
Parto terdiam ketika hutang ibu seketika lunas, tentu ia merasa kesal karena pulang tanpa hasil yang sesuai dengan ekspektasinya.
Ainun masih tak percaya dengan kedatangan Hilman yang melamarnya, tak pernah terlintas di pikirannya bahwa Hilman menyukai dirinya.
"Apa kalian tidak salah ingin melamar putri saya?" tanya ibu.
"Iya Bu, saya serius untuk melamar Ainun, mungkin ini terlalu mendadak bagi Ainun, tapi saya tidak ingin menunda Nunda lagi, ini saat yang tepat untuk melamarnya," tutur Hilman.
"Saya hanya orang biasa pak, rasanya tak pantas di lamar oleh keluarga bapak yang kedudukannya jauh di atas kami," Ainun tampak merendah dan sadar diri.
"Semua manusia itu kedudukannya sama dimata sang pencipta, kamu tidak perlu berkata seperti itu Ainun," lanjut Hilman.
"Baiklah mengenai hal ini saya serahkan pada Ainun,terserah dia menerima atau tidak," ucap ibu, kini ibu tak bisa berkata apa apa lagi, karena Hilman telah melunasi semua hutangnya.
"Ainun, pikirkan baik baik, aku sudah kenal lama sama Hilman, aku tau betul bagaimana dia, kalian itu sangat cocok," ujar Farhan sahabat Hilman.
Kini Ainun harus memikirkan matang matang, memang Hilman adalah laki-laki sempurna di mata Ainun, tapi masalahnya sekarang adalah rasa minder di hati Ainun melihat keluarga Hilman yang jauh lebih baik dari pada keluarganya.
Ainun menoleh ke arah Maysa seolah meminta pendapat sang kakak. "Kamu tidak akan menyesal Ainun, Hilman laki-laki Soleh," ucap Maysa ke telinga Ainun.
"Baiklah, saya bersedia," ucapan singkat Ainun membuat seisi ruangan lega. ia tak perlu berpikir panjang untuk mengambil keputusan, karena ia sudah mengenal keluarga Hilman yang memang menerima dirinya apa adanya.
...*****...
“Saya terima nikahnya dan kawinnya Ainun Anisah binti Ahmad Dahlan dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.”
"Sah," ucap para hadirin serentak.
Air mata bahagia tampak di wajah Maysa yang tak menyangka sang adik akhirnya tidak jadi menikah dengan Parto. Namun malah sebaliknya Ainun menikah dengan laki-laki yang baik seperti Hilman.
Hilman tak bisa mengungkapkan rasa bahagianya lagi, kini wanita yang diam diam ia kagumi akhirnya sah menjadi miliknya.
__ADS_1
Usai akad, Ainun dan Hilman tampak mengobrol serius di belakang.
"Mulai sekarang kamu akan tinggal di rumah ku kan," ucap Hilman menatap Ainun.
"Tapi bagaimana dengan ibuku, aku tak bisa meninggalkannya sendirian, dia sudah tua, siapa yang akan merawatnya, yang memperhatikan makannya dan menjaga kesehatannya," tutur Ainun yang memikirkan sang ibu.
Hilman tampak kagum dengan kemuliaan hati istrinya itu, ia lalu mengelus kepala Ainun seraya berkata, "Aku tidak tau lagi kata apa yang pantas ku ucapkan untuk memuji kebaikan hatimu," tutur Hilman.
Ternyata ibu mendengar semua percakapan Ainun dan Hilman itu. Perlahan ibu pun tersadar bahwa Ainun sangat menyayangi dirinya. Bahkan jika di perhatikan Ainun bahkan k nih memikirkan sang ibu dibandingkan Maysa anak kandungnya sendiri.
Ibu menemui Ainun yang masih mengobrol dengan Hilman. Matanya tampak berkaca kaca menatap Putri nya itu.
"Ibu," sapa Ainun.
Ibu tak berkata apa pun, ia langsung memeluk putrinya, "Maafkan ibu ya, selama ini ibu terlalu egois, ibu sadar ibu salah, tanpa ibu sadari ibu telah menyia-nyiakan kamu yang sangat memperhatikan ibu," ucap ibu sembari memeluk erat tubuh Ainun.
"Aku sudah memaafkan semuanya Bu, dan yang paling penting yang harus ibu tau adalah bahwa aku selalu menganggap ibu sebagai ibu kandung ku," tutur Ainun di pelukan sang Ibu.
...*****...
Malam itu, Ainun tampak sedang membereskan sedikit barang milik Hilman yang berserakan di meja, sedang Hilman masih di mesjid. Tak sengaja mata Ainun tertuju pada sebuah buku yang familiar di pandangannya.
Ainun pun mengambil buku itu, lalu perlahan dibukanya, mulutnya ternganga melihat bahwa buku itu adalah buku diary miliknya yang telah lama ia buang.
"Kok bisa ada di sini, buku ini udah aku buang ke sungai," batin Ainun yang sangat bingung dan penasaran.
"Assalamualaikum," ucap Hilman yang baru pulang dari masjid.
"Waalaikumussalam," jawab Ainun sembari mencium tangan suaminya. Hilman tampak tersenyum melihat perlakuan hangat Ainun.
"Ada hal yang ingin ku tanyakan," ucap Ainun.
__ADS_1
"Apa itu?"
"Kenapa buku ini ada sama kamu, padahal ini sudah ku buang di sungai," tanya Ainun dengan serius.
Hilman bingung harus menjawab apa, karena khawatir Ainun akan malu ketika mengetahui bahwa Hilman telah membaca semua isunya.
"Maaf kalau aku dulu lancang, sebenarnya waktu itu, saat kamu sedang menangis di tepi sungai, aku ada di sana, dan aku mengambil kembali buku yang sudah kamu buang karena aku penasaran," jelas Hilman.
"Jadi kamu sudah tau semuanya," ucap Ainun pelan sembari menundukkan pandangannya karena ia malu pada Hilman, ternyata selama ini Hilman sudah tau tentang perasaan Ainun pada Farhan.
"Sudahlah, itu hanya sebuah cerita masa lalu kamu, yang terpenting sekarang adalah masa depan kita, tidak usah malu Ainun, setiap orang pasti punya masa lalu," ujar Hilman sembari memeluk sang istri.
Kini Ainun tampak lega ternyata Hilman tak membahas masa lalu Ainun lagi.
"Oh ya, sejak kapan kamu menyukai ku?"
"Sejak pertama aku melihat kamu," jawab Hilman sembari tersenyum manis.
"Di restoran?"
"Jauh sebelum itu,"
"Terus dimana dong?"
"Sudahlah jangan bahas lagi, yang terpenting untuk aku beri tahu bukanlah awal aku mencintaimu, tapi justru aku harus meyakinkan kamu bahwa aku akan terus menyayangi kamu sampai akhir hidup kita nanti, bahkan hingga ke jannah nya Allah," tutur Hilman mengutarakan isi hatinya.
"Beruntung nya aku yang tak menyangka bahwa seseorang seperti bos Hilman menyukai ku yang sederhana ini," canda Ainun.
Kini Ainun dan Hilman hidup bersama dalam menyempurnakan separuh agamanya, tak ada yang membuat Ainun menyesali pernikahan ini, karena Hilman adalah sosok suami sempurna baginya.
...*********Tamat*******...
__ADS_1
Sebelumnya Author minta maaf karena cerita ini terlalu singkat. Karena memang cerita ini di tampilkan di sini biar nggak mubazir aja😁 dari pada di hapus gitu aja mending di pindahin ke Noveltoon😂