Laila Bodyguard Bercadar

Laila Bodyguard Bercadar
Skenario Cinta di Lauhul Mahfudz #10


__ADS_3

Hilman menatap kedua mata Ainun,


"Siapa yang mau pecat kamu, enak aja, saya nggak akan pecat kamu sebelum hutang-hutang kamu lunas," jelas Hilman.


Ainun hanya menunduk menyadari dirinya yang terlibat hutang.


"Maaf pak," ucap Ainun pelan.


"Udah nggak usah takut gitu, angkat wajah kamu, lihat saya," kata Hilman dengan lembut.


Ainun pun memberanikan diri menatap Hilman.


"Saya tidak akan menghukum kamu, lagian saya dari tadi nggak bentak-bentak kamu kan, tapi kenapa kamu setakut ini," lanjut Hilman.


Ainun terheran menatap Hilman,


"Kenapa pak, saya pantas menerima hukuman pak, saya udah banyak melakukan kesalahan," tutur Ainun yang sadar bahwa ia sudah melampaui batas.


"Udah nggak usah di pikirin, sana lanjutkan kerjaan kamu, saya ke belakang dulu, mau ganti baju," ucap Hilman dengan lembut.


Hilman pun pergi.


Ainun tercengang melihat sikap baik Hilman yang tidak sesuai ekspektasinya.


"Aku kira pak Hilman itu galak, tapi kok dia baik ya, harusnya tadi dia marah, tapi kok malah biasa aja padahal aku udah banyak buat kesalahan,"  batin Ainun.


Ainun masih melamun meratapi kebodohannya di ruang belakang restoran.


"Kamu kenapa? jangan ngelamun di sini, di sini banyak makhluk gaib loh," tegur Rika yang tiba-tiba menghampiri Ainun.


"Rika, kayaknya aku mau lari dari dunia deh," kata Ainun.


"Maksud kamu, lari kenapa? ada masalah apa Ainun, cerita dong," tanya Rika penasaran.


"Tadi pagi aku numpahin jus di baju pak Hilman, dan barusan aku siram dia pake air cucian sayuran," jelas Ainun yang berputus asa.


"Astaghfirullah.. kejahatan macam apa itu, terus gimana? pak Hilman marah?" tanya Rika penasaran.


"Aku nggak tau, aku nggak ngerti sama ekspresi bos aneh itu, sekarang rasanya aku mau keluar dari restoran ini,tapi nggak di bolehin sama pak Hilman, katanya aku nggak bisa kemana-mana sebelum hutang ku lunas," jelas Ainun dengan wajah yang putus asa.


"Aduh kasihan sahabat aku, jangan khawatir, kalau kamu butuh bantuan, kamu kasih tau aku ya, atau kita serang pak Hilman aja," usul Rika yang agak kekanak-kanakan.


"Rika..kamu kalau kasih saran itu yang masuk akal dikit dong, kalau kita nyerang pak Hilman sama aja dengan bunuh diri," cetus Ainun.


"Hehe..iya juga sih," kata Rika sambil tersenyum.


***

__ADS_1


Ainun buru-buru pulang karena ia masih ada janji untuk bertemu kakaknya Maysa di sebuah kafe.


Ainun sedang menunggu taksi online. Tiba-tiba ia melihat mobil Hilman yang akan melintas. Untungnya taksinya telah tiba. Namun tepat saat itu mobil Hilman juga berhenti di belakang taksi itu.


"Ainun!" panggil Hilman.


Karena takut, Ainun pura-pura tidak mendengar dan langsung naik ke taksi.


"Kok dia lari sih, apa dia takut ya," batin Hilman.


Telpon Hilman berdering yang ternyata dari sahabatnya Farhan.


"Halo, assalamualaikum ada apa bro," sapa Hilman di telpon.


"Waalaikumussalam, eh bro, kita bisa ketemuan malam ini nggak, nanti aku kirim alamat kafenya," tanya Farhan di telpon.


"Apaan sih Han, eh bro nggak usah lebai pake acara ketemuan segala, kalau emang ada yang mau kamu bicarakan, langsung aja kamu bicara lewat telpon," kata Hilman sambil tertawa.


"Beneran nggak mau? malam ini aku dan istriku mau ketemuan di kafe sama bidadari kamu," lanjut Farhan.


