
Air mata Marie reflek mengalir deras melihat bahwa hadiah pernikahan yang didapatnya adalah sebuah handycam yang berisi video syur suaminya bersama dengan wanita lain yang tidak pernah ia kenal.
"sayang biar aku jelaskan" Mark yang tidak kalah kagetnya melihat video itu merangkul Marie dengan cemas.
"lepaskan tangan kotormu!" bentak Marie kepada suaminya.
"sayang semua ini jebakan!" Mark berkata dengan jujur.
"jangan pernah sentuh aku!" Marie beranjak dari tempat tidur membuka kopernya dan memakai bajunya.
"kau mau kemana?" Mark yang bingung langsung menarik tangan Marie dan memeluknya.
"sudah ku bilang jangan sentuh aku dengan tangan kotormu, aku mau pergi!" Marie memberontak kuat.
"baiklah, biar aku yang keluar, kau tetap lah disini" Mark yang sudah merasa tersudut akhirnya melepaskan pelukannya dan keluar dari kamar untuk memberi istrinya waktu menenangkan diri di dalam kamar.
..........
"James, dimana kau sekarang?" Mark menghubungi sahabatnya yang sekarang juga sudah menjadi kakak iparnya.
"aku sudah dikamar, memangnya ada apa?" tanya James yang hendak beranjak tidur bersama istrinya.
"aku ke kamarmu sekarang, aku butuh bantuanmu!" kemudian Mark segera menuju kamar James yang berada satu lantai dibawah kamarnya.
Ia menceritakan semua kronologis kejadiannya kepada James dan Katie, bagaimana ia dijebak oleh Angel dan bagaimana Angel mengancamnya.
"Aku ingin bertemu dengan Marie" Katie kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"tunggu sayang, ayo kita pergi berdua" Kata James kepada istrinya "dan kau tetaplah disini sampai aku memanggilmu!" kemudian James berbicara kepada Mark sambil menatap sahabatnya itu.
__ADS_1
..........
"Marie, boleh aku masuk?" Katie membuka pintu kamar saudara kembarnya. Ia mendapati kamar Marie yang sudah berantakan serta wajah Marie yang sudah sembab karena menangis.
Katie memeluk Marie dan mengelus kepalanya dengan lembut membuat tangisan saudara kembarnya kembali pecah.
Sementara itu James langsung mengambil kamera yang berisikan adegan syur Mark dengan Angel yang ada di lantai. James mengamati dengan seksama dan merasa ada yang janggal dengan video tersebut.
"Ronald, bisa aku minta bantuanmu?" James menelpon seseorang yang dia anggapnya bisa membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh kedua saudara iparnya ini.
Sementara Marie berada di kamar pengantin bersama Katie dan juga Janie yang akhirnya diberitahu oleh Katie melalui telpon, James dan Mark bertemu dengan Ronald malam itu juga di kamarnya.
"Ini lihatlah!" Lalu ia menunjukkan video itu kepada Ronald dan menceritakan kronologi yang Mark ceritakan padanya tadi.
"suaranya sengaja di hilangkan, ini adalah video copyan yang sudah di edit berkali-kali dan terpenggal-penggal dengan cukup rapi" Ronald menganalisa video yang ada dihadapannya.
Tanpa menunggu lama, James meminta anak buahnya untuk segera mendatangi apartemen Angel dan membawanya ke hadapan mereka.
"apa mau kalian?" tanya Angel dengan wajah datar tanpa ada rasa takut saat tiba di kamar hotel James.
"katakan padaku apa ini?" Mark melempar handycam itu kearah Angel.
"apa kau lupa bahwa kita pernah melakukannya?" Angel tersenyum menggoda ke arah Mark.
"aku tidak pernah merasa melakukannya, kau yang menjebakku dengan membuatku mabuk berat dan tidak bisa melawan!" Mark begitu emosi melihat wajah wanita yang ada dihadapannya.
"tenanglah Mark!" James menepuk bahu iparnya. "dimana video aslinya?" James menatap tajam dan dingin kedalam mata Angel.
" ini yang asli!" Angel berusaha tenang.
__ADS_1
"jangan memaksaku untuk membuatmu mengaku dengan cara yang kasar! aku sudah terbiasa menangani kasus kejahatan seperti ini dan menjebloskan pelakunya ke dalam penjara tanpa ampun!" James menekan Angel.
"pengacara sialan!" umpat Angel dalam hatinya. Ia yang awalnya berani karena merasa akan bisa dengan mudah menghancurkan pernikahan Mark, kini mulai gentar.
"jawab!!" James mulai mengeraskan suaranya dan membentak dengan kasar.
"sudah ku hapus" jawab Angel berbohong.
"baiklah kalau itu maumu, aku akan menunggumu di pengadilan!" James menyeringai licik ke arah Angel, yang membuat wanita itu makin merasa ciut.
"kalian siapkan berkas laporannya sekarang juga, kita akan ajukan besok pagi dengan aduan perbuatan tidak menyenangkan. Kita bisa menjeratnya dengan pasal menyebarkan video vulgar dan mengubah isinya demi kepentingan pribadi yang merugikan pihak lain!" James kemudian berpura-pura menyuruh anak buahnya membuat surat laporan kepada pihak berwenang untuk menekan Angel.
"tunggu, baiklah, aku akan berikan yang asli!" Angel akhirnya menyerah dan mengakui kejahatannya.
"dimana kau simpan?" tanya James dengan tatapan yang semakin menekan.
"ada di apartemen ku" jawab Angel.
"sebutkan letaknya, biar anak buahku yang membawanya kesini!" kata James yang semakin membuat Angel tidak bisa berkutik.
Dengan terpaksa Angel memberikan rekaman aslinya kepada James dan Mark. Setelah rekaman asli itu didapatkan, James, Mark dan Ronald pun kemudian mengamati video tersebut dengan seksama, mencari tau apa penyebab Angel mengedit videonya dan menghilangkan suaranya.
"See? kau lihat James? aku sama sekali tidak menginginkan pelacur ini tidur bersamaku! aku berkali-kali mengusir dan menolaknya karena aku mencintai Marieku!" Mark merasa puas dengan bukti yang didapat. Setidaknya ia bisa menunjukkan kepada Marie bahwa ia sudah berubah dan tidak pernah berselingkuh.
Setelah mendapatkan jawaban dari semua tragedi dimalam pengantin saudara iparnya, James pun meminta anak buahnya untuk mengantarkan Angel pulang ke apartemennya.
"tunggu, sebelum wanita jalang ini pergi, aku ingin merekam pengakuannya terhadap kejahatan yang telah dibuatnya serta meminta maaf kepada istriku!" Mark lalu mengeluarkan ponselnya dan memaksa Angel mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada Marie.
"jangan pernah mencoba bermain-main dengan keluarga kami, sekali kau mengganggu salah satu diantara kami, kau akan tau akibatnya!" James memperingatkan Angel dan mengusirnya dari kamar hotel.
__ADS_1