Laila Bodyguard Bercadar

Laila Bodyguard Bercadar
37. Ternyata dia inisial L


__ADS_3

Pagi hari, keluarga Laila sarapan bersama seperti biasanya, tapi kali ini Laila ikut sarapan pagi di rumah.


"Kenapa kamu dipecat?" tanya bunda menatap putrinya yang tampak murung.


"karena bos akan menikah, mungkin dia akan mencari bodyguard laki-laki Bun," jelas Laila.


"Apa? tega sekali dia melakukan itu," bunda tampak marah pada bos Laila.


"Apanya yang tega sih Bun, itu hal biasa dalam dunia kerja," ujar Ayah.


sementara itu Ridwan memperhatikan wajah Laila yang tampak sedih dari semalam.


"Kamu baik-baik aja kak?" tanya Ridwan.


"Iya aku baik-baik aja," jawab Laila.


***


Laila sedang melamun di ruang tamu, Ridwan datang dan mengagetkannya.


"Kamu kenapa sih kak, ada masalah ya?" tanya Ridwan.


"Aku baik-baik aja Rid," jawab Laila pelan.


"Apa kamu diberhentikan dengan tidak hormat oleh si Arga itu?"


"Nggak, nggak ada apa-apa," tegas Laila, namun ekspresi wajahnya tampak tidak meyakinkan.


"Apa kamu sedih karena dia akan menikah? jangan bilang kalau kamu suka sama dia kak," tanya Ridwan penasaran.


Laila pun terdiam sembari matanya yang berkaca-kaca, meski ia berusaha menyembunyikan kesedihannya, namun tetap saja Ridwan akan mengetahui itu.


"Jangan bohong lagi kak, kamu bisa bohongin semua orang, tapi aku tidak akan bisa kamu bohongi, aku bisa membaca ekspresi mu," ujar Ridwan.


Laila pun pasrah jika Ridwan mengetahuinya, karena memang dari kecil ia hanya bisa berbagi cerita pada adiknya itu.


"Udahlah Ridwan, jangan bahas itu lagi, aku ingin istirahat dulu," ujar Laila dan buru-buru masuk ke kamarnya.


...----------------...


Afni langsung menerobos masuk ke ruang rawat Arga. Matanya menatap Arga yang tergeletak di ranjang rumah sakit.


"Arga..kamu kenapa bisa begini? ini perbuatan siapa sih" tanya Afni yang tampak panik, seolah ia bukan pelakunya.


"Entahlah..aku nggak tau siapa saja yang membenciku di dunia ini," jawab Arga sambil menatap layar HP nya.


"Jahat sekali yang melakukan ini, kalau aku tau pasti aku akan langsung memberi pelajaran pada pelakunya," gerutu Afni dengan kebohongannya.


"Sudahlah jangan di bahas lagi, aku ingin istirahat," tegas Arga.

__ADS_1


Afni menoleh kanan kiri, mencari-cari Laila. "Oh ya, Laila mana?"


"Sudah ku pecat," jawab Arga singkat.


Afni pun senyam-senyum sendiri mendengar kabar baik itu. "Sayang sekali ya, padahal aku ingin bertemu dengannya," basa-basi Afni.


Arga tak merespon, ia masih saja fokus dengan hp nya.


***


Bruk..


Rifki tak sengaja menabrak dokter yang sedang buru-buru. "Maaf maaf..ucap Rifki,"


"Astaga..kamu lagi? kamu ngapain sih selalu muncul di sini?" gerutu Adel yang tampak kesal.


"Kamu! aku juga nggak akan ke sini kalau bukan ada alasannya, aku ke sini karena saudaraku terluka," cetus Rifki menatap Adel.


"Bosnya Laila emangnya kenapa?"


"Arga tertusuk pisau," ucap Rifki.


"hah? terus Laila gimana? dia baik-baik aja kan?" Adel panik karena khawatir Laila sebagai bodyguard ikut terluka.


"Iya, dia baik-baik aja, karena Arga menyelamatkan dia," jelas Rifki.


Adel pun tersenyum menatap Rifki, senyumannya seolah meledek Rifki.


"Aku mulai paham, kamu kemarin sedih-sedih di tengah hujan karena patah hati kan? dari perlakuan kamu ke Laila aku bisa baca kalau kamu suka sama dia," tutur Adel sembari tersenyum.


