
Setibanya mereka di rumah, James langsung menarik tangan Katie menuju ke dalam kamar. "pak anda itu kenapa?" Katie yang bingung dengan sikap James langsung berkacak pinggang. James yang masih emosi kemudian mendorong Katie ke arah tempat tidur dan langsung mencium bibir Katie dengan kasar. Katie yang tidak terima lalu mendorong James menjauh darinya "Anda ini kenapa? kenapa tiba-tiba bersikap seperti ini padaku?" Katie kesal dengan sikap James yang tiba-tiba kasar dan membabi buta padanya.
__ADS_1
"jangan pernah berjalan dengan pria lain lagi!" James menatap Katie dengan tajam. "kenapa Anda seperti ini? apa anda cemburu pada Oddie?" Tanya Katie yang masih heran dengan sikap suaminya. "ya, aku cemburu, aku tidak suka kalau istriku bersama dengan laki-laki lain selain aku!" James berbicara dengan suara yang menahan emosi. "tapi kenapa Anda.." belum sempat Katie melanjutkan pertanyaannya, James sudah kembali mencium bibirnya dan tidak melepaskannya beberapa waktu. "I love you" bisik James kemudian ditelinga Katie setelah melepaskan ciumannya. Katie yang mendengar pernyataan suaminya hanya bisa bengong tidak percaya dengan apa yang diucapkan barusan. "jangan pernah berpaling dariku, aku bisa gila kalau melihatmu bersama dengan laki-laki lain" James kemudian mengecup pipi Katie dan menatapnya dengan lembut. "Will you be my real wife?" James kemudian membelai rambut Katie yang masih berbaring dibawah tubuhnya. Katie yang masih syok dengan pernyataan suaminya hanya bisa tersenyum dan membalas dengan membelai wajah suaminya.
__ADS_1
James yang merasa sudah mendapat lampu hijau dari istrinya langsung menyatukan diri mereka. Sepanjang sore hingga waktu makan malam mereka memadu kasih. Katie yang baru mendengarkan pernyataan cinta dari suaminya merasa sangat berbunga-bunga. Ia sangat bahagia mengetahui bahwa pria tampan yang selama ini selalu bersikap dingin padanya ternyata menyimpan rasa cinta dan cemburu kepadanya.
__ADS_1
"jadi mau kan kau menjadi istriku selamanya?" tanya James untuk memastikan jawaban Katie. "kalau aku tidak mau, mana mungkin aku menyerahkan diriku kepadamu!?" jawab Katie yang membuat James bahagia karena istrinya memberikan hal yang paling berharga hanya untuk dirinya. "i love you honey" James kemudian mencium bibir mungil Katie dan melanjutkan tugasnya sebagai seorang suami yang harus memberikan nafkah batin kepada sang istri. Mereka pun memadu kasih sampai tengah malam tanpa kenal lelah.
__ADS_1
"pak, aku lapar, ayo kita makan" ujar Katie yang sudah lelah melayani suaminya. "tunggu dulu!" James menarik Katie yang ingin beranjak dari tempat tidur. "kenapa?" tanya Katie. "mulai sekarang, jangan panggil aku dengan sebutan bapak lagi" James menatap istrinya dengan lembut. "lalu aku harus panggil apa?" Katie merasa canggung dengan permintaan suaminya. "sayang!" James tersenyum bangga. "emmmm, kenapa terdengar aneh ya??" Katie menggaruk kepala. "memangnya kenapa?" tanya James kemudian. "dulu kita kan musuhan, aku sering mengumpatmu dengan julukan yang aneh-aneh, lalu sekarang aku malah harus memanggil sayang, itu seperti hihihihi" Katie tertawa cekikikan membayangkannya. "jadi kau tidak mau memanggilku dengan sayang?" James menunjukkan wajah cemberut nya. "tentu saja aku mau sayang" Katie kemudian mengecup bibir James yang sudah manyun karena cemberut. "nah gitu dong" James membalas kecupan istrinya. "ayo kita makan!" Katie menarik suaminya berdiri dari tempat tidur karena sudah sangat lapar.
__ADS_1