LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 32 — Permintaan Zhao Lijian.


__ADS_3

Sehari setelah Heilong menerima Titah dari Raja Iblis Zhao, Zhao Lijian tiba-tiba datang mengunjungi Heilong.


Dari gelagatnya, Heilong bisa menebak jika kedatangan Zhao Lijian kali ini berhubungan dengan keberangkatannya ke Bintang Kelahiran Iblis.


“Ada apa senior tiba-tiba datang menemuiku, apakah senior membutuhkan bantuanku?” Heilong membuka obrolan sambil minum secangkir teh.


Kebetulan saat ini kondisi di dalam Istana Pengeran sedang sepi dan hanya ada mereka berdua saja. Para pelayan yang biasanya bertugas di dalam istana ini semuanya saat sedang sibuk menyiapkan perbekalan Heilong yang akan dibawa ke Bintang Kelahiran Iblis.


“Jangan panggil aku senior lagi. Sekarang status anda jauh lebih tinggi daripada saya yang cuma anggota Klan biasa. Cukup panggil saya Lijian saja,” ucap Lijian terlihat malu.


Sebelumnya ia tidak tahu status Heilong yang sebenarnya jadi ia tidak seberapa peduli saat Heilong memanggil dengan sebutan senior. Namun sekarang semuanya telah berbeda.


Sejak diumumkannya status Heilong sebagai Pangeran Klan Zhao maka perbedaan status di antara keduanya bagaimana langit dan bumi. Lijian sama sekali tak mau mendapat masalah jika suatu saat ada prajurit Istana yang mendengar saat Heilong memanggilnya senior.


“Baiklah, saudara Lijian.” ucap Heilong sambil mengangkat cangkir teh nya mengajak bersulang.


Lijian menggelengkan kepala dan menjadi kesal. Ia tak tahan lagi untuk mengumpat Heilong. “Jangan panggil aku dengan sebutan saudara. Apakah kau sama sekali tidak paham seperti apa perbedaan status kita saat ini? Aku bisa dapat masalah jika ada prajurit yang mendengar saat kau memanggilku saudara atau senior.”


“Apakah seperti itu berbicara dengan seorang Pangeran?” tegur Heilong santai sambil meminum secangkir teh yang sempat ia tunda.


“Maafkan saya, Pengeran. Saya tadi hanya bercanda. Tolong jangan laporkan saya ke Raja Iblis Zhao.” Lijian langsung bersujud minta ampun di depan Heilong setelah menyadari bahwa ucapannya barusan terlalu kasar.


“Haha … Aku tadi cuma bercanda. Bangun 'lah! Aku tidak akan melaporkan hal sepele seperti ini pada Raja Iblis Zhao.” ucap Heilong yang langsung membuat Lijian merasa tenang.

__ADS_1


“Terimakasih, Pengeran.” Lijian langsung berdiri dan kembali duduk menemani Heilong minum teh.


Setelah minum beberapa cangkir teh dan keadaan menjadi santai kembali, Lijian akhirnya memberanikan diri mengutarakan maksud kedatangannya ke tempat ini. “Sebenarnya kedatangan saya ke sini adalah untuk meminta bantuan Pangeran agar membawa saya pergi ke Bintang Kelahiran Iblis.”


“Apa yang ingin kau lakukan di sana?” Heilong melihat sebuah kesempatan emas untuk mencari informasi tentang Bintang Kelahiran Iblis. Ia merasa bahwa Bintang Kelahiran Iblis ini memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup Bangsa Iblis.


“Saat ini tingkat kultivasi yang aku miliki sedang mengalami kemacetan. Mungkin saja aku bisa mendapat pencerahan dan menerobos kemacetan kultivasiku jika bermeditasi di dekat Pohon Asal Kegelapan dan Danau Kelahiran Iblis yang ada di Bintang Kelahiran Iblis,” jawab Lijian tanpa menyembunyikan apapun.


Heilong pernah mendengar tentang Pohon Asal Kegelapan dan Danau Kelahiran Iblis dari para Divine Beast.


Terutama Danau Kelahiran iblis yang merupakan sumber dari para Iblis berdarah murni. Heilong sebenarnya sudah lama ingin mencari keberadaan Danau Kelahiran Iblis ini lalu menghancurkan untuk menghentikan populasi Iblis yang terus bertambah tanpa terkendali. Dan sekarang, ia akhirnya memilih kesempatan.


