LDP S3 : Permata Dunia Bawah

LDP S3 : Permata Dunia Bawah
Ch. 43 — Serpihan Ingatan.


__ADS_3

Akan tetapi, liontin kalung yang melekat di leher Fu Rong tiba-tiba bergetar dan membuat pergerakan Fu Rong terhenti.


Fu Rong dapat merasakan jika liontin kalung miliknya ini ingin menyeret jiwanya pergi ke suatu tempat. Dan, kehendak yang dimiliki liontin ini juga sangat kuat hingga ia sama sekali tak mampu melakukan perlawanan.


Fu Rong hanya bisa pasrah saat kehendak dari liontin ini membawa jiwanya meninggalkan tubuhnya.


Melihat Fu Rong yang tertegun tanpa alasan, Heilong segera membuat retakan dimensi dan keluar dari kamar ini. Ia tak peduli kemana retakan dimensi ini akan membawanya. Sebab, ia hanya berpikir untuk menyelamatkan diri dari amukan Fu Rong. Lagipula, Fu Rong juga tak akan mungkin membiarkan apa yang telah terjadi di kamarnya hari ini diketahui oleh orang lain kecuali ia ingin nama baiknya rusak. Jadi, asalkan Ia bisa melarikan diri dari tempat ini maka nyawanya pasti akan selamat.


Saat ini, Jiwa Fu Rong sudah berada di dalam sebuah dimensi yang dipenuhi dengan ingatan masa lalu seseorang.


Semua ingatan-ingatan itu tersimpan dengan rapi di dalam sebuah cermin yang jumlahnya hampir mencapai ribuan. Bisa dibayangkan berapa lama usia pemilik ingatan ini hingga mampu meninggalkan pecahan ingatan sebanyak ini.


Ia penasaran dengan sosok pemilik dari semua ingatan yang ada di tempat ini. Lagipula ia juga dapat merasakan hubungan khusus antara dirinya dengan pemilik ingatan ini.


Dan, yang lebih mengejutkan lagi adalah sosok yang diperlihatkan oleh beberapa cermin yang ada di tempat ini memiliki wajah yang sangat mirip dengan dirinya. Apakah ini hanyalah sebuah kebetulan?


“Akhirnya kau tiba juga di tempat ini! Aku sudah lama menunggu kedatanganmu agar aku bisa membimbingmu keluar dari jalur Iblis.”


Suara yang terdengar begitu lembut dan memancar aura keagungan tersendiri tiba-tiba bergema di sekitar Fu Rong. Entah kenapa Fu Rong merasa begitu akrab dengan suara ini seolah-olah suara ini mampu menghangatkan jiwanya yang kesepian.


“Siapa kau? Kenapa kau tindak menunjukkan sosokmu! Jika kau memang benar menantikan kehadiranku maka kau seharusnya datang menemui saat aku tiba di tempat ini.” Fu Rong terus melihat sekitar mencari sosok pemilik dari suara ini.


“Aku selalu berada di dekatmu dan mengetahui semua kesedihan yang kau alami. Rasa kesepian tak berujung yang selalu datang menyelimuti hatimu saat hujan turun menyapa bumi, aku juga merasakan rasa sakit yang sama karena kau sebenarnya adalah aku.”


Liontin yang selalu melekat di lehernya selama ini, tiba-tiba muncul di hadapannya dan mengeluarkan cahaya yang dapat menyatukan semua ingatan yang ada di tempat ini menjadi sebuah cermin yang sangat besar hingga memiliki ukuran yang setara dengan jarak antara langit dan bumi.


Sosok wanita yang sangat anggun dan memancar aura cahaya yang begitu hangat namun memiliki nuansa yang sangat menyejukkan, keluar dari cermin itu dan menyapa Fu Rong.

__ADS_1


Fu Rong tertegun saat melihat wajah wanita yang ada di hadapannya karena wajah itu memang benar-benar mirip dengannya.


Sebuah wajah yang begitu cantik hingga membawa bencana tak berujung bagi pemiliknya.


Terkadang, Fu Rong juga mengutuk langit karena memberinya wajah yang secantik ini saat rasa kesepian dan kesunyian kembali menghantui dirinya.


Andai saja ia memiliki wajah yang biasa-biasa saja, mungkin ia bisa hidup dengan normal dan tak perlu berada dalam pengasingan selama ratusan tahun.


Hidup sendiri di Bintang Kelahiran Iblis dan selalu menyembunyikan dirinya dari tatapan semua orang adalah kehidupan yang selama ini harus dia jalani. Sebab, kecantikan yang ia miliki tidak hanya mampu menggoda batin para pria. Bahkan, wanita pun akan merasa iri dan berbalik membencinya jika melihat wajah cantik Fu Rong yang menentang alam semesta.


Tanpa sadar, air mata mulai menetes saat tangannya menyentuh wajah sosok wanita yang ada di depannya. Ia seolah-olah ingin berbagi kesedihan dengan wanita ini.


“Tenangkan dirimu dan hapus air matamu.” Sosok wanita itu lalu menghapus air mata Fu Rong dengan tangannya. “Yakin'lah bahwa sejak kau bertemu denganku maka penderita yang kau alami akan segera berakhir. Rasa kesepian dan penantian tak berujung yang sering kau alami juga akan segera menemukan jalannya.”


“Kenapa kau bisa begitu yakin?” Fu Rong yang telah menenangkan emosinya, tampaknya tak bisa begitu saja percaya dengan ucapan wanita yang ada di hadapannya.


“Karena kunci untuk membuka segel yang ada di dalam liontin ini adalah cinta di masa lalu. Sejak kau berhasil masuk ke dimensi ingatanku ini, itu artinya seseorang yang akan membawamu pergi dari jurang kesepian dan kesunyian telah tiba.”


