
Arga terbangun, ia membuka matanya dan tak mendapati Laila di sisinya. "Astaghfirullah.. Laila.. Laila.." Arga mencari cari Laila namun tidak ada. Arga pun langsung mengecek ke luar rumah. ia melihat salah satu mobilnya sudah tidak ada, tentu ia sadar bahwa ini adalah ulah Laila yang pergi tanpa permisi.
Buru-buru Arga mencari Laila. Sebelum menancap gas, Arga melacak keberadaan Laila di ponselnya. Untungnya ia langsung bisa mengetahui posisi Laila saat ini.
"Astaghfirullah.. Laila..kamu sudah pergi sejauh ini," ucap Arga bercampur aduk dengan rasa khawatirnya. Ia segera menancap gas menambah kecepatan mobilnya.
Sambil menyetir Arga menghubungi Rifki,
"Rif, kamu dimana?" tanya Arga di telpon.
"Aku mencari Adel, aku nggak tau dia dimana," ucap Rifki dengan nada lemah.
"Iya aku tau dia hilang, kamu segera datang ke alamat yang aku kirim, cepatlah, Laila sedang menuju ke sana sendirian, aku yakin ini ada hubungannya dengan Adel," jelas Arga.
"Oke, aku segera ke sana!" ucap Rifki.
...******...
Suasana malam tampak sunyi. Big bos tengah tidur nyenyak di kamarnya. Tiba-tiba ada keributan dari luar yang mengganggu tidurnya.
Laila telah sampai di depan gerbang rumah. Dan kini tengah menghajar para penjaga di depan. Suara pukulan demi pukulan mengganggu waktu istirahat big bos. Ia pun harus turun tangan untuk mengecek keadaan di luar. Baru saja ia keluar dari kamarnya, seluruh anak buahnya pun langsung mengikuti langkahnya dari belakang.
Sampailah di depan rumah. Big bos menatap ke arah Laila yang berdiri tegak di antara anak buah lainnya yang telah tergeletak di tanah.
"Dimana teman saya Adel?" tanya Laila dengan nada tinggi. Kini ia tak sabar ingin menghabisi para laki-laki di hadapannya.
"Siapa wanita ini?" tanya big bos.
"Ini adalah wanita yang kemarin menghajar kami bos, saatnya kita membalas dendam," ujar salah seorang anak buahnya.
"Baiklah, tapi jangan menggunakan alat tajam, lihatlah dia hanya seorang gadis," tutur Big bos. namun sebenarnya saat ini big bos tengah menatap indahnya mata Laila. ia penasaran bagaimana raut wajah di balik cadarnya.
Kini Laila di kelilingi oleh anak buah big bos pecinta wanita itu. Mata Laila fokus menatap lawan. ia menyiapkan tinjunya untuk melawan.
__ADS_1
Suara suara tinju Laila mengejutkan di telinga big bos. ia tercengang melihat Laila yang bertarung dengan hebat.
Bruk..
Salah satu anak buahnya terlempar ke kolam. Dan yang lainnya ada yang tergeletak di tanah dan ada pula yang terbentur ke dinding.
Dengan sekuat tenaga Laila mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk menyelamatkan sahabatnya. Meski sebenarnya saat ini ia kurang istirahat.
Kini ia sedang bertarung dengan anak buah big bos yang terakhir. Laki-laki itu adalah supir truk yang amat menyimpan dendam pada Laila.
Tiba-tiba dengan gerak cepat supir truk membuka cadar Laila. Laila pun spontan meninju wajah si supir hingga hidungnya berdarah dan pipinya lebam. Ujung-ujungnya ia pun pingsan di tanah.
Mata big bos tercengang melihat paras indah Laila. Dari sekian banyak wanita yang ia tatap baru kali ini ia merasakan melihat bidadari di depan matanya.
"Kamu..apa kamu bidadari dunia nyata?" big bos berjalan mendekati Laila. Laila pun dengan cepat memasang cadarnya kembali.
