
Pagi itu Bu Ranti dan Laila tampak menonton dakwah di televisi. Tiba-tiba saja Laila tak sengaja menukar channel menjadi berita. Laila dan Bu Ranti ternganga melihat berita itu.
"Pemirsa, seorang putra dari Pemilik White Horse grup mengumumkan bahwa ia akan segera menikah, diketahui bahwa nama pemuda tersebut adalah Rifki, pemuda tersebut mengumumkan ke seluruh penjuru kota bahwa pernikahan akan dilakukan dalam waktu dekat, pemuda tersebut nekat menaiki atap gedung White Horse untuk mengumumkan pernikahannya, berikut liputannya,"
Kemudian tampaklah wajah Rifki di televisi,
"Apakah pak Rendra Argantara merestui pernikahan ini, lalu apakah pemegang saham white horse akan di alihkan?" tanya wartawan pada Rifki yang baru turun dari atap.
"Ya jelas dong, papa saya sangat mendukung pernikahan saya, tapi untuk pemegang saham saya rasa tidak akan ada yang berubah, lagi pula saya sedang membangun perusahaan saya saat ini," jelas Rifki.
Tayangan berita itu membuat keluarga besar Argantara merasa malu. Arga yang melihat berita itu di sosmed merasa geram dan ingin buru-buru memukul Rifki.
"Kenapa lagi si gila ini, astaghfirullah..kok bisa bisanya dia kehilangan akal sehatnya," gerutu Arga yang tampak kesal.
"Assalamualaikum.." sapa Adel yang bertamu ke rumah Arga. "Waalaikumussalam..masuk Del," Laila menyambut hangat kedatangan sahabatnya.
"Del, kita akan berangkat hari ini kan? apa kamu sudah siap?" tanya Adel sembari duduk di ruang tamu.
"Berangkat ke mana?" tanya mama yang penasaran.
"Oh iya, aku lupa kasih tau mama, kalau Adel akan menemaniku untuk operasi wajah, apa mama memberiku izin untuk melakukan ini?" tanya Laila.
Bu Ranti sangat mengerti bagaimana sakitnya menjadi Laila, terlebih wajah Laila bukan hanya menjadi buruk namun terkadang masih sedikit perih jika terkena air.
"Ya..mama setuju, semoga semuanya lancar ya, oh ya Arga ikut kan? tanya Mama.
"Nggak ma, aku cuma pergi sama Adel, Arga kan harus mengurus perusahaan ma, katanya sih dia nyusul," jelas Laila.
Arga pun muncul ke ruang tamu, "Eh ada Adel, jadi kalian mau berangkat hari ini juga?" sapa Arga sembari duduk di samping Laila.
"Iya Ga, lagi pula Laila pasti sudah risih dan kesulitan dengan wajahnya," ujar Adel.
"Tapi kalian harus selalu menghubungi aku ya, pokoknya aku akan mengutus beberapa orang untuk menjaga kalian," ujar Arga.
__ADS_1
"Nggak perlu sayang, kamu lupa kalau aku pernah jadi bodyguard kamu, aku bisa menjaga diriku dan Adel, tenang aja ya," Laila berusaha meyakinkan Arga.
"Udah nurut aja, mungkin Arga masih trauma dengan peristiwa kemarin," ucap mama yang setuju pada Arga.
"Ya udah deh, tapi apa Rifki sudah tau hal ini, bagaimana dengan pernikahan kalian?" tanya Laila pada Adel.
"Dia belum tau sih, apa aku perlu kasih tau dia ya," Adel ragu-ragu karena khawatir Rifki akan kecewa.
"Aku hubungi Rifki aja biar sekalian dia datang ke sini," usul Arga. "Iya benar sayang," ucap Laila seraya mendukung usulan Arga.
Arga pun menghubungi Rifki untuk datang secepatnya.
Setengah jam kemudian..
"Assalamualaikum," sapa Rifki, ia kaget melihat calon istri duduk manis di sofa rumah Arga.
"Umi ngapain di sini, mau kasih Abi surprise ya," Rifki tersenyum manis menatap Adel.
