
Ainun bersiap untuk menyerang, ia mengambil alat berupa sapu yang ada di tempat itu. Langsung saja Ainun berbalik badan dan menyerang laki-laki yang membuntutinya.
"Kamu mau macam-macam ya, nih Rasain, jangan main-main sama saya yah, saya ini bisa makan orang jahat kayak kamu ini," gumam Ainun yang tak henti memukuli Hilman.
"Aduh sakit! saya bukan orang jahat, tolong percaya, jangan pukul saya lagi, aduh sakit!" keluh Hilman sambil menghindar dari pukulan sapu di tangan Ainun.
Puas Ainun memukuli Hilman, ia tak tahu bahwa yang di pukulnya adalah CEO restoran itu.
Tak lama kemudian seorang satpam mendatangi keributan itu.
"Stop! stop! Ainun, kenapa kamu mukulin pak Hilman? bapak Hilman ini putra pemilik restoran ini dan sekaligus penerus yang mengelola restoran ini," tegas Satpam itu, hingga Ainun dengan spontan membuang sapu di tangannya.
Ainun panik dan terkejut mendengar perkataan satpam .
Ainun pun menunduk dan mengemis maaf dari CEO. "Maaf pak, maaf, saya salah pak, saya mohon jangan pecat saya, sumpah! saya benar-benar nggak tau kalau bapak itu pemilik restoran ini, saya pikir tadi ada orang jahat yang ngikutin saya, tolong jangan pecat saya pak, sekarang cari kerjaan sangat susah, saya akan lakuin apa aja asalkan bapak jangan pecat saya," pinta Ainun yang menunduk dan membujuk maaf dari Hilman.
Hilman meluruskan badannya yang pegal-pegal karena pukulan Ainun.
"Saya nggak nyangka perempuan seperti kamu ini ternyata kuat juga ya, kayaknya nanti saya harus cek dulu ke rumah sakit, siapa tau tulang tulang saya ada yang patah, nanti hasil ceknya saya bawa ke kantor polisi sebagai bukti bahwa saya telah di aniaya oleh bawahannya sendiri," ucap Hilman yang sengaja menakut-nakuti Ainun. Dalam hatinya Hilman tersenyum melihat tingkah lucu Ainun yang sedari tadi panik dan ketakutan.
"Pak saya mohon maaf, tolong jangan laporin saya ke polisi, pokoknya saya akan tanggung jawab," bujuk Ainun.
"Selagi kamu mau tanggung jawab saya akan maafin kamu, nggak usah takut gitu, angkat wajah kamu, jangan menunduk di hadapan saya," tutur Hilman menatap Ainun.
Ainun pun mengangkat wajahnya, matanya menatap Hilman.
"Maasyaa Allah, bodohnya aku, laki-laki setampan ini aku tuduh sebagai orang jahat," batin Ainun yang bengong menatap Hilman.
"Kenapa bengong? saya ganteng kan? kamu pasti nyesal udah mukulin saya," ucap Hilman yang memuji diri.
Ainun hanya cengar cengir.
__ADS_1
"Ih narsis bangat ya, bisa-bisanya dia muji diri sendiri," batin Ainun.
"Tadi kamu bilang akan lakuin apa pun kan, jadi saya minta setiap pagi kamu harus ke ruangan saya di atas, tugas kamu adalah ngantar kopi ke ruangan pribadi saya," tegas Hilman pada Ainun.
"Cuma itu pak, kalau itu insyaallah saya pasti bisa," jawab Ainun.
"Ya, cuma itu, sama satu lagi, saya minta nomor telepon kamu, karena saya butuh menghubungi kamu kalau saya butuh apa apa," lanjut Hilman yang sengaja melakukan itu supaya bisa melihat Ainun setiap hari.
"Iya pak, sini saya tulis," ucap Ainun dengan polosnya sambil menulis nomor nya di hp Hilman.
"Oke, makasih, kamu boleh kembali bekerja," ucap Hilman.
