dulu sebelum ke toko buku?" tanya Katie pada temannya itu. "kau mau makan apa? biar aku traktir, hitung-hitung aku membayar denda untuk pernikahanmu karena aku tidak bisa datang" Oddie menanyakan kepada Katie. "apa saja yang penting kenyang dan murah" jawab Katie yang memang tidak pernah memilih-milih makanan. "so sweet, kau ini pengertian sekali jadi teman, tau saja kalau aku lagi miskin!" kata Oddie sambil mencubit pipi Katie. "memangnya kamu pernah kaya?" seloroh Katie. "enggak juga sih, begini terus setiap hari!" Oddie menggaruk kepalanya karena malu "hahahaha,, dasar kau ini, ayo aku sudah lapar!" ajak Katie, kemudian mereka berjalan mencari tempat makan yang dianggap bisa bikin kenyang dan juga murah.


Katie dan Oddie yang sedang makan dengan lahap sambil ngobrol seru tentang perkuliahan mereka tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sejak tadi telah mengikuti dan mengawasi mereka dari jauh. "aku sepertinya tidak kuat berjalan, perutku kenyang sekali!" Katie mengelus perutnya yang penuh. "lagian salah sendiri, kenapa kau makan seperti orang kesetanan saja!?" seloroh Oddie. "ishhhh kau ini, namanya juga ditraktir ya wajarlah kalo aku ambil kesempatan sekalian hehehehe!" Katie tertawa lepas. "dasar kau ini!" Oddie berpura-pura menggerutu mendengar celotehan temannya itu.

__ADS_1


"sooo,,, ceritakan padaku, apa yang membuatmu membeli buku ini?" tanya Katie menyelidik pada temannya itu. "apa kau tau, aku ini selalu sial, setiap kali mendekati seorang gadis, pasti selalu gagal!" Oddie meratapi nasibnya. "uuuhhhh kasiannnn!" Katie kemudian mengelus-elus kepala Oddie dengan mimik meledek. "ahhhh kau ini, aku serius tau!" Oddie cemberut karena kesal dengan ulah Katie yang meledeknya. "iya maaf dehh,, maaffff" Katie kini melihat wajah Oddie yang benar-benar terlihat sedih. "dengarkan aku Oddie suatu saat nanti, jika waktunya sudah tiba, jodohmu pasti akan datang, kau tidak perlu bersusah payah mengejarnya, percayalah!" kini Katie menggenggam tangan sahabatnya itu. "terima kasih katie" kemudian Oddie memeluk Katie. Sementara ditempat yang tidak begitu jauh, seseorang yang terus mengamati dari awal mereka pergi ke mall berjalan mendekat.


"pak James!?" Katie menatap ke arah suaminya yang berwajah datar. "selamat sore pak" ujar Oddie dengan gugup melihat dosen sekaligus suami temannya itu yang tiba-tiba muncul. "apa kalian sudah selesai?" tanya James sambil menatap tajam ke arah Katie. "sudah pak, aku sudah mendapatkan bukunya" Oddie yang menyadari bahwa dosennya sedang cemburu langsung memberi kode kepada Katie untuk segera pulang. "ayo kita pulang" James berkata dengan masih menatap Katie tajam.

__ADS_1


__ADS_2