Laila Bodyguard Bercadar

Laila Bodyguard Bercadar
Skenario Cinta di Lauhul Mahfudz #3


__ADS_3

Farhan tersenyum menjawab pertanyaan Hilman itu, "Aku akan segera menikah dengan Maysa, lamaran ku di terimanya," jawab Farhan dengan hati bahagia.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu nikah juga bro,selamat ya!" ucap Hilman yang turut senang.


"Iya makasih ya, pokoknya nanti kamu harus datang ke nikahan aku ya," pinta Farhan pada sahabatnya itu.


"Tenang aja, aku pasti di barisan paling depan menyaksikan pernikahan kamu," tutur Hilman sambil menepuk pundak Farhan.


"Oh ya kamu kapan nikah? mau nunggu sampe tua dulu?" tanya Farhan seolah meledek Hilman. "Mentang-mentang udah punya calon, kamu ledekin aku ya,," cetus Hilman sambil tertawa.


***


Malam hari,,


Hilman duduk di sebuah taman, angin sepoi-sepoi berhembus menenangkan suasana. Tiba-tiba gadis cantik berjilbab Hijau menyapa Hilman. "Assalamualaikum," sapa gadis itu. "Waalaikumussalam," jawab Hilman sambil menatap wajah gadis tersebut dengan takjub.


Gadis itu berjalan Seolah menyuruh Hilman untuk mengikutinya, "Kamu mau kemana?" tanya Hilman pada gadis.


"Ikut aku menuju bahagia yang sesungguhnya," ucap gadis itu sambil tersenyum manis pada Hilman.


Gadis cantik larinya cukup cepat, Hilman berusaha keras mengejarnya, hingga ia jatuh.


"Aduh, sakit!" keluh Hilman yang terjatuh dari tempat tidur.


Ia pun tersadar dan membuka matanya, "Cuma mimpi, tapi kok aku bisa mimpiin gadis itu ya, gadis dalam mimpi ku itu kan gadis yang kemarin aku lihat di jalan sedang menolong seorang nenek," ucap Hilman yang merasa aneh dengan mimpinya.


"Tapi gadis itu benar-benar cantik, entah mengapa hatiku tenang melihatnya," lanjut Hilman sambil tersenyum sendiri.


Hilman menatap jam dinding, waktu menunjukkan sepertiga malam, ia pun menuju kamar mandi untuk berwudhu.


Hilman membentangkan sajadah dan menunaikan sholat.


"Ya Allah, berdosakah hamba jika mengagumi seorang gadis yang ada di mimpi hamba, tapi sungguh gadis itu terlihat nyata, hamba mohon pertemukanlah hamba dengan gadis itu," pinta Hilman dalam doanya.


***

__ADS_1


Di tempat yang berbeda, Ainun Anisah sedang menunaikan sholat tahajud di kamarnya.


"Ya Rabb, ampunilah hamba yang sempat mengeluh pada skenario yang engkau hadirkan dalam hidup hamba, bantu hamba untuk menerima dan bersyukur atas apa pun jalan hidup yang engkau takdirkan untuk hamba, sungguh kurang ajar jika hamba mengeluhkan itu, padahal engkau sesungguhnya amat baik pada hamba, teguhkanlah jiwa yang lemah ini ya Rabb, agar diri ini kuat menjalani hari-hari hamba," ucap Ainun dalam doa di sepertiga malamnya.


***


Pagi itu Maysa mengobrol dengan Ainun, Maysa meminta pendapat adiknya itu tentang gaun pengantin yang cocok untuknya.


"Menurut aku gaun hijau itu cantik kak," ucap Ainun sambil menunjuk sebuah gambar gaun di katalog itu. Tak sengaja air mata Ainun menetes padahal ia dengan sekuat hati menahannya.


"Kamu nangis ya, kamu kenapa dek?" tanya Maysa yang memperhatikan Adik kesayangannya. "Nggak, aku cuma belum siap aja kalau nanti aku akan jauh dari kakak," jawab Ainun menyembunyikan perasaannya.


Mendengar itu Maysa pun ikut menetes air matanya, "Ainun, sampai kapan pun, kakak akan selalu ada untuk kamu, bahkan hingga nanti kita sama-sama tua, kalaupun nanti kakak udah nggak tinggal di rumah ini, tapi kan kamu masih bisa datang ke rumah kakak nanti," tutur Maysa sambil memeluk adiknya Ainun.


