LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 12 — Perlawanan Xin Yu.


__ADS_3

“Aku tidak akan membiarkanmu hidup! Jika aku tak mampu membunuhmu maka aku akan membawamu mati bersamaku,” ancam iblis raksasa dengan niat membunuh yang meluap-luap.


Suara sosok iblis raksasa itu saat mengancam Heilong sangat mirip dengan suara Xin Yu. Tampaknya Xin Yu lah yang mengendalikan kehendak dari iblis raksasa itu karena kekuatan yang ia miliki hanya satu tingkat dibawah Xin Li.


Namun, Heilong sama sekali tak terlihat takut sedikitpun dengan ancaman Xin Yu walaupun tubuh iblis ini telak menjadi lebih besar hingga hampir menyamai sebuah gunung.


Saat bertarung dengan Dark Etheroz dan para Jenderal Iblis miliknya, Heilong bahkan pernah mendapatkan ancam yang jauh lebih mengerikan daripada gertakan Xin Yu. Karena itu, Heilong menganggap ancaman Xin Yu seperti omong kosong belaka yang nyaring bunyinya namun tak memiliki kekuatan apapun.


“Jika kau memang mampu melakukan hal itu maka lakukanlah!” balas Heilong menantang.


Xin Yu yang semakin terbakar amarah langsung memusatkan Qi kegelapan yang tersimpan di dalam dantiannya ke kepalan tangan kanannya. Ia ingin meremukkan tulang-tulang Heilong dengan tinjunya ini.


Aura energi kegelapan yang sangat kuat langsung menyelimuti tangan kanan Xin Yu dan membuat benda apapun yang ada di dekatnya berubah menjadi hitam karena pengaruh dari racun hawa iblis yang begitu pekat.


Xin Yu langsung menghantamkan tinjunya ke arah Heilong begitu Qi elemen kegelapan dan hawa iblis yang ada di tangan kanannya menyatu dengan sempurna.


Boom ...


Heilong menahan tinju itu dengan kepalan tangan kanannya yang masih menggenggam Pedang Tarian Kegelapan.


“Jadi hanya dengan kekuatan seperti ini kau berniat untuk membunuhku?” Heilong terlihat begitu santai seolah-olah ia hanya menahan sebuah batu bata padahal kekuatan tinju yang dimiliki Xin Yu ini memiliki berat yang setara dengan sebuah gunung.


“Akan aku tunjukkan padamu apa yang disebut dengan tinju!” Heilong menyimpan kembali Pedang Tarian Kegelapan dan memutuskan untuk bertarung dengan tangan kosong. Sebab, ia sendiri sebenarnya belum bisa sepenuhnya mengendalikan Pedang Tarian Kegelapan.


Heilong hanya bisa sepenuhnya mengendalikan Pedang Tarian Kegelapan jika Zhi Ming yang menjadi roh senjata pedang pusaka itu mau tunduk pada dirinya. Namun kenyataan, Zhi Ming sampai saat ini masih menyimpan dendam pada dirinya.


“Tutup mulutmu!” teriak Xin Yu semakin kesal.

__ADS_1


Heilong lalu menarik tangan kanannya mundur layaknya seorang pemanah yang sedang menarik tali busurnya dan segera menghentakkan ke arah depan dengan kuat.


Xin Yu yang kurang waspada akhirnya tersungkur beberapa langkah ke belakang setelah tinju Heilong mengenai tubuhnya dengan telak. Ia sama sekali tidak mengira bahwa Heilong akan melakukan serangan secepat itu.


Xin Yu segera bangkit sambil menahan rasa sakit. Ia lalu mengepalkan tinjunya dan kembali menyerang Heilong dengan kekuatan penuh.


Heilong tak bergeming sedikitpun dari tempatnya walaupun ia tahu bahwa serangan yang dilakukan Xin Yu kali ini memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.


