Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 30 MARIE


__ADS_3

Pagi di hari terakhir sebelum libur akhir semester dimulai, Katie dan James berangkat ke kampus bersama-sama.


"sayang, apa aku boleh menginap di rumah ayah dan ibu saat libur semester nanti?" Katie membuka percakapan mereka di dalam mobil sementara suaminya sedang menyetir.


"berapa lama?" tanya James.


"selama liburan" Jawab Katie.


"oh come on darling, kau mau menginap sebulan di rumah orang tuamu? apa kau tidak kasihan pada suamimu ini yang akan menjadi jomblo?" James memasang wajah memelas.


"kau kan bisa ikut menginap di rumah mereka bersama denganku sayang, lagi pula sejak kita menikah hampir dua bulan belum pernah kan kita menginap disana" Katie membujuk suaminya agar tidak marah.


"Baiklah, tapi hanya dua Minggu ya? karena dua Minggu berikutnya mau aku pakai buat kita bulan madu" James bernegosiasi.


"kau mau mengajakku bulan madu?" Katie menatap suaminya tak percaya.


"he em" jawab James sambil mengangguk.


"kemana?" tanya Katie antusias.


"terserah, kau saja yang memilih tempatnya" James mengerlingkan matanya.


"ahhhh sayanggg, kau manis sekali" Katie kemudian mengecup pipi suaminya yang masih fokus menyetir.


Katie dan James akhirnya menginap di rumah keluarga Peteroy di Alexbad. "kami senang akhirnya kalian bisa berlibur disini" kata Ibu sambil menyiapkan makan malam mewah untuk menyambut kedatangan anak dan juga menantunya.


"bagaimana kabar ayahmu James?" ayah bertanya tentang kabar besannya.


"ayahku masih sibuk mengurusi kasus korupsi negara di luar negeri, sudah hampir satu setengah bulan tidak pulang" James menjelaskan kabar ayahnya kepada Ayah mertuanya.

__ADS_1


Percakapan ringan dan hangat kemudian terjadi sepanjang mereka makan malam bersama.


Setelah makan malam, mereka berenam kemudian mengobrol di ruang keluarga, hal yang memang rutin dilakukan oleh keluarga Peteroy setiap harinya. "aku merindukan suasana ini sejak lama, hampir enam bulan aku tidak mengalami ini sejak pindah dan tinggal di ibukota" Katie merasa terharu masih mendapatkan kesempatan berkumpul bersama dengan orang tua dan saudara-saudaranya. Terlebih setelah kecelakaan yang menimpa ayahnya dan hampir merenggut nyawanya.


"Oya, mulai libur semester besok sampai satu bulan ke depan aku akan magang di kantor pusat DeModel.corp yang ada di ibu kota, jadi setiap hari aku akan tetap pergi keluar rumah meskipun sedang libur kuliah" kata Marie yang dijawab anggukan oleh ayah dan senyuman oleh ibu.


Marie yang berkuliah di perbatasan kota Alexbad dan ibukota memang sengaja memilih tempat magangnya di pusat ibukota supaya bisa merasakan pengalaman hidup di kota besar, karena sejak kecil hingga kuliah ia selalu tinggal di kota kecil.


"Sayang, bukankah DeModel.corp itu perusahaan milik keluarganya kak Mark?" tanya Katie pada suaminya.


"iya betul itu adalah perusahaan keluarga Alberto dan sekarang dikendalikan oleh kak Monica, kakak perempuan Mark" jawab James.


"kakak Ipar kenal dengan ibu Monica Alberto?" tanya Marie terperangah.


"dia kakak dari teman baikku" jawab James yang membuat Marie semakin kagum pada kakak iparnya ini.


Hari pertama Marie di DeModel.corp, "permisi, saya Marie Peteroy, mahasiswa yang akan magang disini" Marie memperkenalkan dirinya kepada resepsionis di kantor DeModel.corp.