"Mau muntah aku dengarnya, menyesal betul aku suruh kamu datang," gerutu Arga yang geli mendengar panggilan Rifki pada Adel.
"Del ..apa kamu sudah menonton berita pagi ini?" tanya Arga pada Adel.
"Belum,"
"Ya udah ini lihat dulu," suruh Arga seraya memberikan hp nya yang sudah terputar video viral pagi ini.
Adel pun menyimak berita di Hp Arga dengan seksama. Rasa malu bercampur kesal menggerogoti hatinya.
"Ini maksudnya apa Rif, aku benar-benar malu, aku.." Adel tak tau lagi harus menggunakan kata kata apa untuk mengungkapkan kekesalannya.
Rifki pun cengar-cengir, "Nggak papa kali Del, kan ada untungnya juga, sekarang kita viral" ujar Rifki.
Adel tak tau harus berkata apa lagi, ia hanya bisa mengurut kepalanya yang tidak sakit.
__ADS_1
"Udah..udah kita alihkan dulu pembicaraan nya, sebenarnya aku suruh kamu ke sini karena mau ngasih tau kamu kalau Laila dan Adel akan pergi ke rumah sakit di ujung kota, itu satu-satunya rumah sakit terbaik untuk operasi wajah," jelas Arga menatap Rifki.
Bagai di sambar petir di siang bolong, harapan Rifki untuk menikah Minggu ini tentunya akan di kubur dalam-dalam. Karena tak mungkin operasi sekaligus perawatan selesai dalam satu Minggu ini.
"Kenapa aku baru tau?" Rifki tampak kecewa.
"Emangnya kenapa, harus bangat ya semua hal tentang Adel dan Laila aku kasih tau ke kamu, lagi pula kalian kan belum resmi," ujar Arga yang masih saja menatap Rifki dengan kesal.
"Aku benar-benar kaget dengan kabar ini, aku..." Rifki tak tau lagi harus menggunakan kata kata apa untuk mengungkapkan kekecewaannya.
"Maaf ya Rif, tapi kan nanti pernikahan kita bisa dilaksanakan setelah kami kembali, lagi pula kan nggak harus buru-buru rif, sekalian biar kamu memperdalam agama dulu," ujar Adel dengan nada pelan.
"Nah benar tuh Del, dengerin Rif, kamu itu harus belajar agama lebih dalam, karena kamu adalah calon pemimpin di keluarga kalian nanti," Arga tampak mendukung argumen Adel.
Rifki menghela nafas dalam, berusaha mengikhlaskan kenyataan. "Baiklah, jika itu keputusan kamu Del, aku akan berusaha memperbaiki diri dan memperdalam ilmu agama," ujar Rifki.
Mama tampak bangga dengan kelapangan hati Rifki, terlebih ketika Rifki ingin memperbaiki diri. "Alhamdulillah..mama senang kamu bisa bersikap lebih dewasa," ujar Bu Ranti sembari menepuk pundak Rifki.
"Sebenarnya ada satu lagi Rifki," Kata Adel dengan serius.
"Apa?"
"Aku harap sebelum kita menikah, kamu bisa melafalkan surah Al Mulk dan Ar-Rahman, dan kamu bisa menjadi imam sholat yang baik, yang bacaan nya tepat dan benar," ujar Adel seraya memberikan sebuah syarat menikahinya.
Rifki pun tak bisa berkata tidak, ia sadar bahwa untuk menjadi suami Adel, haruslah memiliki ilmu agama yang dalam.
"Baiklah, aku akan berusaha Del, aku juga sadar kok, tidak mungkin aku menjadi suami mu sebelum ilmu agama ku seimbang dengan mu atau bahkan aku harus lebih dalam ilmu agamanya," tutur Rifki dengan wajah serius.
"Tumben dia pintar," ucap Arga yang terkesima dengan kata-kata Rifki.
"Gitu dong, ini baru namanya Rifki yang Sholeh, jangan kayak kemarin-kemarin," tutur Bu Ranti.
"Emang kemarin aku gimana ma?" tanya Rifki.
__ADS_1
"Kemarin kemarin kamu kurang waras," ucap Arga.
"Hush..kamu bicara apaan sih sayang," tegur Laila sambil menutup mulut Arga.