“Sepertinya hanya akan sadar sejauh apa perbedaan kekuatan yang kita miliki setelah aku menghancurkan kedua tanganmu itu.” Heilong dapat menahan serangan Xin Yu dengan mudah. Namun, permukaan tahan di bawah kakinya langsung retak kerena tak kuat menahan tekanan kekuatan yang sebesar ini.


“Coba saja jika kau mampu!” balas Xin Yu dengan mengembalikan ucapan Heilong beberapa saat yang lalu.


Heilong mulai geram dengan tingkah laku Xin Yu dan memutuskan untuk mengakhiri pertarungan ini secepat mungkin. Ia kembali mengeluarkan Pedang Tarian Kegelapan dan meledakkan semua Qi elemen api yang tersimpan di dalam dantiannya.


Suhu udara yang ada di dalam domain dewa pedang ini seketika meningkat dengan sangat cepat seolah-olah matahari telah turun ke tempat ini.


Ratusan pedang api langsung muncul dan menghantam tubuh Xin Yu tanpa ampun.


“Kurang ajar! Beraninya kau melukai kedua tanganku!” teriak Xin Yu marah saat melihat banyak sekali luka yang begitu dalam di ke-dua tangannya dan membuatnya sedikit kesulitan untuk mengerakkannya.


“Aku akan menggunakan jurus rahasia Klan Xin dan merubah tubuhmu menjadi bubuk,” lanjut Xin Yu meluapkan amarahnya sekaligus menahan rasa sakit.


...“Api Iblis Penghancur Langit.”...


Xin Yu langsung menyemburkan api yang berwarna hitam pekat ke arah Heilong.


Heilong pun segera bertindak cepat untuk melindungi dirinya. Ia kembali menggunakan jurus pedang elemen api untuk menahan semburan api milik Xin Yu.

__ADS_1


...“Pedang Amukan Badai Api.”...


Badai api yang begitu dahsyat langsung muncul dan memblokir semburan api berwarna hitam pekat yang berasal dari mulut Xin Yu.


Boom ...


Semburan api Xin Yu akhirnya menghilang bersamaan dengan lenyapnya badai api buatan Heilong.


Heilong kembali mengayunkan pedang pusaka miliknya dan menebaskan ke arah Xin Yu.


...“Pedang Badai Racun Api.”...


Hembusan angin yang membawa ratusan pedang api sepanjang satu meter langsung menghantam tubuh Xin Yu dan membuatnya terpental sangat jauh.


Luka-luka yang sangat dalam seketika memenuhi sekujur tubuh Xin Yu dan membuat darahnya yang berwarna hitam pekat mengalir tanpa henti bak sebuah sumber mata air.


Kali ini Xin Yu benar-benar telah kehilangan semua kekuatannya dan tak sanggup lagi mengerakkan setiap bagian tubuhnya. Serangan Heilong kali ini tidak hanya meninggalkan bekas luka ditubuhnya tapi semua titik-titik meridian yang ia miliki juga ikut hancur.


Heilong segera mengepalkan tangan kirinya yang sudah dipenuhi dengan kekuatan api unicorn dan langsung menghantamkannya ke kepala Xin Yu dan menghancurkannya yang terbaring tak berdaya.


Boom …


Suara ledakan yang begitu dahsyat bergema di tempat ini saat kepala Xin Yu berubah menjadi abu.


Api Unicorn yang ada di dalam serangan Heilong langsung melenyapkan semua hawa iblis yang keluar dari mayat Xin Yu.


Heilong segera melanjutkan perjalanannya menyusuri reruntuhan kuno ini seorang diri setelah membereskan mayat-mayat Klan Xin yang berhasil ia bunuh.

__ADS_1


Ia sama sekali tak ingin meninggalkan jejak apapun yang dapat mengganggu penyamarannya. Sebab, para iblis memiliki sebuah teknik rahasia yang dapat membaca pikiran asalkan bagian kepala dari targetnya itu masih utuh.


__ADS_2