
Setelah terbang melewati beberapa bintang yang merupakan tempat tinggal beberapa Dewa, Heilong akhirnya melihat sebuah pulau terapung yang merupakan tempat dari lokasi reruntuhan kuno.
Di sekitar Pulau itu tersebar beberapa Goa kecil yang merupakan jalan masuk menuju ke reruntuhan kuno. Sebab, reruntuhan kuno itu terletak di sebuah Dunia Kecil di dalam pulau terapung itu.
Namun, tidak mudah untuk masuk ke dalam Goa tersebut karena setiap Goa dijaga oleh ratusan prajurit langit dan prajurit iblis tergantung kekuatan mana yang lebih dominan di sekitar Goa itu.
Heilong langsung mendarat di salah satu mulut Goa yang dijaga oleh para prajurit iblis dan menunjukkan token identitas yang diberikan oleh Li Ting pada para prajurit penjaga.
“Ternyata anggota keluarga Zhao, silahkan lewat. Kebetulan beberapa pasukan dari Klan Zhao juga baru memasuki Goa ini.” Prajurit itu segera mengembalikan token identitas itu pada Heilong setelah mengkonfirmasi identitasnya.
Heilong langsung masuk ke dalam Goa itu tanya banyak bicara karena ia sendiri belum seberapa familiar dengan percakapan para Iblis. Takutnya, selama obrolan berlangsung akan muncul sedikit celah yang akan membongkar penyamarannnya.
Setelah berjalan puluhan kilometer dan melawati sebuah gerbang dimensi, Heilong akhirnya tiba di tempat yang sangat kering dan seluruh daratannya didominasi oleh gurun pasir.
Akan tetapi, suhu udara di tempat sangat dingin. Bahkan lebih dingin dari suhu udara di dataran es. Heilong menjadi semakin penasaran dengan tempat ini terutama sumber dari hawa dingin yang menyelimuti seluruh dunia kecil ini.
Umumnya suhu dingin seperti ini hanya dimiliki oleh oleh sebuah tempat yang didominasi oleh energi elemen es dan elemen kegelapan saja. Sebab, di dalam ke-dua energi itu terdapat hawa energi Yin yang sangat tinggi. Dan, tempat seperti ini memang sangat cocok untuk berkultivasi.
“Apakah letak reruntuhan kuno itu masih jauh?”
“Tidak. Kita sudah hampir sampai. Seharusnya lokasi reruntuhan kuno berada ada di balik gunung itu.”
“Kalau begitu kita harus bergegas sebelum semua harta yang ada di sana dihabiskan oleh kelompok yang terdepan.”
__ADS_1
“Tujuan kita bukan hanya untuk mencari harta yang terkubur di dalam reruntuhan kuno saya. Tapi, kita semua harus menjarah semua harta yang berhasil diambil oleh para prajurit Alam Dewa.”
“Aku setuju. Semua harta di reruntuhan kuno ini adalah milik Bangsa Iblis. Siapapun yang berarti mencurinya dari Bangsa Iblis maka dia harus mati.”
“Bunuh para Dewa … !!”
Heilong tiba-tiba mendengar percakapan sebuah kelompok prajurit iblis yang beranggotakan dua belas orang. Mereka semua juga sedang menuju ke lokasi reruntuhan kuno. Ia pun berniat ikut dalam rombongan itu untuk mengurangi kecurigaan begitu ia sampai di reruntuhan kuno.
“Tunggu!!” Heilong menunjukkan diri para kelompok prajurit iblis itu dan sengaja memanggil mereka.
Rombongan prajurit iblis itu pun langsung berhenti dan berbalik ke belakang. Mereka semua menatap Heilong dengan tatapan curiga karena di Heilong datang ke tempat ini seorang diri. Padahal, setiap prajurit iblis yang pergi ke reruntuhan kuno telah dibagi menjadi beberapa kelompok kecil sesuai dengan perintah Raja Iblis.
“Siapa kamu? Dan dari Klan mana kau berasal?” Pimpin kelompok bertanya pada Heilong setelah memastikan bahwa Heilong bukanlah prajurit Dewa yang sedang menyamar. Sebab, hawa iblis yang memancar dari tubuh Heilong cukup kuat.