Setelah sang resepsionis menghubungi bagian HRD, kemudian Marie diajak ke lantai lima untuk diarahkan mengenai tugas barunya.


"pak, ini mahasiswanya" kata sang resepsionis kepada kepala HRD.


"silahkan masuk" kata kepala HRD dan kemudian Marie dipersilahkan duduk di kursi yang ada dihadapannya.


"perkenalkan, saya Andrew" kepala HRD memperkenalkan dirinya.


"saya Marie" Marie mengulurkan tangannya dan disambut dengan senyum ramah.


"oke Marie, mulai hari ini tugasmu adalah menjadi asisten pribadi ibu Monica, Presiden Direktur DeModel.corp"

__ADS_1


Kemudian pak Andrew menjelaskan jobdesk Marie selama menggantikan asisten pribadi ibu Monica yang sedang cuti melahirkan. Marie adalah asisten pribadi ketiga yang sudah direkrut oleh perusahaan selama dua bulan belakangan. Asisten-asisten yang sebelumnya selalu mundur teratur karena merasa kewalahan dengan semua tugas yang diberikan oleh ibu Monica, karena harus dikerjakan dengan sangat perfect.


"semoga Anda bisa bekerja sama dengan perusahaan kami!" Pak Andrew kemudian menjabat tangan Marie kembali.


"mohon bimbingannya" Marie meminta arahan.


Sepanjang perjalanan dari ruang HRD ke ruang Presiden Direktur, Marie dijelaskan tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dihadapan ibu Presdir.


TOK TOK TOK.. "permisi Bu Presdir, saya sudah mendapatkan penggantian Bu Cindy" kata pak Andrew.


"oh ya, silahkan masuk" ibu Monica mempersilahkan Marie masuk ke ruangannya.


"perkenalkan nama saya Marie Peteroy" Marie mengulurkan tangan.


"Monica" jawab ibu Presdir dengan anggun dan ramah.


"oke pak Andrew, terima kasih untuk bantuannya" Monica menatap ke arah Andrew.


"baik Bu, saya permisi" Andrew menutup pintu.


Kini hanya ada Marie dan ibu Presdir di dalam ruangan. "so, tell me your background and why do you so interest to join with us?" tanya Monica dengan tegas namun tetap ramah.


"saya mahasiswa jurusan designer, selain itu saat ini saya juga mengambil kelas modeling untuk bekal ilmu tambahan saya terjun ke dunia fashion. saya ingin bergabung di perusahaan ini karena saya yakin bahwa dengan saya bekerja disini, saya akan banyak belajar ilmu baru yang tidak pernah akan saya dapatkan ditempat saya kuliah" jelas Marie panjang lebar yang membuat ibu Presdir cukup menaruh harapan padanya, mengingat sudah beberapa kali ia mengganti asisten.


"apa kau yakin bisa bekerja dibawah tekanan?" tanya ibu Presdir menyelidik.


"pasti bisa bu!" Marie mengangguk dengan penuh keyakinan.


"Oke, kalau begitu aku ingin memulai dengan agenda harianku, apa kau bisa membantu?" tanya ibu presdir sambil menunjuk setumpuk berkas yang ada di mejanya.

__ADS_1


"baik Bu, saya akan menjadwal semua aktivitas Anda segera, setelah siap kemudian akan saya berikan kepada Anda" Marie kemudian mengambil semua surat dan berkas yang ada di meja bosnya dan menyusunnya berdasarkan jadwal.


"sudah siap Bu, jadi jadwal pertama Anda adalah bertemu dengan ketua direksi PT. Aurora untuk membahas kerjasama tekstile yang akan diproduksi massal, kemudian setelahnya Anda ada janji makan siang bersama Manager operasional PT. Victory untuk menyediakan bahan baku aksesoris. Setelah itu....." Marie menjelaskan secara detail semua yang harus dilakukan oleh bos barunya tersebut yang membuat Monica berdecak kagum atas keuletan anak buahnya ini.


__ADS_2