
Marie dan Monica sudah sampai di tempat yang dimaksud. "wahhhhh keren sekali" Monica menatap jejeran hutan Pinus dari atas sebuah bukit. "ayo Bu, masih agak kebawah sedikit lagi" Marie menggandeng Monica menuruni sebuah undakan yang terbuat dari batu.
Terdengar suara gemericik air, jangkrik dan burung liar bersautan menjadi sebuah irama musik alam nan indah. "ini dia!" seru Marie menunjukkan tempat yang dimaksud. Monica benar-benar terperangah melihat pemandangan di depannya, sebuah aliran sungai dengan beberapa undakan batu alami berbentuk air terjun mini. Ia baru tau kalau di Alexbad terdapat sebuah tempat tersembunyi yang begitu indah. "woaaahhhhhh,,, Marie ini keren sekali!" Monica masih begitu mengagumi pemandangan yang ada di depannya. Seketika dirinya berubah seperti anak kecil yang senang bermain air dan menciprat-cipratkannya kesegala arah.
"Apakah ibu jauh lebih baik sekarang?" tanya Marie dengan hati-hati. "ya, aku sangat baik" Monica berkata jujur, karena ia merasa bahwa energi negatif yang dimilikinya seketika tersedot keluar dari dalam tubuh saat ia menginjakkan kakinya di tempat ini. "aku senang mendengarnya Bu" Marie kemudian merebahkan diri di atas sebuah batu besar. "ngomong-ngomong Marie, bagaimana kalau mulai saat ini kau memanggilku kakak saja? kan sebentar lagi masa kontrak magangmu akan habis, kalau kau memang jadi bekerja di rumah, aku ingin suasananya seperti di rumah, jadi panggil saja aku kakak!" Monica menatap intens kepada Marie. "emm baik Bu, eh kak!" jawab Marie dengan canggung sambil menggaruk kepalanya membuat Monica tertawa geli.
Setelah puas bermain air dan bercanda berdua, Marie akhirnya mengajak bosnya untuk pulang. "sudah hampir gelap kak, sebaiknya kita pulang" Marie mengingatkan. "iya, kau betul" Monica mengangguk dan mereka pun berjalan menuju mobil yang diparkir di atas bukit.
__ADS_1
Setibanya di rumah, Marie langsung memperkenalkan bosnya kepada Ibu, Ayah dan juga Janie. "ini kak Monica Alberto, presiden direktur di kantor tempat aku magang" Kata Marie menjelaskan. "perkenalkan, saya Monica" Monica mengulurkan tangan kepada seluruh isi rumah. "Kak Monica mau menginap di rumah kita malam ini, boleh kan Bu, Yah?" Marie bertanya sebagai formalitas, karena sebelumnya ia sudah memberikan info ini di grup keluarga melalui pesan singkat. "tentu saja, dengan senang hati" Jawab Ibu dengan tersenyum ramah.
Sambil menunggu makan malam siap, Monica mengobrol dengan ayah tentang bisnis yang dijalani oleh keluarga Alberto. Sementara ibu, Marie dan Janie mempersiapkan hidangan makan malamnya. "terima kasih karena Bu presdir telah membimbing putriku selama magang di DeModel.corp" ayah mengucapkan terima kasih. "sama-sama pak, justru saya yang berterima kasih karena Marie banyak membantu pekerjaan saya di kantor" Monica membalas ucapan terima kasihnya kembali.
Makan malam berlangsung begitu hangat dengan obrolan santai mereka tentang kehidupan di Alexbad. Monica merasakan sesuatu yang sangat berbeda, ia merasa sangat senang bisa berada di tengah keluarga Peteroy, keluarga kecil yang hangat dan selalu ia dambakan sejak kecil.
Setelah makan malam dan bercengkrama dengan hangat di ruang keluarga, Marie mengantarkan Monica ke kamarnya. "maaf ya kak, kamarku kecil" kata Marie kepada Monica. "tidak masalah, aku malah senang bisa mengenal keluargamu lebih dekat dan tinggal bersama kalian" Monica mengembangkan senyumnya. "selamat malam" ucap Marie. "selamat malam" jawab Monica, kemudian Marie menutup pintu kamarnya dan menuju kamar Katie yang kosong untuk tidur disana.
__ADS_1
Keesokan paginya, ketika sedang sarapan bersama, Monica mengutarakan keinginannya kepada kedua orang tua Marie untuk memperpanjang kontrak kerja Marie sebagai asisten pribadinya sesuai dengan yang telah ia bahas dengan Marie di hari sebelumnya. "kalau bapak dan Ibu ijinkan, saya ingin Marie bekerja dengan saya selepas kuliah di sore hari dan ikut tinggal di rumah saya" Monica mengajukan tawarannya.
"Bagaimana denganmu Marie?" ayah bertanya sebelum mengambil keputusan. "aku bersedia ayah" jawab Marie. "kalau kau memang siap, maka ayah dan ibu pasti mendukungmu" kata ayah dan disambut dengan senyum oleh ibu.
"Kalau begitu Minggu sore besok saya akan kembali kesini untuk menjemput Marie agar bisa mulai tinggal dan bekerja di rumah saya". Monica berkata sambil mengembangkan senyumnya dengan lebar.
"Ayo kita berangkat!" ujar Monica saat melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. "Bapak dan Ibu, terima kasih atas jamuannya sejak kemarin, mohon maaf bila merepotkan" Monica kemudian memeluk Ibu dengan hangat. "Lain kali kalau ada waktu kami tunggu lagi kedatangannya, jangan kapok ya bermalam di gubuk kami" kata ibu membalas pelukan Monica. "hati-hati di jalan" kata ayah sambil menjabat tangan Monica.
__ADS_1