Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 43


__ADS_3

Tanpa di sadari oleh yang lainnya, Mark ternyata sudah menyimak obrolan yang terjadi diruang makan antara triplet dan juga James sejak beberapa saat lalu. Ia bisa langsung masuk karena sudah dipersilahkan oleh ibu dan ayah yang sedang duduk di halaman depan. "Masuklah, yang lain sedang berkumpul di ruang makan" Kata Ibu saat Mark baru tiba tadi.


"Kak Mark!?" Katie terkejut melihat sosok Mark yang berdiri mematung di depan pintu ruang makan.


"Ternyata gini toh kelakuan kalian di belakangku? apa sebegitu populernya aku sampai kalian menggosipkanku dibelakang?" seloroh Mark seolah-oleh dia terlihat baik-baik saja setelah mendengar pernyataan Marie tentang dirinya baru saja.


"Hey, kalau kau populer, seharusnya Marie mau denganmu, tapi buktinya baru saja kau ditolak mentah-mentah olehnya!" James mencibir Mark sambil tertawa.


"Sayang!!" Katie menepuk pundak James karena suaminya berkata dengan keterlaluan.


"Ah mana aku peduli, toh Marie ini adik kecilku, jadi mana mungkin kami berpacaran, yakan Marie?" Mark kemudian merangkul bahu Marie membuat Marie semakin canggung.


"Ngomong-ngomong aku sangat lapar, apa kau punya makanan untukku?" tanya Mark untuk mengalihkan pembicaraan kepada Marie sambil masih dengan merangkul bahunya.


"Ini, tadi aku beli pizza di mall" Marie menyodorkan sekotak besar pizza ke arah Mark.


Sambil makan pizza, Triplet, James dan Mark mengobrol panjang lebar tentang kehidupan sehari-hari mereka hingga akhirnya ponsel Mark berdering.

__ADS_1


"Kau dimana?" tanya Monica karena sudah sehari semalam Mark tidak pulang ke rumah. "Aku di Alexbad bersama James dan keluarga Marie" jawab Mark.


"kenapa kau tidak mengajakku?" gerutu Monica sebal ketika mengetahui adiknya menyusul Marie ke rumah orang tuanya tanpa mengajak dirinya. "ya sudah kau kemari saja sekarang!" Mark menjawab Monica dengan asal.


"kau mau menginap?" tanya Monica. "memangnya kenapa?" Mark bertanya balik.


"kalau kau menginap aku juga mau ikut menginap" Monica berharap adiknya menjawab iya. "aku tanya dulu sebentar" kemudian Mark bertanya kepada semua orang yang ada di ruangan termasuk ayah dan ibu yang sudah masuk ke dalam ruang makan.


"iya, kita boleh menginap" jawab Mark. "oke aku kesana sekarang bersama supir" Monica merasa sangat senang.


Monica datang diantar oleh supir pribadinya "bapak pulang saja , biar saya besok pulang bersama dengan Mark" perintah Monica kepada supirnya mengingat rumah Marie kecil dan tidak ada kamar khusus untuk tamunya.


"Bu Monica kenapa repot-repot segala?" Ibu merasa tidak enak hati karena Monica membawa banyak cemilan dan minuman dingin. "tidak apa-apa Bu, kan saya yang malah merepotkan karena datang kesini untuk nginep" Monica mengutarakan rasa tidak enaknya.


"Jangan bilang seperti itu, saya dan ayahnya senang kalau banyak yang berkunjung, karena sejak kami menikah, jarang kerabat yang datang berkunjung" Kata Ibu sambil mengajak Monica masuk.


Setelah menurunkan barang-barangnya, Monica langsung bergabung dengan yang lain untuk bercengkrama hingga waktunya makan malam. Ayah dan ibu sangat bersuka cita karena keluarganya bisa berkumpul seperti dulu, ditambah lagi kehadiran menantunya James, serta Monica dan Mark yang tidak lain adalah anak dari sahabat mereka waktu muda dulu.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong bagaimana komposisi tidur kalian nanti? tanya ibu. "bagaimana kalau Marie dengan kak Monica, aku dengan Janie, dan Kak James dengan kak Mark?" Katie menjelaskan pikirannya. "ide yang bagus" kata Marie setuju.


"sayang kau tega membuat aku tidur sendiri?" James menggerutu. "hey man, kau kan tidur denganku!" Mark melirik James dengan kesal karena tidak dianggap.


"iya, tapi kau tidak ada manfaatnya sama sekali!" James berkata. "siapa bilang? aku ini sangat lihai!" Mark kemudian mulai meraba punggung James dengan seringai menggoda.


"kau ini menjijikan sekali! kalau pun aku mau selingkuh, aku pasti akan memilih yang tulen, mana ada aku pilih batangan!" James menatap jijik ke arah sahabatnya itu dan disambut tawa oleh yang lain.


"kak Mark nanti malam jangan ganggu suamiku ya, kau harus layani dia dengan baik!" Katie menggoda suaminya. "sayang! kau kenapa malah menjerumuskan aku!?" James menggerutu manja, membuat Katie langsung mengelus pipi suaminya dengan gemas.


"uhhhhh gemes banget kalian ini!" Monica merasa senang dengan interaksi James dan Katie. "andaikan pria bujang lapuk di depanku ini bisa segera menyusul, pasti aku akan sangat bahagia karena jadi bisa punya adik perempuan!" Monica menatap sinis kepada adiknya. "kak, kenapa jadi aku yang kau sindir?" Mark protes dengan sikap kakaknya.


"kenapa kakak tidak Carikan saja untuknya?" seloroh James. "sebenarnya aku sudah ada calon untuknya, tapi entahlah, apakah mau atau tidak!" Monica kemudian tersenyum manis.


Marie yang mendengar bahwa Monica sudah mendapatkan calon untuk Mark merasa sangat sedih, entah kenapa dilubuk hatinya ia merasa tidak suka dengan kata-kata Monica barusan. "sadarlah Marie, kau ini hanya asisten pribadi, jangan bawa perasaanmu saat bekerja" Marie memperingatkan dirinya sendiri.


Sepanjang malam, Marie terus memikirkan apa yang dikatakan oleh Monica tentang perjodohan Mark dengan gadis pilihannya. Ia berusaha untuk mengalihkan pikirannya, namun semakin dia alihkan, rasanya makin gelisah dan sedih. "aku ini kenapa sih?" tanya Marie pada dirinya sendiri di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2