
Hampir dua Minggu setelah Marie memberi kesempatan pada Mark dan membuka hatinya untuk menjalin kasih lagi. Marie terlihat semakin mantab dan terbiasa dengan kehadiran Mark disisinya sebagai pria yang akan mendampingi hidupnya kelak.
"sayang maafkan aku, nanti sore aku tidak bisa menjemputmu, aku ada meeting dengan klien, nanti biar supir kantor yang akan menjemputmu ya?" Mark berkata kepada Marie saat mereka berangkat bersama dipagi hari.
"Kak, aku sudah tidak sakit lagi, lihatlah, lukanya sudah kering" Marie menunjukkan bekas luka terjatuhnya kepada Mark.
"tetap saja, mulai saat ini aku mau kita terus bersama, kalaupun aku tidak bisa menjagamu, maka aku akan memastikan kau tetap aman saat aku tidak ada didekatmu" Mark mengelus pipi Marie sambil menyetir mobil.
"Uh so sweet" Marie berkata dengan suara yang dibuat-buat seperti anak kecil, kemudian mencubit pipi Mark dengan gemas.
"Aku akan memastikan semua pekerjaanku beres sebelum akhir Minggu ini, jadi nanti kita bisa ke Alexbad bersama lagi seperti dua minggu lalu" Mark menjelaskan alasannya lembur untuk meeting dengan kliennya.
"Siap pak Presdir" jawab Marie sambil tersenyum melihat betapa Mark kini sudah sangat berubah menjadi lebih bertanggung jawab dan dewasa.
Setibanya di kantor, Mark langsung mempersiapkan meeting penting yang sudah di rencanakan sebelumnya. "Pak, tamunya sudah datang" kata asisten pribadi Mark memberitahu.
__ADS_1
"Tolong siapkan semuanya, kita akan memulai proyek besar ini sebentar lagi" kata Mark kepada asistennya. Ini adalah proyek besar pertama yang ia pimpin setelah Monica menyerahkan jabatan Presiden direktur kepadanya.
Mark memasuki ruang rapat yang berada tepat di depan ruang kerjanya, disana sudah duduk seorang wanita yang sangat cantik dan anggun menunggu kedatangan Mark sejak beberapa waktu lalu.
"Selamat pagi, perkenalkan saya Mark" Mark mengulurkan tangannya ke arah wanita yang ada di depannya. "Angel" kata wanita cantik itu sambil tersenyum ramah. "silahkan duduk" Mark kemudian mempersilahkan tamunya untuk duduk di kursi rapat yang tepat berhadapan dengannya.
"Jadi bagaimana konsep yang Anda tawarkan kepada perusahaan kami?" tanya Mark memulai perbincangan bisnisnya. Seperti yang sudah diduga olehnya, bahwa meeting yang dilakukan ini akan memakan waktu yang cukup panjang karena banyak konsep yang dijabarkan dan juga sangat detail.
Ketika jam menunjukkan pukul dua belas siang, Mark menghentikan pekerjaannya dan mengajak kliennya untuk istirahat dan makan siang. "Kita lanjutkan nanti, mari makan siang dulu" Mark kemudian mengajak kliennya ke sebuah restoran mewah yang berada di lantai bawah kantornya.
"Pasti wanita yang menjadi calon istri Anda sangat beruntung memiliki calon suami yang hebat seperti Anda" Angel memuji Mark.
"Anda salah, justru sayalah yang sangat beruntung karena mendapatkan calon istri yang luar biasa seperti dirinya" Mark menyanjung Marie di hadapan kliennya.
"Bagaimana dengan Anda? apakah Anda sudah menikah?" tanya Mark balik kepada Angel.
__ADS_1
"Saya masih mencari, tapi sayangnya belum ketemu" jawab Angel.
"Pasti banyak pria yang ingin menjadi pasangan Anda, selain cantik, tapi juga cerdas" puji Mark kepada Angel.
"Tapi sayangnya tidak ada yang sesuai dengan kriteria saya" jawab Angel sambil tersenyum manis kepada Mark.
"Memangnya seperti apa kriteria pria yang Anda sukai?" tanya Mark menyelidik.
"Seperti Anda" Jawab Angel yang membuat Mark melongo. "aku hanya bercanda hahahahahhaha" kata Angel lagi sambil tertawa dengan anggun. "Anda ini ternyata suka bercanda juga ya hahahah", kemudian Mark pun ikut tertawa, ia hampir saja merasa tidak enak hati.
Setelah makan siang, mereka melanjutkan pekerjaan hingga sore menjelang malam. Karena ini proyek pertamanya, maka Mark ingin segalanya berjalan dengan sempurna. Ia merinci semua hal secara detail.
"Terima kasih Bu Angel atas waktunya seharian ini, setelah ini kita pasti akan banyak bekerja bersama" Mark menjabat tangan Angel.
"Sama-sama, pak Mark, senang bisa bekerja sama dengan Anda" jawab Angel membalas jabatan tangan Mark sambil menatap lekat ke Mark.
__ADS_1