Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 49


__ADS_3

Saat makan malam tiba, Semua keluarga berkumpul bersama kecuali Janie yang sedang ada tugas kuliah ke ibukota selama satu Minggu. Acara makan diselingi oleh obrolan ringan dan santai seputar kegiatan sehari-hari mereka. Mark yang masih berstatus calon menantu di keluarga pun sudah merasa seperti menantu yang sesungguhnya seperti James.


"Dengar-dengar Bu Monica sudah membeli sebidang tanah di sekitar sini?" tanya ayah kepada Mark.


"iya, kak Monica ingin membangun sebuah villa, katanya dia ingin menghabiskan masa tuanya di sini" jawab Mark.


"Ide yang bagus, pilihan yang tepat untuk menikmati kehidupan damai masa tua di Alexbad, seperti kami yang sebentar lagi akan pensiun dan tinggal mengurus cucu" kata ayah sambil menatap Marie penuh arti.


"Kenapa ayah menatapku seperti itu?" tanya Marie membuat yang lainnya tersenyum penuh arti.


"itu tandanya ayah ingin kau cepat menikah!" seloroh Katie mengartikan tatapan ayahnya.


"jangan tunda lagi, segerakanlah" James menimpali perkataan istrinya membuat Marie salah tingkah.


"kalian bicara apa sih?" kata Marie sambil menengguk air minumnya meskipun ia tidak sedang haus.

__ADS_1


"nak, kami sudah dengar niat baik nak Mark untuk melamarmu menjadi istrinya, jadi ibu harap kau tidak berpikir terlalu lama" kata ibu dengan tatapan lembut.


"iya Bu" Marie hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari piring yang ada di depannya. Ia masih membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk dapat meyakinkan bahwa pilihannya memang sudah tepat.


"kenapa tidak ditentukan sekarang saja tanggalnya? dulu waktu aku dilamar, hanya butuh waktu 2 Minggu sampai hari pernikahan tiba!" kata Katie mengingat acara pernikahannya.


"betul, kami pasti akan membantu kalian berdua menyiapkan semuanya" James mendukung istrinya.


Sementara Marie hanya diam saja, ia sesungguhnya setuju bila segala sesuatu yang baik itu tidak boleh ditunda, tapi ia ingin meyakinkan dirinya sendiri dulu.


"terserah kalian kalau begitu, aku ikut saja" Akhirnya Marie menyerah dan memasrahkan semua keputusan kepada keluarganya.


"bagus, habis makan kita tentukan tanggalnya" kata ayah.


Hari yang dimaksud akhirnya sudah ditentukan, keluarga Peteroy dan Mark sepakat melangsungkan acara pernikahan mereka setelah Mark melakukan peresmian peletakan batu untuk bisnisnya yang baru yaitu tiga Minggu dari sekarang.

__ADS_1


...........


"Terima kasih sayang" Mark memeluk Marie sambil mengecup bibirnya dengan lembut saat mereka berdua berada di balkon lantai dua.


"untuk apa?" tanya Marie yang bingung karena Mark tiba-tiba mengucapkan terima kasih pada dirinya.


"Terima kasih karena sudah mau menjadi pendamping hidupku dan mau menjadi ibu bagi anak-anakku kelak" kata Mark.


Marie yang kehabisan kata-kata hanya membalasnya dengan belaian lembut diwajah Mark, mengeksplore setiap jengkal di wajahnya dan menatap lekat kedua matanya.


"i love you, you are my everything" Mark kembali mencium bibir Marie, kini ciumannya lebih dalam dan membuat keduanya terhanyut dalam cinta mereka selama hampir sepuluh menit.


"hayoooooo,, kalian sedang apa?" Katie dan James yang baru saja naik ke lantai dua memergoki Marie dan Katie yang asik bermesraan.


"kau ini membuat kaget saja!" Marie terlihat merah merona karena kepergok berduaan dengan Mark.

__ADS_1


"ayo sayang jangan ganggu mereka, biarkan saja mereka menikmati masa-masa pacarannya, kita bermesraan dengan versi kita di dalam" kata James sambil kemudian menarik istrinya masuk ke dalam kamar meninggalkan Marie dan Mark berduaan.


__ADS_2