Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga

Kisah Cinta Si Gadis Kembar Tiga
Bab 66


__ADS_3

Setelah kembali ke rumah masing-masing, Janie dan Charlie melanjutkan aktivitas mereka seperti biasa. Setelah sarapan, mereka berangkat bersama. Charlie mengantar Janie sampai halte bus terdekat.


"Kak aku turun di pertigaan depan saja ya" Janie menunjuk jalan di depannya.


"Apa kau janjian dengan temanmu lagi?" tanya Charlie menyelidik.


"Iya, aku janji sama Jack kalau pagi ini akan menunggunya di depan situ" kata Janie.


"Baiklah" kemudian Charlie memberhentikan laju mobilnya ke tepi jalan.


"Terima kasih kak, hati-hati dijalan ya" Janie kemudian turun dari mobil, menutup pintunya serta melambaikan tangan dan berjalan menjauh untuk menghampiri seseorang yang berada diatas sebuah motor.


Charlie tidak bergeming melihat apa yang terjadi di depannya. Ia merasa ada sesuatu yang terbakar di dalam dadanya. Emosinya terasa sangat membuncah, ingin rasanya ia keluar dari mobil dan menarik Janie kembali masuk ke dalam mobil. Namun demikian ia hanya diam, menyaksikan motor menjauh dan menghilang dari pandangannya.


..........


"Sayang, kenapa kau baru datang?" Vicky langsung memeluk Charlie yang saat itu baru saja masuk ke dalam ruangannya. "Aku sudah menunggumu dari tadi!" Vicky kini bergelayut manja di lengan Charlie.


"Maaf, tadi aku mengantarkan Janie dulu" kata Charlie sedikit berbohong, karena yang sebenarnya terjadi adalah ia hanya diam berlama-lama di pertigaan jalan untuk meredakan emosinya setelah melihat Janie pergi bersama Jack.


"Jangan bilang kalau kau sudah mulai menyukai gadis itu!" Vicky merasa cemburu.


"Sudahlah, jangan memancing pertengkaran di pagi hari, aku mengantarnya setiap hari karena memang ayah yang memintanya!" Charlie yang belum seratus persen reda emosinya karena Janie pergi bersama pria lain tidak ingin kembali tersulut emosi karena ulah Vicky.


"Jangan pernah berpaling dariku oke?" Vicky yang sudah memegang pipi Charlie mulai menciumnya dengan sangat menuntut. Mereka berciuman cukup lama, sampai akhirnya sebuah ketukan di pintu membuyarkan keromantisan mereka.


"Masuklah!" Charlie memerintahkan untuk masuk.


"Dokter, ini jadwal Anda hari ini" kata Andy asisten pribadinya sambil menyodorkan sebuah map ke tangan Charlie.


"Baiklah, terima kasih untuk bantuannya" Charlie menerimanya dan memberi kode Andy untuk keluar ruangan.


"Permisi dok" kata Andy sambil keluar dari ruang direktur.


"Aku harus bekerja!" kemudian Charlie kembali beralih dan berbicara dengan Vicky.


"Tapi nanti sore temani aku jalan-jalan ke mall ya?" Vicky memohon.

__ADS_1


"Baiklah, nanti sore kita pergi!" Charlie menyetujui.


"Oke, kalau begitu aku pergi dulu ya, bye sayang!" Vicky kembali memberikan ciuman panasnya sebagai salam perpisahan.


..........


Sorenya Charlie dan Vicky berkencan di mall seperti yang telah disepakati pada pagi harinya.


"Sayang bagaimana kalau kita makan dulu? ada restoran yang baru buka dan katanya lumayan enak" Vicky membujuk Charlie dengan bergelayut di lengan kekasihnya itu.


"Terserah kau saja" jawab Charlie.


Mereka kemudian berjalan menuju restoran yang dimaksud. Setelah tiba di tempat yang di tuju, mereka memesan kursi untuk dua orang di dekat jendela.


"Janie!?" tatapan Vicky tertuju pada gadis yang duduk persis di sebrang mejanya.


"Kak Charlie? Vicky?" Janie terkejut melihat suaminya bersama kekasih yang selama ini membuatnya merasa tidak dicintai sebagai seorang istri.


Sementara Charlie hanya terdiam tanpa merespon sama sekali.


"Kalian sedang berkencan ya?" goda Vicky yang melihat Janie bersama Jack.


