Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 41


__ADS_3

Setelah hampir satu bulan di rumah sakit, akhirnya Monica diijinkan untuk pulang ke rumah. Marie dan Mark mempersiapkan kepulangan Monica dengan penuh suka cita. Mereka mengadakan syukuran yang dihadiri oleh kerabat dan sahabat dekat, termasuk keluarga Peteroy yang sudah dianggap oleh Monica sebagai keluarganya sendiri.


"Kau sudah siapkan kamar untuk Ayah, Ibu dan Janie kan?" tanya Monica ke Marie saat melihat mereka datang dari Alexbad hanya untuk menjenguk dirinya. "sudah kak" Jawab Marie. "Stella, kau layani mereka dengan baik ya" perintah Monica kepada kepala pelayan di rumahnya itu. "Iya, baik" jawab Stella.


Acara syukuran berjalan dengan lancar, semua orang bahagia karena Monica bisa melalui masa-masa kritisnya dan kembali sehat seperti sediakala.


"Jaga dirimu baik-baik mulai saat ini, siapkan pengawal pribadi untuk menjaga keamananmu, musuh mengintaimu di setiap tempat" kata Prof. Jeremy memperingatkan.

__ADS_1


"iya Paman, terima kasih untuk semua dukungannya selama ini" Monica merasa senang karena almarhum ayahnya Marco Alberto memiliki sahabat baik seperti Prof. Jeremy yang siap membantu menyelidiki kasusnya layaknya seperti membantu anak sendiri.


"kalau kau butuh sesuatu katakanlah padaku atau James, kami pasti akan membantumu semampu kami" kemudian Prof. Jeremy pamit mengundurkan diri untuk kembali ke rumahnya setelah acara syukuran selesai.


"Monica, kami juga pamit pulang ya, jaga kesehatanmu, rutinlah kontrol ke rumah sakit untuk memeriksa perkembangan luka bekas oprasimu" kata Prof. Cedric sahabat ayahnya yang lain.


"Iya Paman, terima kasih karena sudah mau merawatku selama masa kritis" Monica kemudian memeluk Prof. Cedric dan istrinya Nyonya Calista secara bergantian.

__ADS_1


"iya bibi, terima kasih" Monica tersenyum kepada wanita yang sudah dianggapnya ibu.


"Kami pulang ya, mampirlah ke rumah kami kalau ada waktu" Prof. Cedric dan Pof. Jeremy kemudian berpamitan kepada Ayah dan Ibu Marie.


"Baik, nanti suatu saat kami pasti akan mampir" Jawab ayah Marie dan mereka semua pun bergantian berpelukan sebagai tanda salam perpisahan antar sahabat lama.


Seusai acara dan setelah semua tamu sudah pulang, Ayah dan ibu sikembar memilih beristirahat di kamar tamu. Marie, Katie dan Janie menemani Monica di kamar. Sementara Mark, James dan Charlie ngobrol di ruang keluarga sampai pagi membahas kasus penembakan terhadap Monica.

__ADS_1


"Jadi langkah apa selanjutnya yang akan kau pilih?" tanya Charlie kepada Mark. "Aku ikut apa yang James dan paman Jeremy saran kan saja" kata Mark. "Kami akan membawa semua bukti yang kami dapat untuk menggiring pelaku ke jalur hukum dan membuka siapa dalangnya dipersidangan nanti, aku dan pihak berwenang sudah mengantongi identitas dan motif pelaku serta dalangnya, tinggal menunggu waktu yang tepat saja" James menjelaskan panjang lebar


Keesokan harinya ketika semua orang sudah pulang ke rumah masing-masing, Monica kemudian mengajak Mark berbicara empat mata. "Mark, aku rasa sudah waktunya bagiku menyerahkan DeModel.corp padamu" Monica menatap Mark tajam. "tapi kak?" Mark yang selama ini masih mengekor pada kakaknya merasa syok dengan keputusan yang dibuat oleh Monica. "aku akan membantumu, namun dari balik layar" Monica memberi keyakinan pada adiknya. "aku takut membuatmu kecewa" Mark balik menatap mata Monica dengan tajam. "aku percaya kau pasti bisa, cobalah dulu" kemudian Monica tersenyum. "baiklah, tolong dukung aku kak!" Mark juga tersenyum dan akhirnya mereka berdua saling berpelukan.


__ADS_2