Ekspresi Hilman seketika berubah menjadi lebih semangat,


"Serius bro, oke oke, aku datang ya, nanti kamu kasih tau di kafe mana kita ketemu," kata Hilman bersungguh-sungguh.


"Kalau urusan Ainun aja kamu langsung semangat, dasar bucin," cetus Farhan di telpon.


Farhan tertawa lepas di telpon, "Hilman Hilman..itu namanya bukan suka, tapi justru dia makin takut sama kamu karena dia udah buat kamu sial berkali-kali," tutur Hilman.


"Ah kamu nggak akan ngerti," Hilman masih tetap dengan pemikirannya.


***


Malam itu Ainun pun sampai di kafe. Ia mencari-cari keberadaan kakaknya.


Tak lama kemudian Ainun pun melihat kakaknya Maysa yang tampak mesra dengan suaminya.


Ainun tak langsung menemui mereka, Ainun hanya menatap dari belakang. Tak bisa di pungkiri bahwa hati Ainun masih sedikit sakit melihat Farhan yang tampak mesra dengan kakaknya.


Ainun menahan air matanya,


"Astaghfirullah Ainun..aku kenapa jadi gini sih, jangan nangis..jangan nangis, pokoknya aku harus tunjukin wajah bahagia, jangan sampai mereka melihat air mataku," batin Ainun.


Ainun menghapus air matanya dan menuju ke tempat duduk kakaknya.


"Assalamualaikum kak, kalian udah lama kak," sapa Ainun sambil memeluk Maysa Kakaknya.


"Waalaikumussalam, nggak kok, kami juga baru datang, kamu duduk dulu," sambut Maysa dengan ramah.

__ADS_1


"Wah, pengantin baru wajahnya emang fresh ya," canda Ainun.


"Iya dong Ainun, kamu gimana kabarnya, kerjaannya lancar kan?" tanya Farhan.


"Alhamdulillah lancar kak," jawab Ainun.


"Oh ya gimana kabar ibu, besok aku akan ke rumah, aku kangen sama ibu," ujar Maysa.


"Ibu sehat kak," jawab Ainun singkat.


"Alhamdulillah," Maysa lega.


Ainun memperhatikan Farhan seolah menunggu seseorang.


"Lagi nungguin siapa kak," tanya Ainun penasaran.


"Lagi nungguin teman, oh ya kalian mau pesan apa?" tanya Farhan.


Tiba-tiba Hilman tampak berjalan ke arah mereka.


"Tuh dia orangnya udah datang," kata Farhan sambil menatap Hilman yang berjalan ke arah mereka.


Ainun menoleh ke belakang, matanya terkejut melihat sosok Hilman yang berjalan ke arahnya.


"Pak Hilman, mati aku, aku harus sembunyi," batin Ainun.


"Kak aku ke toilet dulu ya," ucap Ainun dan langsung mengambil tasnya lalu bergerak cepat untuk sembunyi.


Hilman pun sampai di sana.


"Assalamualaikum, apa kabar bro," sapa Hilman.


"Waalaikumussalam, baik bro, makin keren aja kamu bro," ucap Farhan.


"Iya lah aku emang keren dari dulu, oh ya istri kamu ikut juga ya," sapa Hilman menatap Maysa.


"Iya saya emang sengaja ikut pengen ketemu adik saya, oh ya kamu Hilman kan, yang sering di ceritakan Farhan sama aku," kata Maysa.


"Iya benar aku Hilman teman dekat Farhan," ucap Hilman yang matanya mencari cari Ainun.


"Kenapa? Kamu nyari bidadari?" tanya Farhan seolah meledek Hilman.


"Hah bidadari, emang ada ya?" Maysa tersenyum karena heran dengan kata-kata suaminya.


"Iya sayang, bidadari itu tadi ada di sini, tapi sekarang bidadari nya lagi pergi," ucap Farhan yang membuat Maysa semakin penasaran.


Ainun bersembunyi di belakang,

__ADS_1


"Aduh..gimana nih, kok si pak bos bisa ada di sini ya, apa aku kabur aja ya," batin Ainun, ia takut bertemu Hilman karena ia sadar hari ini telah banyak membuat si bos kesal.


__ADS_2