
Waktu pernikahan yang sudah semakin dekat membuat Katie dan James dibuat kerepotan karena harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat cepat dan instan. Ibu, Ayah, Marie dan Janie yang juga repot terpaksa pindah ke ibukota sementara waktu untuk membantu Katie mempersiapkan hari pernikahannya. Mereka tinggal di apartemen milik James bersama Katie, sementara James tinggal bersama ayahnya di rumah besar mereka.
"ayah dan Ibu bisa pakai kamarku, sementara Janie dan Marie boleh pilih kamar tamu yang kalian suka" James kemudian meletakkan koper milik calon mertuanya di kamarnya dan pamit undur diri karena ada sidang kliennya yang harus dihadiri. "terima kasih nak" Ibu kemudian mulai merapikan pakaiannya.
James berjalan keluar kamar dan menghampiri Katie yang berada di ruang TV bersama dua saudara kembarnya. "sayang, malam ini setelah semua pekerjaanku selesai, aku pulang ke rumah ayah" kata James kepada Katie yang dijawab hanya dengan anggukan. "kau tidak apa-apa kan kalau harus memilih gaun pengantin sendiri?" kemudian James membelai rambut Katie dengan lembut dan lagi-lagi Katie hanya mengangguk "tentu saja tidak apa-apa, toh pernikahan ini juga tidak sungguhan, jadi tidak penting bagimu kalau aku mau pakai gaun yang seperti apa di acara pernikahan nanti" gumam Katie didalam hatinya. "aku pergi dulu" James kemudian mengecup kening Katie dengan mesra. "cihh, bisa-bisanya kau mengambil kesempatan menciumku didepan saudaraku!!" Katie yang kesal hanya diam mematung dengan ekspresi yang datar ketika James berjalan keluar pintu apartemen menuju lift.
__ADS_1
"kau sangat beruntung, mempunyai calon suami yang tampan, pintar dan kaya" Marie berkeliling apartemen milik calon kakak iparnya ini dengan rasa kagum. Sementara Katie hanya menanggapi komentar kembarannya dengan senyum getir sambil bergumam dalam hati "kau belum tau saja siapa dia sebenarnya!"
"Kalau nanti kalian menikah dan tinggal bersama paman Jeremy, berarti apartemen ini kosong?" tanya Janie kepada Katie. "mungkin" Katie menjawab dengan enteng. "Sayang sekali, padahal apartemen ini sangat mewah, luasnya saja dua kali lipat rumah kita" Janie menggelengkan kepalanya.
"kalian sedang apa? ayo cepat bersiap-siap, kita kan mau mencari gaun pengantin untuk Katie" kata ibu menegur ketiga anaknya. Kemudian mereka semua berangkat menuju sebuah butik mewah yang sudah di rekomendasikan oleh James menggunakan dua mobil pribadi James yang paling terbaru dengan diantar oleh dua orang supir. "ayah dan Ibu naiklah mobil yang merah, kami bertiga akan naik yang hitam" Katie mengarahkan keluarganya saat berada di Lobby apartemen sambil menunggu mobil yang sedang menuju kearah mereka.
__ADS_1
Hari yang ditunggu telah tiba, Katie yang awalnya selalu cuek dengan pernikahannya, entah mengapa hari ini merasa sangat gugup seperti menjadi pengantin wanita yang sesungguhnya. "tenanglah Katie, ini bukan hari pernikahanmu yang sesungguhnya" Katie berusaha mengingatkan dirinya sendiri. James yang sudah siap dengan setelan tuxedonya kemudian menghampiri Katie dan kedua saudara kembarnya yang sedang bersiap-siap di sebuah kamar hotel kelas VVIP. James yang tidak pernah melihat Katie berdandan feminim sempat terperangah tidak percaya dan mematung sesaat ketika menatap calon istrinya yang sangat cantik dan berbeda dari kesehariannya. "apa kau sudah siap?" James bertanya pada Katie tanpa mengedipkan matanya sama sekali yang dijawab dengan anggukan oleh Katie.
Mereka berdua berjalan menuju ballroom hotel tempat resepsi pernikahan diadakan, diiringi oleh Janie dan Marie yang menjadi bridesmaid dibagian belakang sambil mengangkat gaun pengantin Katie yang panjang menjuntai ke lantai. Semua tamu undangan yang hadir menatap kearah mereka berdua dengan senyum bahagia.
"what the???" Mark yang berdiri tidak jauh dari pengantin terpekik dan melongo. "kau kenapa?" Charlie yang kaget karena pekikan Mark kemudian menuju kearah mata Mark menatap. "itu Katie?" Mark masih tidak percaya. "maksudmu istri James?" Charlie bertanya heran karena tingkah temannya yang aneh. "jadi gadis yang selama ini James ceritakan kepada kita adalah Katie yang kukenal?" Tersirat sedikit rasa kecewa di wajah Mark melihat Katie berjalan ke arah altar bersama dengan sahabatnya. "kau kenal dengan istri James?" tanya Charlie menyelidik. "tentu saja, dia itu Katie, gadis periang dan menyenangkan yang pernah aku temui di mall beberapa bulan lalu, aku sempat ingin melanjutkan hubunganku dengannya, tapi waktu itu HPku hilang, jadi aku kehilangan nomernya!" jawab Mark yang masih merasa kecewa karena gadis yang ia taksir ternyata kini menjadi istri sahabatnya. "dasar playboy, istri sahabatmu sendiri saja mau kau sabet juga!" Seloroh Charlie yang kemudian ditatap sengit oleh Mark "aku suka padanya jauh sebelum mereka menikah!!" Mark yang kesal dengan komentar Charlie akhirnya lebih memilih pergi mencari minuman dingin untuk menyegarkan hati dan pikirannya.
__ADS_1
Janie yang sejak awal acara menahan ingin buang air kecil kemudian berjalan menuju toilet. BRUKKK,, Janie menabrak seseorang yang membuat keduanya hampir terjatuh, untunglah keduanya reflek saling berpelukan sehingga tidak sampai terjatuh. "maaf, aku tidak melihat ada orang" Janie meminta maaf sambil menunduk. "tidak apa-apa, aku juga minta maaf" terdengar suara laki-laki yang terdengar ramah juga meminta maaf. "ohhh, ehhhh" Janie salah tingkah ketika tersadar bahwa dirinya masih memeluk pria yang ditabraknya itu. "sorry!" Pria itu pun melepas pelukannya, sepersekian detik kemudian Janie menatap wajahnya, "wahhhh tampan sekali" ujar Janie dalam hati terkagum-kagum akan ketampanan pria yang ada dihadapannya itu. "aku permisi" kemudian pria itu berlalu dari hadapan Janie dan membuat Janie tersadar akan tujuannya mencari toilet karena sudah tidak tahan ingin buang air kecil.