
Mark berusaha menyelesaikan semua pekerjaan yang sedang ia jalani dengan cepat sebelum acara pernikahan mereka berlangsung.
"aku akan pergi beberapa hari ke lokasi pembangunan" Mark memberitaukan rencananya kepada Marie dan Monica ketika mereka sedang makan malam.
"Kapan kau berangkat?" tanya Monica dengan antusias karena melihat adiknya bersungguh sungguh menjalankan bisnis mereka.
"besok lusa, kemungkinan akan pulang hari Minggu setelah semua kegiatan selesai" jawab Mark.
"baiklah, kalau ada sesuatu yang kau butuhkan beritahu aku saja, aku akan segera membantumu" kata Monica untuk mensupport pekerjaan adiknya.
"iya kak, terima kasih" kata Mark.
..........
"Sayang, kau tidak apa-apa kan kalau aku tinggal untuk bekerja selama beberapa hari?" tanya Mark kepada Marie saat mereka sedang duduk di sofa berdua di ruang keluarga.
"tidak apa-apa kak, kau pergilah, aku akan baik-baik saja, lagi pula ada kak Monica dan keluargaku juga yang akan mengurus semuanya" Marie meyakinkan kekasihnya.
__ADS_1
"tapi sepertinya aku yang tidak baik-baik saja" kata Mark cemberut.
"uuuhhhhh sayanggg cup cup cup" kata Marie sambil mengelus pipi Mark, yang kemudian dibalas dengan ciuman di bibir marie oleh Mark.
.........
Sementara Mark sibuk menyelesaikan bisnisnya di luar kota. Marie, Monica dan seluruh keluarga Peteroy juga meyiapkan acara pernikahan. Ayah, ibu dan Janie kembali menginap di ibukota untuk mempersiapkan segala keperluan pesta seperti saat Katie menikah dulu.
"Ayah dan Ibu, bila ada sesuatu yang dibutuhkan jangan sungkan beritahu padaku ya" kata Monica kepada calon mertua adiknya yang belakangan ini sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri.
"terima kasih atas sambutannya nak" kata ibu saat disambut dengan baik oleh Monica.
"Stella, tolong antar ayah, ibu dan Janie ke kamar ya" kata Monica kepada kepala asisten rumah tangganya.
"baik" Stella kemudian membawakan koper milik orang tua Marie ke kamar tamu.
..........
__ADS_1
Setelah beristirahat sejenak, kemudian mereka memulai persiapan dengan pergi ke butik untuk memesan gaun pengantin, membooking ballroom hotel, memesan menu makanan dan mencetak kartu undangan.
"Terima kasih ayah dan ibu mau membantu semuanya, aku merasa seperti memiliki keluarga yang utuh kembali semenjak Marie ada di rumah ini" kata Monica berkaca-kaca menatap bergantian ke arah ayah dan ibu.
"Kami yang seharusnya berterima kasih, karena Marie sudah diperlakukan dengan baik dan dibimbing oleh kalian berdua" kata ayah kepada Monica sambil tersenyum tulus.
"Mulai sekarang anak kami bertambah dua orang lagi, yaitu kau dan Mark" kata ibu sambil tersenyum ketika memeluk Monica.
"Selamat datang kakak tertua" kata Janie sambil memeluk Monica dengan erat.
"seru sekali bisa punya adik perempuan kembar tiga, jadi aku ada teman curhat" kata Monica membalas pelukan Janie.
"dan untuk shopping di mall juga" seloroh Marie menimpali.
"tidak lupa juga untuk bergosip" kata Katie dan membuat semua yang mendengarnya tertawa.
Perasaan tulus mengalir dari semuanya membuat suasana menjadi sangat hangat dan nyaman.
__ADS_1
Mereka semua berkeliling ibukota sepanjang hari untuk mempersiapkan segalanya. Monica memperlakukan keluarga barunya dengan sangat baik dan tulus. Semenjak kedua orang tuanya meninggal saat ia remaja, Monica memang tidak pernah lagi memiliki kesempatan berkumpul bersama keluarga. Ia dan Mark yang diasuh oleh nenek mereka tumbuh secara mandiri. Neneknya yang seorang pengusaha mendidiknya untuk tidak menjadi wanita lemah dan cengeng. Ia juga diberikan tanggung jawab untuk menjaga mark yang saat itu masih kecil menggantikan peran orang tuanya. Itulah sebabnya kenapa ia tidak memiliki banyak teman.