LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 42 — Kemarahan Fu Rong.


__ADS_3

Setelah melewati retakan dimensi, Heilong akhirnya muncul di sebuah kamar yang dihiasi dengan ornamem-ornamen indah yang sangat. Dan kamar ini juga menyebarkan aroma yang sangat harum.


“Sepertinya aku tersesat ke kamar seorang wanita. Aku harus segera pergi sebelum wanita ini membunuhku.”


Heilong lalu kembali menyelimuti jarinya dengan kekuatan Dao Ruang untuk membuat celah dimensi. Sebab, akan tidak baik bagi pemilik kamar ini jika ada seseorang yang melihat dirinya keluar dari kamar ini. Bisa-bisa akan timbul gosip yang dapat merusak nama baik dari wanita pemilik kamar ini.


Selain itu, ia juga tidak tahu indentitas pemilik kamar ini. Akan tetapi, Heilong tak berniat mencari tahu karena hanya dengan melihat ornamem-ornamen indah yang ada di dalam kamar ini, ia bisa menebak jika identitas dari pemilik kamar ini cukup tinggi.


Sebuah retakan dimensi berukuran kecil sudah mulai terbentuk di hadapan Heilong dan terus memanjang.


Tiba-tiba …


Sebuah serangan pedang yang memiliki tekanan Dao Pedang sangat kuat, bergerak dari arah belakang dan menuju melesat lurus ke arahnya.


Heilong pun langsung berbalik dan menangis serangan itu dengan tangannya yang juga telah diselimuti dengan kekuatan Dao Pedang.


Heilong menggunakan Teknik Tangan Dewa Pedang untuk menahan serangan pedang yang mengarah ke arahnya.


Teknik ini adalah sebuah teknik pedang yang diciptakan sendiri oleh Heilong saat ia berhasil memahami permukaan Dao Pedang ketika berada di Alam Gaib bersama dengan Li Zen. Dan, dasar dari teknik ini tentu saja adalah Teknik Tangan Bagai Pedang yang telah diajarkan oleh Li Ziqi di masa lalu. Di mana teknik ini memungkinkan dirinya untuk membuat sebuah pedang yang berasal dari Qi dengan memanfaatkan tangannya.


Ke-dua serangan pedang yang cukup kuat saling berbenturan dan akhirnya terhenti untuk sesaat. Saat ini'lah Heilong akhirnya bisa melihat wajah cantik dari wanita yang berusaha menyerangnya.


Namun, sepertinya ada sesuatu yang salah karena tubuh wanita ini hanya terlilit oleh handuk untuk menutupi bagian tubuhnya yang masih basah.

__ADS_1


“Jika anda berkenan, apakah anda bersedia menyebutkan nama anda, nona? Bukankah tidak baik menyerang seseorang yang tidak dikenal tanpa alasan,” tanya Heilong mencoba menenangkan amarah wanita itu.


“Namaku … Fu Rong! Putri dari Raja Iblis Fu.” Fu Rong terlihat sangat marah karena tiba-tiba ada orang yang masuk ke kamarnya tanpa permisi.


Ia lalu kembali menyerang Heilong tanpa ampun dengan menggunakan pedang yang masih berada dalam genggamannya.


Akan tetapi, gerakan Heilong yang begitu lincah dengan cepat bisa menghindari semua serangan pedang itu dan berhasil memperlebar jarak antara dirinya dengan Fu Rong.


Heilong sama sekali tak ingin menyakiti wanita ini mengingat bahwa yang salah kali ini adalah dirinya. Karena itu, ia tidak menyerang balik dan hanya bergerak menghindar. Sebab, ia masih tetap harus mempertahankan nyawanya.


“Nona, kau harus tahu bahwa yang aku lakukan kali ini hanya sebuah kecelakaan ketika aku mencoba memahami kekuatan Dao Ruang. Aku sama sekali tidak pernah berniat untuk menyelinap masuk ke kamar ini,” ucap Heilong berusaha menjelaskan.


“Masuk kamarku tanpa permisi mungkin bisa aku maafkan. Namun, mencoba mengintipku saat mandi adalah sesuatu yang berbeda. Kau harus mati!” seru Fu Rong geram.


