
Setelah beberapa hari Janie dan Charlie menginap di villa Monica untuk 'berbulan madu' akhirnya mereka kembali ke kediaman keluarga Adams.
"selamat datang di rumah sayangku" Calista menyambut menantu barunya itu dengan pelukan hangat. "kalian pasti lelah kan? beristirahatlah di kamar sambil menunggu makan malam" ibu kemudian meminta pelayan untuk membawakan seluruh barang yang dibawa oleh anak menantunya dari Alexbad itu ke dalam kamar.
Kemudian Janie dan Charlie naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamar Charlie, yang sekarang juga menjadi kamar Janie yang sudah berstatus sebagai istrinya. Sesaat Janie merasa kagum dengan interior di kamar suaminya itu. Meskipun bukan pertama kalinya ia masuk ke rumah mewah, karena ia pernah menginap di rumah James dan Mark saat pernikahan saudara kembarnya dulu, tetapi tetap saja menurutnya Charlie memiliki selera yang cukup bagus dalam menata kamar tidurnya. kesan luas dan megah serta elegan tampak disetiap sudut ruangan.
"kau istirahatlah dulu, aku akan pergi ke luar sebentar menemui Mark dan James" kata Charlie kepada Janie.
"oh ya, kau juga bisa menaruh barang-barangmu di ruang pakaian, ada beberapa tempat kosong yang bisa kau pergunakan di sana" tambah Charlie sambil menunjuk ke sebuah pintu yang ada disudut kamar.
"iya kak" Janie menjawab singkat sambil menganggukan kepalanya.
Setelah Charlie pergi, Janie kemudian merapikan semua barangnya di tempat yang ditunjukkan oleh Charlie tadi, dan setelah semua barangnya rapi kemudian ia merebahkan diri di kasur dan terlelap hingga waktunya makan malam.
..........
__ADS_1
"Jadi kapan kau akan mengurus kepindahan kuliahmu nak?" tanya Ayah mertua kepada Janie saat mereka makan malam.
"besok aku akan membawa berkas ke kampus baru yah" kata Janie menjawab pertanyaan ayah mertuanya itu.
"bagus, aku akan menghubungi pihak kampus untuk memberitahu kalau menantu kesayanganku ini akan mulai berkuliah disana. aku akan minta mereka untuk melayanimu dengan baik" kata ayah mempersiapkan kepindahan kuliah menantunya dari Alexbad University ke tempat barunya.
"terima kasih ayah, tapi aku rasa lebih baik kalau aku urus sendiri saja, aku ingin mereka menerimaku sebagaimana mestinya seorang mahasiswa mendaftar di kampus baru, bukan karena nama besar keluarga" Janie merasa tidak enak karena ayah mertuanya terlalu baik.
"ahhhh kau ini anak yang hebat, aku bangga padamu nak" ayah menatap menantunya dengan kagum.
Selepas makan malam dan berbincang sebentar dengan mertuanya di ruang keluarga, Janie dan Charlie masuk ke dalam kamar. Janie kemudian mempersiapkan berkas pendaftaran kuliahnya di kampus baru di ibukota supaya lebih dekat dengan kediaman barunya. Sementara Charlie menyibukkan dirinya di meja kerja di sudut ruangan dalam kamar untuk mengecek pekerjaannya sebagai direktur yang ia tinggalkan di rumah sakit selama 'berbulan madu'.
"kalau kau sudah mengantuk, tidur saja duluan, matikan lampunya, aku bisa bekerja dengan lampu yang ada dimeja" kata Charlie saat melihat Janie sudah beres menyiapkan berkasnya untuk besok.
"baiklah kak, aku tidur duluan ya" Janie kemudian naik ke atas kasur dan merebahkan dirinya disisi sebelah kiri, sementara Charlie akan tidur di sisi sebelah kanan. Ia tidur tanpa mematikan lampu karena tau Charlie membutuhkan penerangan saat bekerja.
__ADS_1
Sejak malam pertama pernikahan, mereka bersepakat bahwa akan berbagi kehidupan dengan damai meskipun tidak akan pernah ada kontak fisik diantara mereka.
FLASHBACK
"kakak sedang apa?" tanya Janie yang terbangun tengah malam dari tidurnya setelah kelelahan mengikuti prosesi pernikahannya sepanjang hari.
"aku akan tidur di sofa" jawab Charlie sambil membawa bantal ke arah sofa di kamar utama villa Monica.
"kenapa tidak tidur di kasur saja kak?" Janie menatap Charlie.
"tidak, kau saja yang dikasur biar kau nyaman" jawab Charlie.
"karena kakak tidak mencintaiku, maka kakak tidak akan nafsu melihatku tidurkan? aku juga tidak akan mengganggu apalagi merayumu diatas kasur, jadi tidurlah di sini! mulai sekarang mari kita hidup berdampingan dengan damai kak, aku akan menganggap kakak sebagai kakak laki-lakiku, jadi anggaplah aku adik perempuanmu, kita hanya perlu berbagi kehidupan bersama sampai nanti kita menemukan takdir kita masing-masing!" Janie berkata panjang lebar sambil tersenyum riang untuk menutupi rasa sedihnya karena menikah dengan pria yang tidak mencintainya sama sekali.
Sementara Charlie yang mendengar penjelasan Janie cukup senang dan setuju dengan pendapat istrinya itu. "oke, mari kita hidup berdampingan dengan damai!" sambil mengulurkan tangan tanda persahabatan.
__ADS_1
Sejak saat itu, mereka kemudian menjalani kehidupan sehari-harinya dengan lebih santai. Charlie sudah mulai beradaptasi dengan kehadiran Janie di kamar tidurnya dan demikianpun sebaliknya, Janie sudah mulai bisa mengikuti semua ritmen kehidupan di dalam keluarga Adams.