'Mungkin ini 'lah yang dinamakan jika surga memiliki mata dan akan selalu memberi jalan pada niat yang bersih,' pikir Heilong dalam hati.


“Terimakasih banyak, Pengeran.” Lijian tak dapat menutupi kebahagiaannya dan langsung meminum teh yang ada di atas meja sampai habis.


“Kalau begitu kau harus segera menyiapkan perbekalan untuk memenuhi kebutuhan kultivasimu selama berada di Bintang Kelahiran Iblis. Kau boleh meninggalkan Istana'ku untuk menyiapkan perbekalan dan datang lagi ke sini saat kapal yang akan mengantar kita ke Bintang Kelahiran Iblis sudah tiba.”


Lijian langsung menuruti ucapan Heilong dan segera pamit meninggalkan tempat ini. Ia memang memiliki banyak barang yang harus ia siapkan sebelum pergi ke Bintang Kelahiran Iblis. Sebenarnya ia sendiri tidak yakin jika Heilong akan memenuhi permintaannya dengan begitu mudah karena itu ia belum sempat berkemas saat akan pergi menemui Heilong.


“Benar-benar pria yang penuh tekad. Andai saja dia bukan seorang iblis maka aku pasti akan menjadikannya salah satu orang kepercayaanku.” Heilong menatap punggung Lijian saat meninggalkan ruangan ini.


**

__ADS_1


Istana Raja Iblis Zhao.


Raja Iblis Zhao sedang duduk santai di atas singgasana sambil mengamati setiap jengkal wilayah kekuasaan dengan menggunakan teknik rahasia yang ia miliki.


“Lapor, Yang Mulia.” Perdana Materi tiba-tiba menghadap dan mengejutkan Raja Iblis Zhao.


“Ada apa kau tiba-tiba datang menemuiku. Apakah ada sesuatu yang penting dan harus segera kau laporkan padaku?” raut wajah Raja Iblis Zhao terlihat tidak senang karena masa santainya tiba-tiba terganggu.


“Maafkan saya, Yang Mulia. Pangeran Zhao Heilong baru saja mengirim surat kepada saya kalau beliau ingin mengajak seseorang dalam keberangkatannya ke Bintang Kelahiran Iblis.” Perdana Menteri Ji melapor dengan nada sedikit ketakutan karena ia sadar bahwa ia baru saja merusak mood Raja Iblis Zhao.


“Oh, siapa iblis yang akan dia bawa?” Raja Iblis Zhao menjadi penasaran karena dalam beberapa hari ini ia tidak pernah mengijinkan Heilong pergi meninggalkan Istana Pengeran. Lalu siapa Iblis yang memiliki kedekatan khusus dengan putranya ini?


“Dia adalah Zhao Lijian. Hamba tidak tahu bagaimana Pengeran Zhao Heilong bisa memiliki persahabatan dengan Zhao Lijian. Namun, di dalam surat itu Pangeran Zhao Heilong mengatakan bahwa ia ingin membantu Zhao Lijian menerobos kemacetan kultivasinya.”


Perdana Menteri Ji lalu menyerahkan sepucuk surat yang ditulis oleh Heilong pada Raja Iblis Zhao untuk membuktikan bahwa dia tidak berbohong.


“Zhao Lijian sebenarnya adalah salah kultivator terbaik yang kita miliki dalam generasi saat ini. Sayang sekali ia harus mengalami kemacetan kultivasi selama ratusan tahun belakangan ini hingga membuatnya ditinggalkan oleh para juniornya.”


Raja Iblis Zhao mengingat kembali saat-saat ia memerintahkan salah satu Tetua Klan Zhao untuk mengajari Lijian secara khusus ketika ia mengetahui jika Lijian memiliki kelebihan khusus dalam mengolah Qi Kegelapan. Namun, siapa yang bisa menebak jika perkembangan kultivasi Lijian tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.


“Baiklah. Aku ijinkan Zhao Lijian pergi ke Bintang Kelahiran Iblis dan menemani Pangeran Zhao Heilong saat berada di sana.”


Keputusan yang baru dibuat Raja Iblis Zhao ini sangat jelas bahwa ia juga ingin Lijian tinggal di Bintang Kelahiran Iblis dan mengembangkan kultivasinya.

__ADS_1


__ADS_2