"Jangan sok tau deh, oh ya nanti aku kembalikan payung mu," ujar Rifki dan buru-buru pergi.


...----------------...


Siang itu Laila sedang mengantar kerupuk kulit pesanan pelanggan. Ridwan yang memiliki sebuah rencana, diam diam memasuki kamar Laila.


Ia mencari cari surat peninggalan Linda untuk ditunjukkan pada Arga. Sebagai adik ia tak ingin melihat kakaknya bersedih.


Tak lama kemudian ia pun menemukan sebuah amplop surat di laci meja yang ada di kamar Laila.


Ridwan langsung bergerak cepat menuju rumah sakit.


Ia bermaksud memberi tahu Arga semuanya, karena Arga berhak tau yang sebenarnya. Ridwan hanya menebak nebak rumah sakit tempat Arga di rawat. dan tebakannya tepat sasaran.


Ia bertanya pada Adel dimana ruang rawat Arga. Adel langsung menanyakan pada rekannya dan memberitahu pada Ridwan.


"Assalamualaikum," ucap Ridwan sembari mengetuk pintu ruang rawat Arga.


"Masuk,"

__ADS_1


Ridwan pun masuk, dan untungnya di sana hanya ada Arga.


"Ridwan..kamu Ridwan kan?" tanya Arga.


"Iya, saya Ridwan yang waktu itu kak Arga bantu," jawab Ridwan.


"Ada apa Ridwan? Laila sudah sampai ke rumah kan?"


"Iya kak, aku ke sini karena ada hal yang sangat penting,"


"Hal penting apa?" tanya Arga penasaran.


"Apa kamu mencintai kakak ku? tolong jawab jujur," tanya Ridwan. Sebenarnya Ridwan sering memantau keseharian Laila, dan ia tau betul bahwa tatapan Arga pada Laila lebih dari tatapan seorang bos pada bawahannya.


"Sepertinya aku tidak bisa bohong padamu, ya, aku mencintai dia, tapi aku memecatnya bukan karena aku membencinya, tapi aku takut dia akan terluka seperti ku," jelas Arga.


"Bukannya almarhumah calon istrimu mewasiatkan agar kamu menikahi perempuan inisial L?" tanya Ridwan.


Arga terkejut mendengar ucapan Ridwan, "Dari mana kamu tau banyak hal tentang saya?"


"Tidak perlu aku tau dari mana, jawab saja," tegas Ridwan. Arga serasa di interogasi.


"Iya, almarhumah calon istriku memang mewasiatkan ku, tapi aku mencintai Laila," tegas Arga.


"Jadi jika kamu menemukan inisial L, apa kamu akan melupakan Laila?"


"Tidak! aku terlalu mencintai Laila, ketulusannya saat menjagaku membuatku tak ingin mencari wanita manapun, kemarin aku mencari inisial L hanya untuk memastikan dia baik-baik saja,"


"Benarkah?"


"Iya, demi Allah saya mencintai Laila," tegas Arga bersungguh sungguh.


"Ambillah ini, baca dengan baik," ucap Ridwan sembari memberikan sebuah amplop surat wasiat Linda untuk Arga.


Arga membuka amplop itu, matanya terfokus membaca isi surat.


Tentunya ia terkejut, tak menyangka ternyata perempuan yang ia cintai adalah inisial L.


"Tanpa aku jelaskan, kamu pasti paham, kalau kak Laila adalah perempuan yang selama ini kamu cari," ujar Ridwan.


"Pantas saja saat aku menyuruhnya untuk mencari tau inisial L dia selalu menghindar dan mencari-cari alasan, jadi ini sebabnya,"


"Dia menjadi bodyguard mu hanya untuk menjagamu sesuai wasiat almarhumah," tutur Rifki membuat Arga semakin terharu.


"Berarti dia menutupi identitasnya karena dia tidak mencintai ku?"


"Aku tidak tau pasti, yang ku tau sekarang dia sering melamun, aku mendapatinya sedang bersedih karena berhenti bekerja, tapi kurasa berhenti bekerja tidak akan membuat orang sesedih itu, jika bukan karena hal lain,"


"Hal lain apa?" tanya Arga penasaran.

__ADS_1


"Apa lagi kalau bukan cinta, ia menyesali dirinya karena tidak bisa di sisimu lagi," jelas Ridwan.


Mendengar itu membuat Arga ingin cepat cepat pulang dari rumah sakit untuk menjadikan Laila istrinya.


__ADS_2