
Selepas mata kuliah terakhir, Katie menunggu sebentar sampai dosennya selesai rapih-rapih dan menghampirinya.
"sekarang harus apa?" ujar Katie dengan ketus sambil menatap James dengan sinis.
"bicara yang sopan" James menghardik Katie sambil menatapnya.
"Pak dosen yang terhormat, sekarang apa yang harus saya lakukan?" Katie mengulang pertanyaannya dengan suara lembut yang dibuat-buat seperti mengejek.
"kau itu sengaja meledek ya?" James melotot karena kesal.
"anda itu maunya apa sih pak? apakah memang sengaja mencari-cari kesalahan saya?" ucap Katie kesal.
James yang melihat Katie emosi tersenyum penuh kemenangan. "bagus kalau kau tau aku sengaja mencari kesalahanmu, ikuti aku sekarang!"
James berjalan dengan cepat meninggalkan Katie dibelakang yang kemudian mengikutinya. Di sepanjang lorong Katie terus saja mengumpat dalam hati dan sesekali menggerakkan tangannya seolah memukul udara di depannya.
__ADS_1
Sesampai di ruangannya, James mengambil setumpuk buku dan menyerahkannya kepada Katie "ini, salinlah isi buku-buku itu sesuai daftar halaman dan bab yang aku tulis dikertas ini di laptopku" James juga mengulurkan sebuah daftar halaman buku.
"anda yang benar saja!" Katie protes melihat begitu panjangnya halaman yang harus dia salin.
"ini adalah materi pelajaran yang akan aku print untuk dibagikan di kelasmu besok pagi, jadi dengan kau mengetik ini kau bisa memahami isinya terlebih dahulu, ini untuk mengantisipasi kalau besok kau akan melamun lagi seperti hari ini" James mencari-cari alasan yang terdengar logis sebagai konsekuensi bagi Katie yang tadi sempat melamun sebentar di kelas.
"tapi..." Katie yang awalnya ingin protes kemudian mengurungkan niatnya
"tapi apa?" James terlihat menunggu reaksi Katie sambil menyunggingkan senyum liciknya.
"ayo Katie, semakin cepat kau mengerjakan, semakin cepat kau bisa pulang" ia menyemangati diri sendiri.
James mengamati Katie menyelesaikan pekerjaannya di sofa yang berhadapan dengan meja kerjanya sambil memainkan ponselnya. sesekali ia melirik dengan senyum kemenangan "ini baru permulaan, kau akan tau siapa aku sebenernya setelah ini!" James mulai memikirkan hukuman selanjutnya yang akan dia berikan kepada Katie di hari berikutnya.
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Katie yang masih berkutat dengan laptop milik James sudah mulai merasa lapar dan lelah karena tadi siang setelah kelas selesai ia tidak sempat makan, namun ia tidak mau menunjukkan itu dihadapan James. Sementara itu James yang menunggu Katie sambil mengerjakan pekerjaan dari firma hukumnya juga mulai kelelahan.
__ADS_1
TOK TOK TOK.. Suara ketukan dari pintu memecah kesunyian di ruangan.
"masuk!" James memerintahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk.
"maaf pak, apakah anda masih lama?" seorang security masuk dan mengamati ruangan kerja James dengan seksama dan menatap intens kearah Katie.
"hey, apa kau masih lama?" James kemudian bertanya pada Katie untuk mendapatkan jawabannya.
"masih ada satu buku lagi yang belum diselesaikan" Jawab Katie tanpa menoleh ke arah James.
"satu jam lagi kami akan selesai" jawab James kepada security.
Setelah menyelesaikan semua hukumannya pada pukul delapan kurang, Katie langsung pergi berpamitan dengan tergesa-gesa. "huh, sepertinya aku memang perlu mencari kamar kos di sekitaran kampus agar bisa pulang malam saat kuliah nanti!" gerutu Katie dalam hati. "semoga saja masih ada bus yang menuju Alexbad" batinnya dengan cemas mengingat rumahnya yang berada di luar ibukota dan akses kendaraan umum menuju kesana hanya sampai jam 6 sore.
Sementara James masih menyelesaikan pekerjaan dari firma sampai jam sembilan malam.
__ADS_1