Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 36


__ADS_3

Minggu pagi di kediaman Alberto, "Nanti siang kau ikut denganku ya Mark" kata Monica kepada adiknya saat mereka sedang sarapan di meja makan. "kemana?" Mark bertanya dengan singkat. "kita jemput Marie ke rumahnya. " loh memang mau ada acara apa?" Mark bingung dengan ucapan sang kakak. "oiya, aku lupa bilang kalau mulai hari ini Marie akan tinggal di sini bersama kita, aku sudah mengangkatnya menjadi asisten pribadi secara permanen" jelas Monica kepada adiknya. "what? kakak serius? bukannya dia masih kuliah?" Mark bertanya lagi. Kemudian Monica menjelaskan kesepakatan yang sudah dibuat oleh dirinya, Marie dan juga kedua orang tuanya.


"Hemmm sangat menarik!" gumam Mark sambil menyunggingkan senyum liciknya saat mendengarkan penjelasan kakaknya. "awas kau kalau sampai berani macam-macam padanya, habis kau kukuliti hidup-hidup!" Monica memperingatkan adiknya. "iyaaaa,,, tenang saja, paling hanya akan aku pacari selama seminggu" selorohnya santai yang kemudian dilempar serbet oleh sang kakak.


Siang menjelang sore, Monica dan Mark tiba di rumah keluarga Peteroy. Saat itu seluruh keluarga berkumpul semua, termasuk Katie dan James yang baru tiba dari acara bulan madu mereka dan berencana menginap sampai besok pagi.


"Silahkan masuk kak, saya panggilkan Marie dulu" Katie mempersilahkan Monica dan Mark untuk duduk di ruang tamu ditemani oleh James. "Apa kabar Bu Presdir?" Sapa ayah sambil menjabat tangan Monica. "kabar baik pak" jawab Monica. "Oya, perkenalkan ini adik saya Mark" Monica menunjuk pada Mark. "salam kenal pak, saya Mark" Mark kemudian memberikan salam. "August dan ini Rossie istri saya" kata ayah saat ibu keluar dari dalam membawa nampan berisi teh hangat dan kudapan sore. "silahkan diminum" ibu mempersilahkan tamunya. "terima kasih" jawab Monica dan Mark secara bersama-sama.

__ADS_1


Tidak lama berselang, Marie yang ditemani oleh Katie dan Janie turun membawa barang yang akan dibawa Marie tinggal di rumah bosnya. "wowwww,, luar biasa" Mark terperangah saat melihat ada tiga wanita cantik yang sangat identik di depan matanya. "Mark!" Monica memukul pundak Mark yang masih melotot tak berdip. "kalian sangat mirip rupanya" Mark berdecak kagum.


"James, apa kau pernah tertukar saat melihat mereka bersama?" tanya Mark kepada sahabatnya. "tentu saja tidak, aku akan selalu tau yang mana istriku!" Jawab James bangga. "hebat!!" kata Mark masih terlihat norak. "Mark, jaga sikapmu!" Monica malu dengan ulah adiknya itu. "tidak apa-apa Bu Presdir, memang banyak yang seperti itu bila melihat mereka bertiga secara bersamaan" ibu memakluminya sambil tersenyum ke arah Mark. Sementara ayah dan ketiga putri kembarnya hanya tersenyum geli melihat sikap Mark.


Setelah mengobrol beberapa saat dengan keluar Peteroy akhirnya Monica berpamitan dan mengajak Marie pergi bersamanya. "Jaga dirimu nak, dengarkan semua yang dikatakan oleh Bu Monica" ibu berpesan kepada putrinya sambil memeluk dengan belaian lembut di kepala. "selamat berjuang!" ayah juga memberikan pelukan hangatnya kepada Marie. "sering-seringlah mengunjungi kami disini!" Janie kemudian memeluk saudara kembarnya itu yang ditimpali oleh Katie juga.


"Hati-hati di jalan!" Katie berteriak ketika mobil yang ditumpangi Marie sudah keluar dari pekarangan rumah. "ayo masuk!" ayah mengajak semua anggota keluarga masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong Marie, karena kau sekarang memanggil kak Monica dengan sebutan kakak, maka kau juga harus memanggilku dengan panggilan kakak ya!" Mark memperingatkan Marie untuk mengganti panggilannya. "baik kak" jawab Marie sambil tersenyum. Baginya dengan dipersilahkan memanggil kedua bosnya dengan sebutan kakak, artinya dia sudah dianggap seperti keluarga atau orang terdekat keluarga Alberto.


Setibanya di rumah keluarga Alberto, "Woahhh besar sekali" batin Marie dalam hati karena takjub melihat rumah mewah milik keluarga Alberto. Rumah ini berada di kawasan paling elit di ibukota dan hanya orang-orang terpandang saja yang bisa memilikinya.


"Rumahnya besar ya kak, mirip rumah kakak ipar ku" kata Marie dengan polos. "tentu saja mirip, karena rumah kami memang berada dalam satu komplek dengan rumah James, jadi bentuk dan luasnya pun hampir seragam" Jawab Monica sambil tersenyum.


"Ohhh jadi kalau begitu aku dan Katie bisa sering ketemu dong ya?" Marie bahagia mendengar perkataan Monica. "tentu saja bisa, James pun sering datang kesini untuk bermain dengan Mark!" Monica menambahkan lagi. Marie yang baru pertama kali ke rumah James saat perayaan pernikahan Katie berlangsung, baru sadar kalau ternyata jarak rumah yang akan ditinggalinya ini ternyata sangat dekat dengan saudara kembarnya dan itu membuatnya merasa tidak akan kesepian.

__ADS_1


__ADS_2