"Kak..berarti selama ini kakak suka sama kak Farhan ya?" tanya Ainun.


"Nggak juga sih, tapi karena keberaniannya melamar aku, rasanya tidak pantas aku menolak lamarannya, dan memang tiba-tiba saja aku pun merasa kalau aku sebenarnya suka dengan sikap lembut Farhan," jelas Maysa pada Ainun, ia sama sekali tidak tahu kalau Ainun memendam cinta pada Farhan. Kalaulah ia tahu pasti ia akan menolak lamaran itu.


***


"Sengaja, mau lihat muka calon pengantin," canda Hilman.


"Ya udah, nih liatin aja, siapa tau ketularan jadi calon pengantin juga," balas Farhan sambil tersenyum.


"Eh bro, aku sebenarnya mau cerita, akhir-akhir ini aku sepertinya jatuh hati pada gadis yang belum pernah bertegur sapa dengan ku," jelas Hilman dengan serius.


"Kalau nggak bertegur sapa, kenapa kamu bisa jatuh hati?" tanya Farhan yang merasa cerita HilmanĀ  tidak masuk akal.


"Aku pernah melihat gadis itu secara langsung, dan setelah itu aku bermimpi bertemu gadis itu," jelas Hilman.


"Kamu halu kali bro, mana ada bidadari dalam mimpi," ucap Farhan yang tidak yakin dengan cerita Hilman.


***


Ainun, Maysa dan juga ibu sedang sarapan di ruang makan.

__ADS_1


"Ibu nggak nyangka kalau Farhan itu suka sama kamu sayang," ucap ibu yang bangga pada Maysa.


"Iya Bu, aku juga nggak nyangka," tutur Maysa.


"Dia itu calon suami yang cocok buat kamu, dia sudah pasti bisa membahagiakan kamu, pendidikan dia tinggi seperti kamu, dan dia juga punya pekerjaan yang bagus yang pastinya bisa memberi apa yang kamu inginkan," jelas ibu pada Maysa.


Ainun hanya terdiam mendengarkan kata-kata sang ibu.


"Iya Alhamdulilah Bu, semoga nanti Ainun juga mendapatkan suami yang baik ya," ucap Maysa yang melirik Ainun.


"Ya nggak mungkinlah sayang, Ainun kan cuma lulusan SMA jadi suaminya juga mungkin cuma lulus SMA, lagian kerjaan dia itu cuma pelayan restoran, sedangkan kamu seorang dosen yang pastinya pekerjaan kamu jauh lebih terhormat," tutur Ibu pada Maysa seolah menyudutkan Ainun.


Ainun hanya lanjut sarapan seolah dirinya tidak mendengar perkataan negatif tentang dirinya.


"Bu, jangan bicara seperti itu dong, kita nggak tau jodoh seperti apa yang allah siapkan untuk Ainun," tegur Maysa pada ibunya.


Ainun selesai sarapan, ia mencium tangan sang ibu, "Ainun berangkat kerja ya Bu, Assalamualaikum," ucap Ainun.


"Waalaikumussalam, jangan lupa nanti bantuin kakak kamu mempersiapkan pernikahan nya ya," pinta ibu.


"Iya insyaallah Bu," jawab Ainun.


***


Sambil berjalan mencari angkot ke tempat kerja, Ainun merenung sejenak mengingat perkataan sang ibu tadi.


"Benar juga kata ibu, aku cuma lulusan SMA, tidak mungkin rasanya jika aku dilamar oleh laki-laki mapan seperti kak Farhan, kak Farhan terlalu sempurna untuk aku yang cuma babu di restoran, sadar Ainun..sadar..ini bukan negeri dongeng yang mengisahkan wanita miskin dengan seorang pangeran, pokoknya aku harus fokus bekerja supaya aku bisa nabung dan buat usaha sendiri," batin Ainun yang menyemangati dirinya sendiri.


***


Sesampainya di restoran, Ainun pun kembali bekerja dengan semangat sebagaimana semangatnya ia dulu menjalani hari-harinya.


Ainun sedang mencuci piring di dapur restoran itu.


Hilman yang melihat Ainun di CCTV diam-diam menuju dapur restoran untuk melihat Ainun secara langsung. "Pagi pak, ada yang bisa kami bantu, atau apa ada masalah dengan kinerja staf kita pak?" tanya petugas di restoran itu pada Hilman. Karena tentu saja orang akan heran melihat pimpinan baru restoran tiba-tiba ke tempat yang tidak pernah di datanginya sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2