Selain itu, Fu Rong akhirnya mengetahui jika Heilong ternyata menyimpan begitu banyak rahasia tentang kekuatannya. Pria yang selama ini disebut Pengeran yang tak berguna ternyata memiliki pemahaman yang sangat tinggi dalam Dao Pedang dan Dao Ruang sama seperti dirinya. Sebab, hanya orang yang memiliki pemahaman Dao Ruang tingkat tinggi saja yang mampu memotong ruang dan membuat sebuah celah dimensi.


...“Pedang Dimensi Kegelapan.”...


Gabungan antara Dao Ruang dan Qi kegelapan langsung melesat ke arah Heilong begitu Fu Rong mengayunkan pedangnya.


Serangan pedang yang digunakan Fu Rong kali ini tampak sulit untuk dihentikan. Sebab, serangan pedang itu terlihat samar layaknya sebuah bayangan.


Heilong segera menyingkirkan pedang Qi yang di tangan kanannya dan menggantinya dengan Qi elemen yang sangat dahsyat hingga membuat suhu di dalam kamar ini menurun dengan sangat cepat.

__ADS_1


...“Perisai Es.”...


Sebuah perisai es seukuran manusia langsung muncul di depan Heilong seakan-akan mampu menahan apapun layaknya sebuah benteng pertahanan yang sangat kokoh.


Akan tetapi, serangan perang yang dilepaskan Fu Rong dengan mudah berhasil melewati pertahanan Perisai Es bagaikan sebuah bayangan yang menembus dinding. Sama sekali tak meninggalkan bekas apapun di permukaan perisai es seolah-olah tak pernah menyentuhnya.


Untung saja refleks Heilong sangat cepat sehingga ia bisa sedikit menggeser tubuh ke arah kanan.


Serangan pedang yang sangat mematikan dari Fu Rong akhirnya hanya mengenai bahu kanan Heilong dan meninggalkan bekas luka yang cukup dalam. Bekas luka separah ini tampaknya tak akan bisa disembuhkan dalam waktu singkat dan pasti akan menggangu pergerakannya saat bertarung.


“Nona, coba tenangkan dirimu!” Heilong tanpaknya sudah mulai kesal karena Fu Rong sama sekali tidak bisa diajak bicara. “Bisakah kita membicarakan ini baik-baik! Aku bersedia memberikan kompensasi dan memenuhi apapun permintaanmu asalkan kau bersedia mendengarkan penjelasanku.”


“Simpan saja alasanmu! Dan jika kau berbicara tentang permintaan, seharusnya sudah sangat jelas jika yang aku inginkan saat ini hanyalah nyawamu,” jawab Fu Rong dingin.


'Sepertinya aku tidak punya pilihan selain melarikan diri dari kamar ini,' gumam Heilong dalam hati sambil menyiapkan jurus Ilusi es untuk mencari kesempatan.


...“Ilusi Es.”...


Kabut es yang sangat tebal seketika muncul saat Heilong mengangkat tangannya dan merubah kamar ini menjadi sebuah Dunia Ilusi.


“Teknik ilusi?!” Fu Rong melihat ada sepuluh Heilong berdiri di hadapannya. Akan tetapi, ia sama sekali tak terlihat kebingungan. “Sebagai sama-sama pengguna kekuatan Dao Ruang, kau seharusnya sadar bahwa teknik ilusi adalah pengembangan dari kekuatan Dao Ruang. Jadi, teknik Ilusi sama sekali tidak ada berguna dihadapan kultivator yang mampu memahami misteri Dao Ruang.”


Fu Rong kembali mengayunkan pedang yang ada di tangannya dan satu per satu ilusi yang dibuat Heilong langsung menghilang saat bersentuhan dengan kekuatan Dao Ruang yang ada di bilah pedang milik Fu Rong.

__ADS_1


Saat ini, Fu Rong sudah berdiri tepat di depan sosok Heilong yang asli sambil mengarahkan ujung pedang milikinya ke leher Heilong. Ia bagaikan seorang Dewa Kematian yang siap mencabut nyawa Heilong kapanpun ia mau.


__ADS_2