Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 84


__ADS_3

"Terima kasih Fredy, sekarang kau boleh pulang, katakan pada ibu bahwa kami akan baik-baik saja di sini!" August berbicara pada Fredy setibanya mereka di sebuah rumah sederhana di Alexbad, kampung halaman Rossie.


Saat Rossie dan August bersiap-siap untuk keluar dari rumah keluarga Peteroy, nyonya besar sengaja meminta Fredy mengantarkan anaknya kemanapun mereka akan tinggal kelak. Nyonya besar ingin memastikan bahwa August baik-baik saja meskipun sudah keluar dari rumah. Ia juga ingin membuktikan bahwa meskipun ayahnya menentang, namun restu ibu selalu menyertai mereka.


"Tuan, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Rossie duduk dihadapan August.


"Kita akan menikah secepatnya!" August menggenggam tangan Rossie.


"Tapi kita tidak punya apa-apa sekarang!" Rossie terlihat cemas.


"Oh ini aku lupa bilang padamu, aku sudah diterima menjadi dosen di Alexbad University dan sudah resmi menjadi pegawai negeri!" August menyodorkan selembar surat pengangkatan dirinya sebagai seorang dosen di Universitas terbaik di Alexbad.


"Ini juga, aku sudah membeli rumah ini untuk kita tinggali setelah menikah nanti!" August kembali menyodorkan akte tanah kehadapan gadis pujaannya.


"Tuan!?" wajah Rossie bahagia, ia sangat bangga pada lelaki dihadapannya, meskipun ditentang oleh ayahnya, namun ia tetap membuktikan bahwa dirinya bertanggung jawab terhadap calon istrinya kelak.


"Maaf kalau rumah ini tidak semewah rumah orang tuaku dan pekerjaanku juga tidak akan menghasilkan banyak uang seperti pekerjaanku di perusahaan ayahku!" August menunjukkan wajah sesalnya.

__ADS_1


"Tidak tuan, jangan berkata seperti itu, aku bahagia, bagiku ini sudah lebih dari cukup, melihat anda begitu penuh tanggung jawab dan berani mengambil resiko saja sudah membuatku sangat bahagia. Terima kasih!" Rossie memeluk August.


.........


Setelah melamar Rossie melalui paman dan juga neneknya, akhirnya hari pernikahan mereka pun tiba.


"Terima kasih sudah mau berjuang bersamaku!" August mengecup kening istrinya.


"Aku yang harus berterima kasih pada tuan karena sudah mau berkorban untukku!" Rossie tersenyum.


"Hey, bisakah kau merubah panggilan ku menjadi sayang? sekarang aku suamimu, bukan majikannya lagi!" August menatap istrinya.


"Kau mau apa?" Rossie terkejut saat suaminya mengangkat tubuhnya dan membaringkannya di tempat tidur.


"Kita akan segera membuat August dan Rossie junior!" August berbisik di telinga Rossie, membuat gadis itu bergidik geli.


"Sayang, kenapa tanganmu memegang ini!" Rossie yang masih polos merasa kegelian saat suaminya menggerayangi tubuhnya.

__ADS_1


"Diamlah, aku harus melakukan tugasku!" kemudian August mulai melucuti satu persatu pakaian mereka.


Suara nafas dan erangan terdengar sepanjang malam, kebahagiaan mereka rasakan hingga akhirnya mereka terlelap dalam tidur sambil berpelukan erat.


..........


Setahun kemudian, bayi mungil kembar tiga lahir dari rahim Rossie. Mereka diberi nama Katie, Marie dan Janie. Lengkap sudah kebahagiaan August dan Rossie. Meskipun tanpa kehadiran orang tua, namun pernikahan mereka selalu diwarnai dengan tawa dari tiga gadis kecil nan ceria.


"Terima kasih sayang kau sudah memberikan ku tiga malaikat kecil ini!" August menciumi wajah istrinya yang baru saja selesai merapikan dasi di leher suaminya.


"Aku yang harusnya berterima kasih, kau sudah memberikan segalanya bagiku dan anak-anak!" Rossie mengelus pipi suaminya.


"I love you!" bisik August.


"I love you too" balas Rossie.


Mereka pun menjalani kehidupan rumah tangga hingga kurang lebih dua puluh tahun dengan rukun dan saling mencintai.

__ADS_1


FLASH BACK OFF


__ADS_2