
Ditempat lain, Mark yang fokus dengan proyek barunya sedang berdiskusi dengan Angel.
"jadi menurut Bu Angel apa yang kurang?" tanya Mark.
"bagaimana kalau mulai saat ini kau panggil aku dengan Angel saja supaya lebih akrab dan nyaman dalam bekerja?" kata Angel.
"baiklah, kalau begitu kau juga panggil aku dengan Mark saja" Mark menyetujui ide Angel.
"sejujurnya, aku tidak terlalu memahami konsep hiburan di dalam sebuah kawasan hunian, jadi untuk proyek hiburannya aku rasa biar DeModel.corp yang menghandle" kata Angel.
"aku pikir konsep one stop shopping akan sangat menarik jika diterapkan di tempat seperti ini, jadi kita bisa melengkapi perumahannya dengan fasilitas umum seperti hotel, mall dan taman hiburan" timpal Mark.
"ide yang bagus" Angel mengangguk-anggukan kepalanya.
Mereka berdua serta beberapa tim kerja yang lain bekerja cukup berat selama beberapa hari belakangan.
"bagaimana jika aku mentraktirmu makan malam sebagai tanda terima kasih karena sudah mau bekerja sama dengan perusahaan milik ayahku?" tanya Angel kepada Mark.
"Dengan senang hati" jawab Mark dengan sopan menerima ajakan makan malam Angel.
Mereka berdua pun pergi ke restoran yang berada di lantai paling bawah hotel tempat mereka menginap bersama tim kerja yang lain.
"aku pesan wine" kata Angel kepada pelayan restoran saat mereka selesai makan malam.
__ADS_1
"terima kasih" kata Mark saat Angel menuangkan wine ke gelasnya.
"bersulang untuk keberhasilan bisnis kita" kata Angel.
"bersulang" Mark mengangkat gelasnya dan menempelkan nya ke gelas Angel yang akhirnya mengeluarkan sebuah bunyi dentingan kecil.
"Minumlah sepuas yang Anda mau pak, aku yang akan mentraktirnya" kata Angel.
Setelah meminum beberapa gelas, akhirnya Mark mulai mabuk dan meracau tidak jelas.
"Mark, apa kau bisa berjalan?" tanya Angel sambil menepuk pipi Mark.
Karena kewalahan untuk membawa Mark, akhirnya Angel meminta bantuan pelayan restoran untuk mengantarkannya ke kamar hotel yang ada di lantai atas restoran.
Sesampainya di kamar, Angel langsung membuka seluruh pakaian yang dikenakan oleh Mark.
"aku hanya ingin membuatmu bahagia Mark" bisik Angel ditelinga Mark yang membuatnya bergidik geli.
"Angel, aku ini sudah mau menikah, kau lupa kalau aku sudah punya Marie?" Mark yang tidak punya tenaga hanya bisa meracau tentang kekasihnya untuk menolak perbuatan Angel.
"tenanglah sayang, mulai malam ini kau pasti akan melupakan Marie dan mencintaiku" Angel kini melepas semua pakaian yang ada di tubuhnya, membuat dirinya sama polos dengan Mark.
"kau jangan gila" Mark yang makin tidak sadarkan diri hanya bisa pasrah menerima semua perbuatan Angel sambil terus meracau tentang isinya hatinya yang sangat mencintai Marie dan sudah berjanji tidak akan mengkhianatinya dengan wanita manapun.
__ADS_1
..........
Keesokan harinya Mark terbangun dengan kepala yang berat, ketika ia menengok ke sebelahnya, ia melihat sosok wanita yang dikenalnya sebagai rekan kerjanya yang baru.
"Angel? apa yang kau lakukan disini?" Mark yang kaget langsung terduduk di kasur dengan hanya memakai selimut.
"Mark sayang, kau sudah bangun?" kata Angel sambil mencium bibir Mark.
"lepaskan, apa yang kau perbuat?" Mark menghempaskan Angel dari tubuhnya.
"apa kau lupa dengan yang telah kita lalui semalam? kau bilang semalam sangat mencintaiku dan akan bertanggungjawab atas semua yang kau lakukan padaku?" kata Angel berbohong.
Angel yang sejak awal bertemu sudah menaruh hati pada Mark, mengambil kesempatan semalam untuk memiliki Mark seutuhnya. Baginya tidak penting Mark tidak mencintainya, asalkan Mark ada di sisinya untuk selamanya itu sudah lebih dari cukup. Wanita seambisius Angel tidak akan pernah berhenti sebelum keinginannya tercapai. Ia akan melakukan segala cara untuk dapat meraih cita-citanya. termasuk dengan berbuat kotor seperti semalam.
"Apa yang terjadi?" Mark berusaha mengingat semua kejadian tadi malam, namun sayangnya dia hanya ingat bahwa semalam ia ditraktir makan dan minum wine, sementara sisanya hanya penggalan samar yang tidak bisa diingatnya dengan jelas.
"kita semalam telah berkomitmen untuk bersama" Angel melanjutkan kebohongannya.
"tidak mungkin, aku tidak pernah berkomitmen pada siapapun kecuali dengan Marieku" Mark yang tau betul dengan rasa cintanya terhadap Marie, yakin tidak akan pernah berkata seperti itu bahkan saat ia mabuk sekalipun.
"tapi kau harus bertanggungjawab, aku telah memberikannya kepadamu semalam!" kata Angel menuntut.
"tidak, aku tidak bisa karena aku mencintai Marie, dan sampai kapanpun aku hanya mencintainya!" Mark menolak Angel dan segera berpakaian.
__ADS_1
"kalau kau tidak mau bertanggung jawab, maka aku tidak akan membiarkau bahagia dengan Marie!" Angel mengancamnya.
"terserah!" kemudian Mark keluar dari kamar hotel. Ia yang sudah kesal dengan ulah Angel langsung pulang dan menyerah kan proyek ini kepada anak buahnya untuk melanjutkannya.