Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 68


__ADS_3

"Kak nanti malam aku akan pulang sangat larut karena ada pekerjaan yang harus aku lakukan" Janie berkata saat mereka sedang sarapan berdua.


"Kau mau kemana?" Charlie menatap dengan curiga.


"Ini, aku dan Jack serta beberapa teman kami akan ada acara nanti malam!" Janie menjelaskan sambil menyodorkan brosur pembukaan mall baru ke tangan Charlie.


"Kau main band?" Charlie tidak percaya.


"He em, makanya beberapa waktu belakangan aku sering pulang malam, karena kami sedang mempersiapkan ini" kata Janie sambil memakan rotinya.


"Kenapa kau tidak pernah cerita?" Charlie terlihat sedikit emosi.


"Kakak kan tidak pernah bertanya? lagi pula sejak kapan kakak peduli denganku!?" Janie menjawab sekenanya.


"Tapi aku kan suamimu!" Charlie tidak mau kalah.


"Kakak lupa kalau pernikahan kita hanya sebatas formalitas di depan keluarga? lagi pula kita kan sudah sepakat tidak akan saling mencampuri urusan masing-masing!" Janie tidak mau kalah.


"Kan sudah aku bilang berkali-kali, setidaknya kalau aku tau kau sedang apa dan dengan siapa di luar sana, itu akan mempermudah kita saat ayah dan ibu bertanya!" Charlie kehilangan sabar.


"Iya baiklah, terserah kakak saja, aku berangkat dulu ya!" Janie sudah berdiri dan beranjak dari meja makan.


"Kau tidak mau aku antar?" Charlie berteriak karena Janie sudah menjauh.


"Tidak terima kasih, Jack sudah ada di depan!" Janie melambaikan tangan.

__ADS_1


"Sialan, dia lagi!" Charlie benar-benar marah mendengar nama Jack disebut.


.........


Waktu yang ditunggu akhirnya tiba, Janie tampil diatas panggung dengan penuh percaya diri. Sisi pendiam yang selama ini ditunjukkannya dalam kehidupan sehari-hari sangat berbanding terbalik dengan performanya diatas panggung yang begitu atraktif dengan gitar akustik ditangannya. Suara yang merdu dan wajah cantik juga menjadi poin utama yang membuat banyak penonton berdecak kagum dan bertepuk tangan saat lagu yang dinyanyikannya selesai.


"We want more! we want more!" begitulah teriakan para penonton dengan antusias.


"Dia sangat cantik ya?" kata seorang penonton yang berdiri dekat dengan Charlie.


"Ia, aku jadi penasaran ingin berkenalan dengannya!" Seloroh penonton lain yang tertarik dengan Janie.


Charlie yang sejak awal menonton seperti terhipnotis oleh Janie. Entah apa yang dia rasakan dalam hati, tapi rasanya ingin sekali dia memeluk istrinya itu dan mengecup bibir mungil yang mengeluarkan suara merdu. "Apa mungkin aku mulai menyukainya?" gumam Charlie dalam hati.


"Hey bro!" Mark membuyarkan lamunan Charlie yang ingin memeluk dan mencium Janie.


"Tentu saja, mana mungkin kami melewatkan performa saudara kesayangan kami!" Marie menunjukkan wajah bangganya.


"Kau sudah lama?" James bertanya.


"Lumayan" Charlie menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari atas panggung.


"Kakak baru pertama kali ya melihat Janie menyanyi?" Katie menggoda kakak iparnya yang terlihat sangat terkagum-kagum.


"Mereka bertiga kan memang belum pernah melihat kita perform!" Seloroh Marie.

__ADS_1


"Memangnya kalian juga bisa?" Mark meremehkan istri dan adik iparnya.


"Sayang, kau meremehkan aku?" Marie memasang wajah kesal yang dibuat buat.


"Dia itu memang selalu meremehkan orang lain! hahahaha" James mengompori.


"Sayang!" Katie memukul lengan suaminya dengan gemas.


"Ahahahahah, iya ampun, ahahahhahaha" James mengelus bekas pukulan istrinya.


Kemudian mereka berempat pun tertawa bersama, hanya Charlie yang masih fokus menatap Janie tanpa berpaling sama sekali.


..........


"Oke, aku rasa malam ini kita benar-benar akan terhibur maksimal. Apa kalian tau kalau vocalis wanita disebelahku ini memiliki dua saudara kembar yang juga bersuara merdu? aku tadi sudah meminta ijin pada panitia untuk mengundang mereka ke atas panggung dan bernyanyi bersama kami. Marie dan Katie, bersediakah kalian bernyanyi bersama kami?" Jack memperkenalkan Marie dan Katie kepada penonton.


Suara sorak sorai dan riuh tepuk tangan memenuhi lobby lantai dasar mall menyambut Marie dan Katie yang naik keatas panggung dengan canggung dan malu-malu.


"Beri tepuk tangan yang paling meriah buat gadis kembar tiga ini!" Jack berhasil memprovokasi penonton untuk bersorak-sorai.


Alunan musik akustik kembali menghanyutkan penonton dalam buaian lagu cinta. Kali ini lagu yang dipilih adalah lagu Marvin Gaye dari Charlie Puth dan Meghan Trainor. Suara merdu dari triplet dan alunan musik dari pemain band memenuhi seluruh penjuru ruangan. Para suami triplet pun sangat terkagum-kagum dengan suara istri masing-masing yang ternyata sangat merdu.


"Aku baru tau kalau istriku memiliki suara yang sangat merdu!" Mark melongo saking kagumnya.


"Aku pun juga baru tau!" James tidak kalah melongonya.

__ADS_1


Sementara Charlie tetap tidak bergeming dan menikmati setiap untaian lirik yang dilantunkan istrinya.


__ADS_2