"Jangan banyak bicara, dimana anda menyembunyikan Adel, katakan! sebelum anda bernasib sama dengan mereka," tegas Laila dengan sorot mata tajam.
"Santai saja..teman mu akan baik baik saja jika kamu mau menggantikannya, aku akan membuang semua perempuan yang ku culik, asal kamu bersama ku," tutur big bos.
Laila memang akan mudah untuk mengalahkan laki-laki seperti big bos yang sudah berusia 40 tahun itu. Namun kini Laila tak bisa bergerak kemana-mana. Karena big bos mengarahkan pistol ke arah Laila.
"Jadilah pendamping ku jika kamu masih ingin hidup!" ucap Big bos menatap Laila.
Laila tampak tak berdaya menatap pistol tersebut. Tenaganya hampir habis setelah bertarung dengan kondisi fisiknya yang sebenarnya tidak sebaik biasanya.
Big bos tersenyum sinis, ia merasa telah berhasil mendapatkan Bidadari sesungguhnya. Namun tiba-tiba..
Plak..
Plak..
Pukulan dari arah belakang membuat big bos terjatuh ke kolam dan pistol terjatuh. Pukulan itu berasal dari tangan Arga. Buru-buru Arga merebut pistol itu dan mengarahkannya pada Big bos.
__ADS_1
"Berani beraninya kamu berkata sembarangan pada istri ku," Arga tampak geram pada Big bos.
Big bos masih tersenyum sinis, "Jangan mengganggu suasana jika kamu masih ingin hidup,"
Namun kini tak ada gunanya lagi meski big bos memiliki banyak senjata di rumahnya. Segerombolan polisi telah tiba bersama Rifki. Ternyata laki-laki yang dipanggil big bos itu memang seorang buronan. Ia adalah milyader yang memiliki ketertarikan pada wanita. Penculikan ini memang telah lama di selidiki polisi.
Big bos beserta seluruh anak buahnya di Angkut untuk di proses di kantor polisi.
"Harusnya aku bunuh dulu iblis itu, berani beraninya dia ingin menjadikanmu pendamping nya, apa dia tidak tau siapa aku," Arga tampak emosi menoleh ke arah mobil polisi.
"Sayang udah.. sekarang kita harus cari Adel, pasti dia ada di dalam," ujar Laila.
Rifki dan polisi yang lain telah memasuki rumah untuk memeriksa dimana keberadaan para gadis yang telah di culik.
Arga dan Laila pun menyusul mencari Adel. Meski rumah tersebut sangat luas, akhirnya Adel pun di temukan di ruangan paling ujung.
Laila spontan memeluk sahabatnya, "Maaf, ini semua karena aku, kamu jadi terlibat, akulah yang harusnya mereka tangkap," ucap Laila ke telinga Adel.
"Sudahlah tidak ada yang salah di antara kita, tapi ..kenapa kamu bisa ke sini, dan dimana para penjahat itu?" tanya Adel.
"Mereka telah di bawa ke kantor polisi, big bos gila itu sepertinya memang telah sakit jiwa," jelas Arga yang masih kesal mengingat big bos genit itu.
Rifki pun menyusul menemui Adel yang telah berkumpul dengan Laila dan Arga.
"Akhirnya kamu ketemu juga Del, aku benar-benar khawatir," ucap Rifki dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Alhamdulillah, terimakasih telah mengkhawatirkan ku," Adel tampak terharu melihat kekhawatiran Rifki.
"Gadis lainnya di kurung di lantai paling atas, mereka juga harus diselamatkan," jelas Adel yang menuntun jalan untuk menunjukkan keberadaan gadis Lainnya.
Para gadis yang di culik pun amat bahagia karena tak menyangka bahwa mereka masih bisa terbebas dari big bos kejam itu.
"Terimakasih, kamu gadis yang hebat, bahkan tadi kami mengira bahwa kamu seperti malaikat yang menyelamatkan kami," ujar salah seorang dari delapan gadis itu.
__ADS_1
"Iya sama-sama, kembalilah ke rumah masing masing, keluarga kalian pasti sudah menunggu," tutur Laila