
Li Ting lalu mengembalikan Pedang Naga Eternal ke tangan Heilong setelah Zhi Ming berhasil menyatu dengan sempurna ke dalam pedang pusaka itu.
“Pedang itu adalah senjata pertamamu selama kau menjalankan tugas di Dunia Bawah. Mungkin saya kau akan mendapatkan pedang yang lebih kuat dari itu selama petualanganmu di Dunia Bawah. Silahkan kau namai sendiri pedangmu itu.”
Setelah dimodifikasi oleh Li Ting sedemikian rupa, bentuk pedang naga eternal telah sepenuhnya berubah dan menjadi sebuah pedang pusaka yang benar-benar baru.
Heilong menatap lekat pedang pusaka barunya lalu menggenggamnya dengan erat .“Pedang ini sangat indah dan warnanya sehitam malam. Aku akan namai pedang pusaka ini Pedang Tarian Kegelapan.”
Li Ting mengangguk, ia suka dengan nama yang dipilih oleh Heilong. “Nama yang bagus! Sekarang berikan Pedang Penjaga Surga untuk aku simpan sementara. Kau harus tahu bahwa kekuatan cahaya yang ada di dalam Pedang Penjaga Surga sangat unik dan akan selalu bertentangan dengan hawa iblis. Akan terlalu berbahaya jika kau membawa pedang pusaka itu pergi ke Dunia Bawah.”
Heilong sebenarnya enggan untuk berpisah dengan pedang penjaga surga. Banyak sekali kenangan yang ia miliki dengan pedang pusaka ini. Pedang ini adalah saksi perjuangannya menuju puncak kultivasi dari titik yang paling rendah. Berkat pedang ini juga ia bisa berjumpa dengan Li Ziqi yang merupakan Guru pertamanya.
Li Zen pun saat ini juga masih tinggal di dalam pedang penjaga surga sebagai roh senjata karena kutukannya belum berakhir.
Dengan berat hati, Heilong akhirnya menyerahkan padang penjaga surga pada Li Ting. “Setelah aku selesai menjalankan tugasku di Dunia Bawah, aku pasti akan meminta kembali pedang ini.”
__ADS_1
“Aku pasti akan mengembalikan pedang penjaga surga ini padamu ketika kau berhasil menyelesaikan tugasmu.” Li Ting memberikan jawaban sebagai jaminan bahwa ia tidak akan memberikan pedang pusaka ini pada orang lain selama pedang pusaka ini dititipkan padanya.
Heilong menjadi sedikit lebih tenang setelah mendengar jawaban Li Ting. Namun, masih ada sedikit masalah yang mengganjal di pikirannya. Ia pun kembali bertanya.
“Bagaimana caraku menyusup ke Dunia Bawah? Anda mengatakan bahwa aku harus melakukan penyamaran untuk dapat menyusup ke Dunia Bawah. Akan tetapi, sebuah penyamaran akan terasa cacat jika tidak didukung dengan momen dan identitas yang cocok.”
Ini bukanlah pertama kalinya Heilong melakukan sebuah penyamaran jadi ia tahu bahwa segala sesuatu harus dipersiapkan dengan matang terutama masalah identitas.
Li Ting lalu mengeluarkan sebuah token kayu yang dengan ukiran sebuah nama semerah darah. Hawa iblis yang begitu kuat juga dapat dirasakan Heilong dari token kayu itu.
“Beberapa tahun yang lalu salah satu prajuritku berhasil menangkap seorang mata-mata dari Dunia Bawah. Kebetulan nama dan wajah mata-mata ini hampir mirip denganmu.”
“Zhao Heilong.” Heilong membaca sebuah nama yang terukir di token kayu itu dan langsung mengerutkan kening. Sebab, nama yang terukir di token identitas itu hanya berbeda marga saja dengan dirinya.
Beberapa menit kemudian, Li Ting kembali membalikkan token kayu itu dan memperlihatkan ukiran wajah dari pemilik token identitas ini yang ada di sisi bagian belakang.
__ADS_1
Dan … Heilong dibuat terkejut saat melihat ukiran wajah itu sangat mirip dengan dirinya. Bagaimana kebetulan seperti ini bisa terjadi? Apakah keluarga Xiao memiliki hubungan dengan keluarga Zhao yang ada di Dunia Bawah?
Tak ingin membiarkan Heilong membuang banyak waktu untuk memikirkan hal yang belum jelas, Li Ting melemparkan token identitas itu pada Heilong. “Ambil token identitas ini dan jagalah baik-baik. Sebab, tidak mudah mendapatkan benda itu. Dan, suatu kebetulan tidak akan mungkin terjadi berkali-kali.”
“Beberapa waktu yang lalu tiba-tiba muncul sebuah reruntuhan kuno di perbatasan antara Alam Dewa dan Dunia Bawah. Kita akan memulai rencana kita dari reruntuhan kuno itu,” lanjut Li Ting.
Gambaran pertempuran antara Dewa dan Iblis langsung terlintas di pikiran Heilong. Sebab, reruntuhan kuno ini terletak di perbatasan antara Alam Dewa dan Iblis. Logikanya Bangsa Iblis ingin menguasai segala sesuatu yang ada di reruntuhan kuno itu sendirian dan Para Dewa pun juga pasti menginginkan hal yang sama.
Heilong segera menyimpan Pedang Tarian Kegelapan dan token identitas itu lalu pergi ke reruntuhan kuno setelah mendapat petunjuk tentang lokasi reruntuhan kuno itu dari Li Ting.
Tak ada pengawal dari Alam Dewa yang melindungi Heilong selama perjalanan karena saat ini ia sedang menjalankan misi rahasia.
Sementara itu, Li Ting hanya duduk di atas singgasananya dengan tenang saat melihat Heilong meninggalkan istana ini.
“Apa yang Ayah rencanakan dengan mengirim Zhi Ming ke Dunia Bawah bersama Heilong? Bukankah Ayah sendiri sudah tahu identitas asli Zhi Ming!” Li Ziqi akhirnya muncul dan langsung memprotes rencana Li Ting.
__ADS_1
“Ayah punya pertimbangan sendiri. Tapi, kau harus yakin bahwa Ayah melakukan semua ini demi kedamaian di Alam Dewa. Kau lihat saja dengan tenang apa yang akan terjadi selanjutnya dan aku melarangmu pergi ke Dunia Bawah menyusul Heilong.” jawab Li Ting tegas dan tak ingin dibantah lagi.
Li Ziqi hanya bisa terdiam tak tahu harus berkata apa. Ia seolah-olah terjebak dalam sebuah dilema tak berujung.