Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 52


__ADS_3

Mark yang sudah tiba di rumahnya langsung mencari Marie sang empunya hatinya. "Sayang, aku sangat merindukanmu" kata Mark ambil memeluk calon istrinya dan mengecup bibir mungil Marie.


"Kak, kau sudah pulang?" Marie mengelus pipi Mark dengan lembut dan dibalas dengan ciuman untuk yang kedua kalinya oleh Mark.


"Bagaimana persiapannya?" Mark bertanya tentang perkembangan persiapan pernikahan mereka kepada calon istrinya.


"Sudah sembilan puluh persen kak" Marie tersenyum karena Mark begitu memperhatikan hari pernikahan mereka.


"aku tidak sabar untuk menjadi suamimu" Mark yang mengingat kejadian semalam hingga tadi pagi bersama dengan Angel sangat marah dan mengutuki Angel dalam hatinya.


"uhhhhhh kakak tidak sabaran sekali" sambil mencubit gemas pipi kekasihnya itu, membuat Mark tergoda untuk menciumnya lagi namun kini dengan gairah yang semakin membara.


..........


Hari yang telah di tunggu pun tiba, Mark dan Marie berjalan di atas karpet merah yang membentang sepanjang jalan menuju taman bunga nan indah dan luas yang ada di bagian belakang hotel. Mereka mengikat janji sucinya dihadapan Tuhan dengan disaksikan oleh para tamu undangan.


Monica yang menyaksikan adiknya menapaki hidup baru bersama wanita yang disayanginya seperti adik sendiri sangat terharu dan berkali-kali mengusap air matanya.


"ini kak" Janie mengulurkan tisu kepada Monica yang duduk disampingnya.


"aku sangat bahagia karena Mark bisa berubah menjadi pria yang lebih baik" ucap Monica dengan lirih sambil berkaca-kaca.


"aku pun senang melihat kak Mark bisa membuat hidup Marie kembali ceria setelah kisah cintanya berantakan karena diselingkuhi" Janie kemudian menggenggam tangan Monica.

__ADS_1


"Akhirnya kau menjadi milikku seutuhnya" Mark melingkarkan tangannya ke pinggang wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.


"I love you" Marie berkata sambil menatap wajah suaminya dan tersenyum bahagia.


"i love you more" kata Mark sambil mengecup pipi istrinya.


Semua tamu undangan terhanyut dalam pesta dengan konsep bohemian. Mereka semua menari dan bercengkrama dengan riang ditengah rimbunnya pepohonan dan bunga yang bermekaran, musik yang mengalun pun menambah suasana semakin semarak.


"Hey Ced, kau bilang mau melamar salah satu dari si kembar untuk menjadi menantumu? kenapa malah jadi keduluan sama Mark? apa kau tidak jadi menjodohkan anakmu dengan sikembar?" Seloroh Prof.Jeremy kepada Prof.Cedric ketika mereka sedang berkumpul dengan August dan juga Rossie ditengah acara pesta.


"bukannya tidak jadi, tentu saja aku mau sekali menjodohkan anakku dengan salah satu dari sikembar, tapi kau tau sendiri kan kalau anakku itu terlalu fokus bekerja sampai dia lupa bahwa usianya sudah kepala tiga" Prof.Cedric merasa kesal karena kesempatannya berkurang satu setelah Mark menikahi Marie.


"kalau begitu segerakan, saat ini hanya Janie yang masih lajang, jangan sampai keduluan lagi dengan pria yang lain" Prof.Jeremy mengompor-ngompori Prof.Cedric.


"Kau benar, setelah acara ini, aku pastikan bahwa August akan menjadi besanku" kata Prof.Cedric sambil menyikut lengan August.


Sementara Rossie dan Calista hanya tersenyum mendengar percakapan suami mereka.


..........


Setelah acara pernikahan selesai, Marie dan Mark langsung masuk ke dalam kamar hotel yang sudah dipersiapkan sebagai kamar pengantin mereka.


"Sayang, akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya sekarang" Kata Mark sambil memeluk erat istrinya.

__ADS_1


"Kak, ahhhhhh" Marie merasa geli ketika Mark mulai bergerilya dilehernya yang jenjang mengecup dan meninggalkan tanda merah disana. Ada sesuatu yang bergejolak dalam dirinya saat Mark menyentuh setiap bagian lehernya.


"i love you so much" Mark kemudian kembali menatap Marie dan mengecup bibirnya dengan lembut. Dengan perlahan tangannya mulai membuka kancing gaun pengantin istrinya di bagian punggung, melepasnya dengan perlahan hingga terjatuh ke lantai.


"Kak!" Marie yang malu kemudian menutup bagian atas tubuhnya dengan tangan.


"kenapa malu? sekarang kau sudah menjadi istriku, kita sudah bisa melakukannya sayang" kata Mark sambil menggendong istrinya menuju ke tempat tidur.


Mark yang sudah berada diatas tubuh Marie mulai mengeksplor setiap inci tubuh istrinya. Tidak lupa ia pun melepas semua pakaiannya, hingga kini mereka sama-sama polos.


TING TONG.. Bunyi bel kamar hotel berdenting ketika permainan mereka mulai panas.


"Sial, siapa sih yang mengganggu?" gerutu Mark beranjak dari kasur dan memakai celananya kembali. Sementara Marie menarik selimut yang ada di bagian bawah kakinya sampai sebatas dada.


"permisi pak, ini ada kiriman untuk ibu Marie" kata seorang pelayan hotel sambil menyerahkan sebuah kotak kado yang indah ketangan Mark.


"Terima kasih" Kata Mark, kemudian menutup pintu kamarnya kembali saat pelayan hotel itu sudah berbalik pergi.


"apa itu kak?" tanya Marie saat melihat suaminya masuk membawa sebuah kado.


"entahlah" kata Mark sambil menyerahkan kado itu kepada Marie.


"coba kulihat" Marie kemudian menerima kadonya.

__ADS_1


"nanti saja sayang, kita teruskan dulu ya?" Mark yang sudah diujung tanduk merasa kesal karena paket yang datang tidak pada waktu yang tepat.


"sebentar saja" kata Marie sambil membuka tutupnya dan kemudian terperangah melihat isinya.


__ADS_2