Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 55 JANIE


__ADS_3

Keesokan harinya semua kerabat berkumpul di restoran hotel yang sudah dipesan khusus oleh Monica untuk sarapan bersama sebelum mereka kembali pulang ke rumah masing-masing.


"Janie, ada yang ingin mengobrol denganmu" kata ayah kepada Janie.


"duduklah disini nak" Cedric memanggil Janie untuk duduk disampingnya.


"apa kau mengenalku?" tanya Cedric kepada Janie.


"iya, tentu saja aku kenal, Anda kan Prof.Cedric ayah dari kak Charlie" jawab Janie.


"betul, ternyata kau sudah tau siapa kami" Cedric tersenyum senang karena gadis yang diharapkan menjadi menantunya mengenal dirinya.


"ngomong-ngomong bagaimana pendapatmu tentang Charlie?" tanya Cedric kepada anak sahabatnya itu.


"sejujurnya aku tidak begitu mengenal kak Charlie, karena kami jarang berinteraksi" jawab Janie sambil tersenyum.


"dasar anak itu sombong sekali, gadis secantik inipun tidak dihiraukannya" gerutu Cedric.


"emmmm sebenarnya kak Charlie baik Paman, tidak sombong, hanya saja karena kami memang tidak terlalu dekat, jadi hanya menyapa seperlunya saja" Janie merasa tidak enak hati karena ayah Charlie berasumsi bahwa anaknya sombong.


"apa dia tampan?" tanya Cedric menyelidik lebih dalam.


"kenapa Paman bertanya seperti itu?" Janie bingung harus berkata apa, karena menurutnya Charlie adalah pria yang sangat tampan, bahkan Janie sudah sangat mengagumi ketampanannya sejak pertama kali mereka bertabrakan di depan toilet saat pernikahan Katie dan James berlangsung beberapa bulan lalu.


"bagaimana kalau kau aku jodohkan dengan Charlie?" Cedric menatap dengan intens wajah gadis yang ada disampingnya.

__ADS_1


"Paman!?" Janie memanggil Cedric dengan lirih karena semakin bingung dengan pertanyaan yang diberikan oleh Cedric.


"aku sudah meminta ijin kepada Ayah dan ibumu untuk bisa melamarmu menjadi menantuku dan mereka mengijinkannya asal kau setuju" Cedric menjelaskan.


"ayah!?" Janie menatap wajah ayahnya dengan tatapan bingung.


"semua terserah padamu nak, kami sebagain orang tua hanya mendukung yang terbaik, bukankah tadi kau bilang bahwa Charlie adalah pria yang baik?" ayah memberi pengertian kepada anaknya.


"apakah kak Charlie sudah mengetahui tentang rencana ini?" Janie masih belum bisa menjawab apapun sebelum mengetahui jawaban dari Charlie.


"tentu aku sudah bilang padanya dan dia pasti akan menuruti semua permintaan orang tuanya, karena dia anak yang baik" kata Cedric.


"bolehkah aku berfikir dulu beberapa saat?" Janie terlihat sangat ragu, karena pertanyaan ini sangat mendadak.


"tidak apa-apa, kau berpikirlah dulu, Minggu depan kami akan berkunjung ke rumah kalian untuk membahas ini lebih dalam lagi" kata Cedric.


"tentu saja boleh nak!" kata Cedric dengan senyum ramah.


..........


Kediaman keluarga Adams, "no way ayah, aku tidak mau dijodohkan!" Charlie menolak keras perjodohan yang dilakukan oleh ayahnya.


"Charlie Adams!! mau sampai kapan kau menunggu gadis sialan itu?" kata Cedric kepada putranya.


"dia punya nama ayah, Vicky namanya!" Charlie kesal karena ayahnya tidak pernah suka dengan gadis pilihannya.

__ADS_1


"terserah aku tidak peduli! pokoknya Minggu depan aku ingin kita datang melamar ke rumah keluarga Peteroy! ini bukan tawaran tapi perintah! dan kau tau apa akibatnya kalau tidak mengikuti perintah ku!" Cedric memberikan ultimatum.


"dad!?" Charlie berusaha protes walupun ia tau itu tidak akan berhasil karena pasti akan berpengaruh pada karirnya di rumah sakit. Ayahnya mengancam bahwa ia akan dipecat dari jabatan direktur dan tidak akan menerima hak apapun sebagai anak jika tidak mau menerima perjodohan ini.


..........


Kediaman keluarga Peteroy, "kami hanya ingin yang terbaik bagi kalian, Katie dan Marie sudah mendapatkan jodoh yang terbaik, sekarang fokus kami adalah untuk mencari yang terbaik juga bagimu nak!" ibu membantu menjelaskan tujuan perjodohan ini.


"ayah tidak akan memaksamu jika memang kau tidak mau, namun kami memang berharap sangat besar kau menerimanya, karena kami yakin Charlie bisa membuatmu bahagia kelak" timpal ayah.


"baiklah, akan aku pikirkan dulu" Jawab Janie. Hatinya sangat bimbang, disatu sisi ia sangat senang karena pria yang dia sukai akan dijodohkan dengannya, namun disisi lain dia takut kalau Charlie tidak menyukainya dan menolaknya.


Janie yang masih bingung akhirnya meminta pendapat dua saudara kembarnya. Mereka sengaja bertemu di sebuah cafe di ibukota sepulang kuliah.


"bagaimana pendapat kalian?" tanya Janie kepada Katie dan Marie.


"menikah bukan saja menyatukan dua Manusia, tapi juga dua keluarga. Kau lihatkan bagaimana ayah mertuaku dan Kak Monica yang kini menjadi bagian keluarga kita juga?" kata Katie.


"benar, aku setuju, aku dengar banyak orang di luar sana sering berkelahi dengan keluarga suaminya karena mereka tidak diterima dengan baik di dalam keluarga. Jadi kalau kau dipinang oleh keluarga calon suamimu, sudah dipastikan nanti kau akan sangat disayang" Marie menyetujui perkataan Katie.


"cinta bisa dipupuk setelah menikah, percayalah bahwa kak Charlie akan mencintaimu, dia itu pria yang baik, dia tidak akan tega melukai perasaanmu" Katie memberi nasehat, karena dirinya sudah terlebih dahulu mengalami pernikahan tanpa cinta dengan suaminya James.


"kau lihat saja kak Mark, playboy yang dulu tidak suka terikat, sekarang bisa berubah menjadi seperti anak kecil yang manja" Marie juga membayangkan suaminya Mark yang berubah drastis karena kekuatan cinta mereka.


"kami akan selalu mendukungmu, kalau kau membutuhkan bantuan, kau hanya perlu menghubungi kami" Katie memegang erat tangan Janie.

__ADS_1


"lagi pula kalau kau menikah dengan kak Charlie, artinya kita akan kembali tinggal berdekatan, kan rumahnya satu komplek dengan rumah suami kami" Marie memberi keyakinan lagi agar Janie semakin mantab.


"terima kasih, kalian sudah selalu mendukungku" Janie memeluk dua saudaranya karena terharu. Ia akhirnya mau mencoba membuka diri untuk Charlie.


__ADS_2