
"Are you okay?" Mark yang sudah mengajak Marie meninggalkan club malam tempat insiden itu terjadi memulai pembicaraan. "iya pak, saya baik-baik saja" jawab Marie masih berusaha tegar. "no, you are not!" Mark menatap Marie yang menahan tangisnya. "menangislah agar kau lega" Mark menarik gadis yang terlihat rapuh dihadapannya dan memeluknya dengan lembut. Marie yang diperlakukan seperti itu tak kuasa untuk membendung air matanya lagi, ia membalas pelukan Mark dan menangis sesenggukan di dada bosnya itu.
"Terima kasih pak atas bantuannya" Marie yang sudah tenang kini melepaskan pelukannya. "hemmmmm,, tidak ada yang gratis di dunia ini, kau harus membayarnya sekarang!" Mark menunjukkan seringai liciknya kepada Marie. "maksud Anda?" Marie yang melihat bosnya tersenyum penuh arti langsung membekap tubuhnya sendiri. "hahahahahhaha,, dasar gadis bodoh, pantas saja kau diselingkuhi! kau begitu lugu ternyata!" Mark tertawa geli melihat sikap Marie yang begitu polos. "aku mau kau traktir aku makan malam, aku sudah sangat lapar, kasihan cacing di perutku sudah berdemonstrasi meminta makan" ujar Mark sambil mengelus-elus perutnya. "ohhhhhhh,, aku kira apa" Marie kemudian menggarukkan kepalanya karena malu.
Mereka menghabiskan malam dengan penuh tawa. Sesaat Marie dapat melupakan kesedihannya diselingkuhi oleh Reuben karena Mark dapat menghiburnya dengan lelucon yang belum pernah Marie dengar dan benar-benar membuatnya tertawa lepas. "ayo kita kembali ke hotel, sebelum kakak membunuhku karena menculikmu!" Seloroh Mark yang membuat Marie lagi-lagi tertawa geli karena dibalik Mark yang cuek ternyata ada rasa takut terhadap kakaknya. "ternyata Anda pria baik, tidak seperti gosip yang beredar di kantor bahwa Anda adalah pria hidung belang" batin Marie.
__ADS_1
Keesokan sorenya, setibanya mereka di bandara ibukota, "ayo Marie, kau ikut dengan kami, biar kami antar kau pulang" ujar Monica. "tidak usah repot-repot Bu, saya bisa naik bus dari sini, hanya sekali kok ke arah Alexbad" jawab Marie dengan sungkan. "Mark masukkan koper Marie ke bagasi!" Monica yang tidak mendengarkan Marie langsung masuk kedalam mobil. "ayo!" seru Mark kemudian membukakan pintu belakang mobilnya untuk Marie.
Suasana di dalam mobil terasa sangat sunyi di sepanjang perjalanan menuju Alexbad. Monica terlihat sibuk dengan laptopnya, sementara Mark mengendarai mobil dengan fokus. Marie yang mati gaya pun akhirnya memilih untuk membuka HP dan melihat-lihat media sosial miliknya. Saat ia melihat foto Reuben, tak terasa air matanya kembali menetes, namun segera ia hapus sebelum terlihat oleh kedua bosnya. "mulai sekarang aku hanya akan fokus kuliah dan belajar, aku akan buktikan bahwa aku bisa menjadi wanita hebat yang tidak bisa di remehkan oleh pria manapun!" janji Marie dalam hati sambil menghapus setiap foto Reuben di akun media sosial miliknya dan mengganti statusnya menjadi single.
"Jadi kau tinggal disini sekarang?" tanya Monica pada James yang menemani kedua tamunya di ruang tamu, sementara Marie menaruh tasnya ke kamar dan Katie membuatkan minuman di dapur. "kami sedang berlibur, kebetulan sekarang sedang libur semesteran kuliah, jadi aku bisa menemani istriku menginap disini sampai Minggu depan" jelas James.
__ADS_1
"ngomong-ngomong istrimu itu ternyata kembar tiga identik ya?" Mark menatap bingkai foto keluarga di depannya. "memangnya kenapa? jangan bilang kau ingin mengencani salah satu kembaran istriku, kalau sampai kau melukai salah satunya, habis kau kutumbuk jadi perkedel!" ujar James kepada sahabatnya. "kau ini, posesif sekali terhadap adik-adik iparmu!" seloroh Mark. "Mark, jaga sikapmu! yang dibilang James itu benar, seharusnya kau belajar darinya!" Monica memarahi Mark dan membuat James tersenyum geli karena seorang playboy seperti Mark selalu saja takut dengan kakak perempuannya.
"Silahkan diminum" Katie mempersilahkan tamunya untuk minum. "terima kasih" jawab Monica sambil menyeruput teh hangatnya. "Oya, dimana orang tua kalian?" tanya Monica kepada Katie dan Marie. "mereka sedang ada pertemuan di balai desa, baru saja berangkat tiga puluh menit yang lalu diantar oleh Janie saudara kembar kami" jawab Katie. "ohhh sayang sekali, padahal aku ingin berkenalan" Monica menyesal tidak dapat bertemu dengan orang tua triplet. "Silahkan dicicipi kuenya Bu" Marie kemudian menyodorkan kue kampung khas Alexbad yang dibuat oleh ibunya sebagai kudapan sore ini bagi keluarga. "wah enak sekali rasanya, apakah ini makanan khas Alexbad?" Monica yang belum pernah mencicipi sebelumnya berkata jujur. "iya, ibu kami sering membuatnya untuk kudapan sore keluarga" jawab Katie.
Setelah ngobrol seru beberapa waktu akhirnya Monica dan Mark berpamitan kepada Marie, Katie dan James. "aku senang bisa berkunjung ke rumah kalian, boleh kan lain kali aku datang lagi?" tanya Monica pada Marie dan Katie sambil meluk mereka. "tentu saja bu, dengan senang hati, nanti kalau ibu kesini lagi, aku akan buatkan kue yang tadi ya!" kata Marie sambil tersenyum. Monica yang baru pertama kali berkunjung ke rumah sederhana milik keluarga Marie merasakan sesuatu yang berbeda, entah apa itu namanya, tapi rasanya begitu hangat dan menentramkan bisa duduk bercengkrama dengan mereka.
__ADS_1