"Halo, aku Jack!" Jack memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan kepada Charlie dan Vicky.


"Bagaimana kalau kita kencan ganda saja?" Vicky memberi ide.


"Ah nanti kami mengganggu kalian!" Janie merasa sungkan.


"Sama sekali tidak, jangan sungkan begitu!" kata Vicky kemudian memanggil pelayan untuk menyatukan meja mereka.


Setelah memesan menu makanan, mereka kemudian mulai makan sambil berbincang seputar keseharian masing-masing.


"Ini Jack, bukankah kau sangat menyukai ini?" Janie menyodorkan potongan jamur ke piring Jack.


"Terima kasih" Jack senyum menerimanya.


"Kalian romantis sekali!" Vicky merasa bahwa keromantisan Janie dan Jack adalah hal baik bagi hubungan rumit mereka.

__ADS_1


Sepanjang acara makan Charlie tidak berbicara sepatah katapun, dia lebih banyak diam dan fokus memakan makanannya. Hanya Vicky dan Janie yang banyak bicara disambut sesekali oleh Jack.


"Baiklah, kalau sudah selesai, sepertinya kita bisa pulang, ayo Janie!" akhirnya Charlie berbicara.


"Sayang, kita tidak jalan-jalan dulu?" Vicky bertanya kepada kekasihnya.


"Eh iya kak, kalau kalian mau jalan-jalan lagi pergi saja, aku dan Jack juga masih ada urusan yang perlu kami selesaikan sampai nanti malam" kata Janie yang terkejut karena Charlie mengajaknya pulang bersama.


"Baiklah kalau begitu, kita berpisah disini ya?" Vicky memeluk Janie dan menjabat tangan Jack. Sementara Charlie membayar makanan mereka.


"Terima kasih atas traktirannya kak" Jack mengulurkan tangan kepada Charlie dan dibalas dengan datar.


..........


Charlie yang sudah tidak mood untuk berjalan-jalan langsung mengajak Vicky pulang. Ia tiba di rumah terlebih dahulu dibandingkan Janie. Rasa kesal semakin menjalar ke seluruh tubuhnya melihat kamarnya kosong. Ia terus gelisah menunggu Janie pulang hingga malam hari.


"Kau dari mana saja?" Charlie langsung langsung menyambut Janie yang baru masuk kamar dengan nada yang tidak bersahabat.


"Kak kau sudah pulang?" Janie bingung harus menjawab apa dengan sikap Charlie yang terlihat sedang kesal.


"Apa begini cara anak muda jaman sekarang berpacaran? pulang hingga larut malam tanpa memberikan kabar berita untuk orang rumah?" Charlie seperti orang yang kesetanan.


"Kak kenapa kau marah-marah? bukankah kau tadi tau kalau aku pergi dengan Jack? lagi pula aku sudah bilang akan pulang malam karena masih ada urusan yang harus aku selesaikan!" Janie benar-benar tidak habis pikir dengan sikap Charlie yang tiba-tiba marah kepadanya.


"Memangnya apa yang kau lakukan dengan Jack sampai malam begini?" Charlie masih sangat emosi.


"Ah bukan apa-apa, hanya proyek kecil saja!" Janie masih menjaga dirinya agar tidak tersulut oleh sikap Charlie.


"Ohhh, jadi begitu sikapmu saat ditanya oleh suamimu?" Charlie sudah tidak bisa memendam kekesalannya lagi.


"Kau ini kenapa? apa yang salah denganku? aku hanya pergi dengan Jack untuk melakukan sebuah pekerjaan!" Janie yang awalnya tidak ingin menanggapi pun akhirnya tidak tahan untuk melepaskan kekesalannya.


"Apa kau lupa statusmu sudah menikah?" Charlie menarik tubuh Janie dan memeluk pinggangnya, membuat tidak ada jarak sama sekali antara mereka berdua.


"Cih, kau bilang status sudah menikah? kau sendiri lupa kalau tadi sudah menggandeng pacarmu itu? apa kau lupa kalau aku ini tidak pernah kau anggap sebagai seorang istri?" Janie membalas perkataan Charlie dengan sangat menohok.


"Lepaskan aku, aku lelah, ingin beristirahat!" Janie memberontak dan melepaskan diri dari pelukan Charlie.

__ADS_1


Setelah membersihkan diri, Janie langsung merebahkan dirinya membelakangi Charlie tanpa berkata sepatah katapun.


__ADS_2