Pemimpin kelompok membolak-balik token identitas itu untuk mencocokkannya dengan wajah Heilong sekaligus memastikan token identitas itu asli atau palsu.
“Ternyata kau adalah anggota Klan Zhao. Bagaimana kau bisa terpisah dari rombonganmu?” lanjut pemimpin kelompok sambil mengembalikan token identitas itu pada Heilong setelah mengkonfirmasi keasliannya.
“Saat rombongan Klan Zhao akan pergi ke reruntuhan kuno, aku sedang menjalankan tugas khusus dari patriak Klan Zhao. Jadi, aku berusaha menyusul rombongan yang telah pergi lebih dulu setelah aku berhasil menyelesaikan tugas dari Patriak.”
Heilong menjawab sekenanya karena ia sendiri baru tahu bahwa para prajurit iblis yang menjelajahi reruntuhan kuno ini telah dibagi menjadi beberapa kelompok. Ia berharap bahwa alasannya ini tidak menimbulkan kecurigaan dari pimpinan kelompok ini.
Pimpinan kelompok mengangguk. “Ternyata begitu ceritanya. Aku bersedia membawamu dalam kelompokku tapi kau harus menyetujui syarat dariku, bagaimana?”
__ADS_1
Heilong tampak bingung karena tidak tahu syarat seperti apa yang akan diajukan oleh iblis yang ada di hadapannya ini. Namun, ia tidak memiliki pilihan lain. Jadi, jika syarat yang diajukan oleh iblis ini tidak sesuai dengan hati nuraninya maka ia bertekad untuk kabur meninggalkan mereka bagaimana pun caranya.
“Baiklah! Cepat katakan syarat apa yang kau miliki,” seru Heilong.
Pimpinan kelompok mengagumi keberanian Heilong yang berani bersuara lantang di depannya. Padahal di Dunia Bawah ia saya dihormati dan hanya segelintir orang yang berani bertindak lancang di depannya. Ia juga sempat berpikir apakah Heilong sama sekali tidak mengenal dirinya, tapi sangat mustahil jika anggota keluarga Zhao tidak mengenal dirinya.
“Selama kau berada di dalam reruntuhan kuno, kau adalah bagian dari kelompokku karena aku lah yang membawamu masuk ke dalam sana. Jadi, kau harus mengabaikan kelompok Klan Zhao saat bertemu mereka selama berada dalam area reruntuhan kuno itu dan semua harta yang kau temukan harus dibagi rata dengan semua anggota kelompok,” jawab pimpinan kelompok.
Pimpinan kelompok ini sepertinya ingin memanfaatkan kemampuan Heilong. Sebab, Klan Zhao sangat terkenal di Dunia Bawah dengan keahliannya dalam memecahkan formasi sihir.
“Aku setuju.”
Heilong langsung menyetujui syarat itu tanpa banyak bertanya. Ia menganggap hal itu sangatlah wajar. Lagipula ia juga tidak tahu seperti apa watak dari anggota Klan Zhao.
Setelah menyetujui syarat yang ia ajukan, Pemimpin tim prajurit ini langsung membawa Heilong bergabung ke dalam timnya dan segera melanjutkan perjalanan menuju ke reruntuhan kuno.
Mereka semua akhirnya berhenti di sebuah pintu gerbang raksasa yang menjulang tinggi hampir mencapai langit setelah berjalan selama setengah hari.
Di sekeliling pintu gerbang ini terdapat dinding dari bebatuan kuno yang telah diperkuat dengan formasi pelindung khusus.
Heilong menatap sekeliling dan menemukan fakta bahwa sama sekali tidak ada penjagaan di sekitar pintu gerbang ini. Namun, ia bisa merasakan ada banyak fluktuasi energi yang begitu menakutkan di balik pintu gerbang ini. Bahkan, ia juga bisa merasakan adanya pertarungan yang cukup sengit di tempat itu.
“Kita sudah sampai di reruntuhan kuno. Kalian semua harus berhati-hati setelah kita melawati gerbang ini,” seru pemimpin tim memberi peringatan.
__ADS_1
Semua anggota tim menganggukkan kepala dan langsung berjalan melewati pintu gerbang raksasa itu.