“Jika tak keberatan, bisakah kau mengatakan siapa namamu dan darimana asalmu? Lalu kenapa kita ber-dua bisa memiliki wajah yang sangat mirip?”


Fu Rong sebenarnya memiliki tebakan yang sedikit menyimpang dari indentitas sosok wanita yang ada di depannya. Ia merasa bahwa wanita ini sebenarnya ada seorang anak yang dimiliki Ayahnya dari wanita lain dan selama ini keberadaannya selalu disembunyikan oleh Ayahnya.


“Sudah aku katakan sebelumnya bahwa kau adalah aku karena kau adalah salah satu dari wujud reinkarnasiku. Dari ke-dua belas reinkarnasi yang aku miliki, hanya kau'lah yang miliki wajah yang sangat mirip denganku. Karena itu, aku juga bisa merasakan beban berat yang kau alami karena memiliki wajah itu. Dan … Identitas asliku adalah Dewi Xi Shi wanita tercantik di Alam Dewa.”


Fu Rong memang tidak meragukan ucapan wanita itu tentang wajah mereka yang begitu mirip hingga seolah-olah melihat bayangan di depan sebuah cermin. Akan tetapi, mengenai reinkarnasi, Fu Rong masih memerlukan bukti yang cukup kuat untuk dapat percaya.


Menanggapi keraguan Fu Rong yang terlihat jelas dari tatapan matanya, Dewi Xi Shi lalu menggunakan kekuatan untuk memecahkan kembali cermin besar yang saat ini berada di belakangnya menjadi serpihan-serpihan ingatan.

__ADS_1


Semua serpihan ingatan itu langsung mengelilingi Fu Rong dan memperlihatkan semua kejadian yang pernah dialami Dewi Xi Shi selama hidupnya. Termasuk pengkhianatan seorang Dewa yang bernama Zero hingga membuat dirinya harus jatuh ke dalam lingkaran reinkarnasi bersama dengan Li Xuan.


Namun, proses reinkarnasi yang dialami dirinya dengan Li Xuan lebih tragis daripada makhluk hidup pada umumnya karena roh mereka ber-dua telah terpecah menjadi beberapa bagian saat proses reinkarnasi sedang berlangsung. Akibat serangan diam-diam yang dilakukan Zero atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dark Etheroz, Raja Iblis dunia manusia yang mati di tangan Heilong beberapa tahun yang lalu.


Fu Rong akhirnya mengetahui sumber dari semua rasa sakit yang selama ini menghantui batinnya setelah melihat seluruh ingatan yang dimiliki Dewi Xi Shi. Ia juga mengkonfirmasi bahwa semua yang dikatakan Dewi Xi Shi adalah benar adanya termasuk soal reinkarnasi.


“Aku memang salah satu wujud dari reinkarnasimu. Namun, aku bukanlah kau.”


Apa yang dikatakan Fu Rong tidak sepenuhnya salah karena saat ia terlahir ke dunia ini, ia sama sekali tidak membawa ingatan Dewi Xi Shi. Itu artinya Fu Rong telah menjadi eksistensi yang mandiri dan mengembangkan ingatan serta perasaannya sendiri.


Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa perasaan kuat yang dimiliki Dewi Xi Shi terdapat Dewa Li Xuan telah mempengaruhi perasaannya selama ini hingga membuatnya sering merasa kesepian tanpa sebab.


Kesepian, kesendirian, kesunyian dan penantian tanpa akhir adalah beban berat yang selalu menghantui batin Fu Rong.


“Aku sama sekali tidak pernah menginginkan kau menjadi diriku karena aku tahu bahwa kau telah mengembangkan ingatan dan perasaanmu sendiri. Lagipula sudah sangat terlambat bagiku untuk menyatukan kembali semua wujud reinkarnasi kembali karena ada wujud reinkarnasiku yang telah menghilang dari Dunia ini.”


Ucapan Dewi Xi Shi sebenarnya mengarah pada Shen Yu yang memilih mengakhiri hidupnya sendiri saat mengetahui Long Bai telah meninggal. Sebab, ia juga menolak kenyataan jika jiwa Long Bai telah menyatu kembali dengan Heilong yang merupakan reinkarnasi utama Dewa Li Xuan.


“Lalu kenapa kau mendatangiku dan menunjukkan semua ingatanmu padaku?” lanjut Fu Rong bertanya dengan tatapan yang terlihat begitu penasaran.


“Aku hanya tidak ingin kamu mengambil langkah yang salah dengan menghilangkan satu-satunya kunci untuk mengusir kesepianmu. Jika sampai dia mati maka kau akan selamanya berada di jalur Iblis dan akan semakin dalam tenggelam dalam jurang kesepian. Ingatlah ucapan ini!”


Setelah sosok ini menjelaskan semuanya pada Fu Rong, seluruh dimensi ingatan ini tiba-tiba menjadi kabur dan akhirnya menghilang.


Fu Rong juga kembali ke Dunia Nyata dan sama sekali tak menemukan jejak Heilong di kamar ini.


Satu-satunya yang bisa ia rasakan adalah adanya jejak fluktuasi Dao Ruang dari sebuah celah dimensi yang telah menutup beberapa jam yang lalu.

__ADS_1


“Kunci untuk mengusir kesepian. Aku akan mengingat itu! Terimakasih diriku di masa lalu.” Fu Rong akhirnya dapat tersenyum lepas setelah beberapa ratus tahun tenggelam dalam kesedihan.


Ia pun segera mengenakan pakaian dan pergi ke taman. Sebab, ia teringat jika telah memerintahkan seorang pelayan untuk membuatkan teh di sana.


__ADS_2