
💞Happy Reading
Ainun Anisah, seorang gadis malang yang mengalami rasa sakit bertubi-tubi ketika mendapat perlakuan tidak adil dari sang ibu tiri. Rasa sakit bertambah ketika orang yang ia cintai melamar kakaknya sendiri.
Namun skenario sang maha cinta jauh lebih indah, justru seorang pemuda kaya diam-diam mengagumi Ainun dan berusaha mengenal Ainun lebih jauh.
Â
    Skenario Cinta di Lauhul Mahfudz
Malam itu Bu Farah (Ibu tiri Ainun) merenung di kamarnya, mengingat peristiwa 18 tahun lalu.
18 Tahun lalu,,
Saat itu Ainun masih berusia 4 tahun. Ibu kandung Ainun adalah istri kedua dari ayahnya. Karena mengalami kecelakaan, ayah dan ibu kandung Ainun meninggal dunia. Hingga Bu Farah (Ibu tiri Ainun) harus melanjutkan perjuangan untuk membesarkannya.
Meski Bu Farah sering cemburu pada almarhumah ibu kandung Ainun, tapi ia masih punya perasaan untuk merawat Ainun seperti anaknya sendiri. Namun tak bisa di pungkiri kalau terkadang perlakuan pada putri kandung dan putri tiri akan ada perbedaan yang mencolok.
Saat itu Ainun yang masih berusia 4 tahun tak henti menangis merindukan ayah dan ibunya. Begitupun Maysa yang merasa kehilangan. "Ainun, kamu jangan nangis, ibu dan ayah pasti sudah di surga," kata Maysa sambil mengelus kepala adiknya yang masih kecil.
"Kenapa kita nggak ikut ke surga kak," ucap Ainun yang masih menangis.
Bu Farah tak sengaja melihat percakapan itu, ia pun hanya menangis di balik pintu karena rasa sakitnya yang tak terungkapkan.
"Dulu aku mengizinkan mu untuk menikahi perempuan itu karena aku pun kasihan padanya dan mempertimbangkan kesolehaannya, namun setelah aku ikhlas berbagi cinta mu kini kamu malah meninggalkan ku mas, sekarang aku harus berjuang sendiri, apa yang harus aku lakukan, musibah berganti-ganti menghampiri ku, apa lagi yang harus ku korbankan setelah ini," batin Bu Farah sambil menangis di balik pintu itu.
Bu Farah tersadar dari lamunannya 18 tahun lalu karena tiba-tiba putrinya Maysa menghampirinya.
"Ibu kenapa? Ibu nangis ya?" tanya Maysa yang mengkhawatirkan sang ibu.
Bu Farah mengelus kepala putrinya, "Ibu nggak pa pa sayang," ucap Ibu yang berusaha tersenyum.
__ADS_1
"Ibu jangan bohong deh," tegas Maysa menatap ibunya. "Iya ibu baik-baik aja, oh ya gimana kerjaan kamu, lancar kan?" tanya ibu mengalihkan pembicaraan.
"Alhamdulillah lancar Bu, ternyata jadi dosen itu lumayan seru juga ya Bu, nggak sia sia aku berjuang untuk lulus S2," tutur Maysa yang tersenyum bahagia.
"Syukurlah kalau kamu nyaman dengan profesi kamu saat ini," ucap Ibu yang juga ikut bahagia.
Tak lama kemudian Ainun pulang bekerja, "Assalamualaikum," sapa Ainun pada kakak dan ibunya. "Waalaikumussalam.." jawab Maysa dan ibu serentak. "Kok kamu baru pulang sih dek, lembur lagi ya?" tanya Maysa yang memperhatikan adiknya.
"Iya kak, hari ini lembur, lumayan lah buat nambah nambah tabungan," jawab Ainun sambil duduk istirahat di hadapan kakak dan ibunya.
"Mau lembur full satu bulan pun, gaji kamu itu gak akan seberapa Ainun, orang kerjaan kamu cuma pelayan restoran," ucap Ibu sedang matanya tertuju ke HP.
Ainun hanya menunduk seolah ia mengerti bahwa sifat sang ibu memang seperti itu. "Udah jangan di dengerin, sana buruan mandi, habis itu kamu makan ya," bisik Maysa pada Ainun.