Ainun pun lega mendengar itu,
"Baik, terimakasih banyak pak," tutur Ainun dan langsung kembali bekerja.
***
Hilman menelpon Farhan.
"Assalamualaikum, lagi apa bro," sapa Hilman di Telpon.
"Waalaikumussalam, biasalah masih nyantai, kan pengantin baru, cuti masih panjang bro," jawab Farhan di telpon.
"Eh bro aku ada informasi luar biasa di pagi hari ini, tadi aku ketemu sama bidadari ku," ucap Hilman dengan bersemangat.
"Beneran, wah kemajuan besar tuh," ucap Farhan.
"Iya bro, pokoknya aku benar-benar beruntung, dan mulai hari ini aku bisa ketemu bidadari ku setiap hari," lanjut Hilman.
"Keren kamu bro, tapi BTW gimana pertemuan kalian, kenapa bisa ketemu?" tanya Farhan.
__ADS_1
"Tadi aku ngikutin dia, eh aku malah di kira maling, dia langsung gebukin aku pake sapu bro, gila! cantik-cantik gitu ternyata tenaganya luar biasa, sampai-sampai tulang punggung ku rasanya udah remuk," keluh Hilman di telpon.
"Haha.. kasihan kamu bro, nanti kamu cek ke dokter dulu siapa tau tulang kamu benar-benar remuk," canda Farhan yang meledek Hilman.
"Bukannya kasih semangat eh kamu malah ngetawain aku, dasar teman nggak ada akhlak," keluh Hilman.
"Iya sorry sorry, tapi saran aku sih jangan kelamaan, perempuan seperti Ainun banyak yang suka, kalau kamu terlambat, bisa-bisa dia di lamar laki-laki lain," ucap Farhan.
"Iya aku juga maunya gitu kali, tapi kan nggak mungkin aku tiba-tiba ngelamar dia, padahal dianya aja belum kenal sama aku," kata Hilman.
"Iya juga sih, ya udah tetap semangat ya, semoga bidadari nya dapat," tutur Farhan menyemangati Hilman.
***
Ainun masih kepikiran dengan masalah tadi, ia merasa dirinya bodoh karena sudah memukuli CEO restoran itu. Karena melamun, Ainun yang mengantar pesanan pelanggan ke meja di ujung tak sengaja menabrak seorang perempuan hingga makanan yang di bawanya jatuh.
"Maaf mba, maaf saya nggak sengaja," ucap Ainun pada perempuan itu.
"Kalau jalan hati-hati dong, lihat nih baju saya udah kotor, kalau udah gini emangnya kamu mau ganti rugi, asal kamu tau ya harga baju saya ini sepadan dengan gaji kamu dua bulan," cetus perempuan itu.
"Saya minta maaf Bu, saya janji saya akan tanggung jawab," ucap Ainun yang merasa bersalah.
Bu Mira, penanggung jawab kinerja pelayan di restoran mendengar keributan tersebut dan langsung menemui Ainun.
"Ainun, kamu melakukan kesalahan lagi, seperti perjanjian kemarin, silahkan kamu angkat kaki dari restoran ini, kamu tau kan kalau restoran ini bukan sembarangan restoran, orang-orang yang datang ke sini itu 97% dari kalangan orang-orang kaya, dan kamu sudah tidak termasuk kriteria pekerja yang kami butuhkan di sini, silahkan angkat kaki," cetus Bu Mira.
"Maafin saya Bu, tolong kasih saya satu kesempatan lagi," pinta Ainun.
"Tidak bisa Ainun, kamu sudah janji kemarin, silahkan pergi dari sini, tapi sebelum itu kamu harus ganti rugi pada mba ini," tegas bu Mira sambil menoleh ke arah perempuan yang tersenggol Ainun tadi.
"Tidak ada yang berhak memecat perempuan ini, perempuan ini masih punya urusan dengan saya, yang berani memecat perempuan ini silahkan temui saya," tegas Hilman yang tiba-tiba muncul.
__ADS_1
Bu Mira pun hanya menunduk karena takut bermasalah dengan CEO.