
Akhirnya Katie dan James tiba di apartemen setelah sepanjang hari mereka bersama keluarga membahas hari pernikahan yang akan berlangsung 2 minggu lagi. "kau mau kemana?" tanya James saat melihat Katie berjalan menuju kamarnya. "tentu saja tidur, aku sudah sangat lelah" jawab Katie. "kau tidak mau tidur denganku? kita kan sudah resmi bertunangan" James mengerlingkan matanya mengoda Katie. "iyuhhhh,,, otakmu sangat kotor!!!" Katie yang merasa jijik langsung mengunci pintu kamarnya sebelum hal yang mengerikan terjadi antara mereka. James yang melihat ekspresi Katie pun tertawa lepas. Katie selalu bisa membantunya melupakan stres yang sangat berat yang dihadapinya di kantor. "semakin kau marah, semakin kau terlihat lucu" gumam James dalam hati yang kemudian masuk ke kamarnya sendiri untuk beristirahat.
Hari Senin pagi James dan Katie berangkat ke kampus bersama-sama seperti hari-hari kerja sebelumnya. "ehhhhh, kenapa kau tidak berhenti?" Katie bingung melihat James yang tetap melajukan mobilnya dengan cepat saat melewati halte bus di tempat biasa Katie turun dari mobil James. "kau tidak memberhentikan aku di halte?" Katie mengulangi pertanyaannya lagi, namun James tidak menggubrisnya.
__ADS_1
Setibanya di lapangan parkir Katie langsung membuka pintu mobil dan keluar serta berjalan menjauhi mobil James kearah gedung kampus, meninggalkan James yang masih berkutat mengumpulkan beberapa barangnya yang tercecer di jok belakang. Setelah James selesai, iapun kemudian menyusul Katie dan merangkul bahunya dengan santai. "lepaskan!!" Katie langsung menghindari tangan James, namun James kini malah melingkarkan tangannya di pinggang Katie. "kau ini kenapa sih?" Katie sangat risih mendapatkan perlakuan seperti itu dari James. "memangnya kenapa? aku hanya ingin berjalan bersama calon istriku!" kata James dengan datar. "ishhhh menyebalkan!!" Katie berjalan lebih cepat untuk bisa menghindar dari jangkauan James. James yang melihat Katie kesal kemudian terkekeh sambil terus menggodanya sepanjang jalan menuju kelas.
Semua mata kini menatap ke arah Katie dan James "kau ini kenapa sih? menyebalkan sekali!!" gerutu Katie yang terus saja diikuti oleh James. "lepaskan tanganmu, semua orang memandang ke arah kita!" Katie berbisik dengan nada yang kesal namun James tidak menggubris dan tetap mencoba merangkul pinggang Katie.
__ADS_1
Katie yang tidak sabar ingin melabrak James, langsung berjalan cepat menuju ke ruangan dosen saat jam makan siang. "kau ini kenapa sih??" Katie berteriak sambil menggebrak meja kerja James dengan brutal. "ada apa sayang?" James bereaksi sangat datar melihat calon istrinya yang tiba-tiba masuk dan marah-marah. "kenapa kau unggah foto itu?" Katie sudah emosi sampai ke ubun-ubun. "foto apa?" James masih memasang wajah polosnya. "kau tidak usah pura-pura tidak tau" suara Katie mulai melengking.
"memangnya salah kalau aku memberitakan kabar gembira kepada orang-orang di sekitarku?" tanya James dengan tatapan yang tajam. "untuk apa? pernikahan kita ini hanya pernikahan kontrak, setelah waktu yang kita sepakati tiba, kita tidak akan memiliki ikatan apapun lagi!" Katie membalas menatap tajam kearah James. "terserah kalau kau menganggap pernikahan ini adalah sebuah kontrak, tapi bagiku dan ayahku pernikahan ini penting untuk dipublikasikan agar tidak menimbulkan pertanyaan dan menjadi kontroversial dikemudian hari karena dilangsungkan secara diam-diam" James kemudian kembali menatap layar laptopnya.
__ADS_1
Katie yang tidak bisa membalas semua ucapan James karena memang tujuan pernikahan ini adalah untuk membuat ayah James bangga dengan pernikahan anaknya, akhirnya keluar ruang kerja James dengan hati yang masih kesal. "sabar Katie, hanya delapan bulan saja, setelah itu semua akan kembali normal!" Katie menenangkan dirinya sendiri.