Ainun pun berjalan menuju kamarnya. Namun seketika ia melamun mengingat ibunya yang selalu memprioritaskan kakaknya.
Ibunya mati-matian menyekolahkan kakaknya Maysa hingga S2 sedangkan ia hanya lulus SMA dan dulu terpaksa harus langsung bekerja untuk membantu biaya kuliah sang kakak.
Tiba-tiba sang kakak mengetuk pintu kamarnya. Ainun buru-buru membuka pintu. "Ada apa kak?" tanya Ainun pada Maysa di depannya.
"Farhan ternyata udah kembali dari luar negeri, sekarang dia sudah punya kerjaan tetap di Indonesia, dan besok dia mau ke rumah kita, katanya mau silaturahmi," jelas Maysa yang bahagia menatap Ainun.
"Beneran kak? Alhamdulillah kalau gitu," ucap Ainun sedang hatinya sangat bahagia. Farhan adalah teman kuliah Maysa yang dulu sering datang ke rumah untuk mengerjakan tugas bersama.
Namun setelah lulus S1 Farhan memutuskan untuk melanjut S2 di luar negeri. Ainun sangat mengagumi sosok Farhan, setiap kali Farhan datang ke rumahnya, Ainun diam-diam melirik Farhan sesekali.
Farhan adalah laki-laki ramah nan baik pada Ainun, terlebih karena Ainun adalah adik dari Maysa teman kuliahnya.
***
Pagi itu Ainun izin tidak bekerja pada atasannya hanya demi menyambut kedatangan Farhan.
__ADS_1
Ainun dan kakak nya Maysa menunggu di rumah. Tak lama kemudian yang di tunggu pun tiba. "Assalamualaikum.." sapa Farhan dengan semangat.
Maysa pun membukakan pintu, begitu pun ibu yang menyambut ramah. "Waalaikumussalam..eh Farhan, kamu udah kembali dari luar negeri?" sapa ibu yang menatap Farhan dari ujung kaki sampai ujung rambut karena penampilannya jauh lebih baik dari pada dulu.
"Iya Tante, saya baru pulang, sebenarnya saya kangen sama teman-teman kuliah, tadinya saya berencana mau buat reunian, eh yang lain pada nggak bisa, jadi yang bisa cuma saya sama Maysa," jelas Farhan sambil tersenyum.
"Oh gitu ya, ya udah ayok masuk nak," sambut ibu. Farhan pun duduk di ruang tamu sambil mengobrol dengan ibu dan Maysa.
Tak lama kemudian Ainun muncul membawakan teh. "Apa kabar kak Farhan," sapa Ainun sambil meletakkan gelas teh itu di meja dengan pelan.
"Alhamdulillah baik Ainun, kamu gimana kabarnya, udah lulus kuliah?" tanya Farhan menatap Ainun.
"Aku nggak kuliah kak," jawab Ainun sambil sedikit tersenyum menutupi kesedihannya.
Farhan terdiam karena sadar telah menyinggung Ainun.
"Silahkan minum teh nya kak," ucap Ainun dengan ramah. Ainun bahkan merasa bahagia meski hanya berbicara singkat dengan Farhan, dan hatinya tetap bahagia juga bersyukur bisa bertemu laki-laki yang ia kagumi itu.
***
Setelah Farhan pulang, Ainun buru-buru bergegas ke restoran untuk bekerja. Meski ia hanya bekerja di restoran, ia tetap menjalani hari dengan bersemangat.
Restoran tempat ia bekerja bukanlah restoran sembarangan, namun itu adalah restoran ternama yang biasanya hanya di kunjungi orang-orang dengan latar belakang yang mapan.
Ainun menaiki angkot, tiba-tiba di perjalanan Ainun menyuruh angkot berhenti karena di depan ada tabrak lari yang korbannya seorang perempuan tua.
Awalnya tak ada yang menolong karena itu hanyalah kecelakaan ringan, sang nenek hanya sedikit tersenggol motor.
Namun Ainun buru-buru menemui nenek tua itu, "Nenek nggak pa pa? ada yang sakit nggak nek, biar saya antar nenek ke rumah sakit," ucap Ainun sambil membantu nenek berdiri.
Mobil hitam di depan berhenti. Pria berjas hitam di mobil itu memperhatikan Ainun dan si nenek tua.
__ADS_1