
Serangan cambuk yang dilepaskan Liu Gong dan berhasil mengenai punggung Heilong, sebenarnya sama sekali tidak akan mampu mempengaruhi jalannya duel ini. Sebab, Heilong sebenarnya bisa dengan mudah menyembuhkan luka itu dengan teknik penyembuhan elemen air miliknya.
Lagipula luka itu hanya berupa luka goresan yang tidak seberapa dalam. Bagaimana mungkin sebuah tubuh yang telah diperkuat oleh cangkang kura-kura emas milik Divine Beast Genbu bisa dilukai dengan semudah itu?
Ya! Apa yang dilakukan Heilong sebenarnya hanyalah sebuah akting dengan berpura-pura terluka untuk membuat kewaspadaan musuhnya semakin berkurang.
Heilong sebenarnya tidak ingin terlalu menguras tenaga untuk membunuh Liu Gong. Sebab, para murid elit klan Iblis yang harus ia bunuh masih banyak.
Dengan tubuh yang masih terluka dipunggung, Heilong segera berdiri dan melesat menyerang Li Gong dengan tinju yang diselimuti Qi api yang sangat kuat.
...“Tinju Api Unicorn.”...
Sejak menunjukkan api unicorn di hadapan Liu Gong, maka Heilong sudah membulatkan tekad untuk tidak membiarkan Liu Gong meninggalkan tempat ini hidup-hidup. Sebab, Qi cahaya yang ada di dalam api ini bisa menghancurkan penyamarannya jika dia berhadapan dengan Iblis yang memiliki penglihatan yang cukup teliti.
Tinju Api Unicorn melesat lurus ke arah Liu Gong bagaikan sebuah komet dan melesat di antara kegelapan. Qi Api yang ada di sekitar tinju unicorn juga langsung merubah apapun yang dilewatinya menjadi abu.
Boom ...
Liu Gong tak dapat menahan tekanan dari serangan tinju api yang begitu kuat dan akhirnya terpental cukup jauh.
Ke-dua tangan Liu Gong dipenuhi luka bakar yang cukup parah dan membuatnya sangat kesakitan saat ia bergerak.
Namun, yang membuat Liu Gong menjadi semakin aneh adalah Qi api yang ada di dalam tinju yang baru dilepaskan oleh musuhnya ternyata mampu menekan kekuatan hawa iblis yang ada di dalam tubuhnya walaupun hanya untuk sesaat.
“Hebat sekali kekuatan tinju api milikmu! Selama ini belum ada yang berani melukai hingga separah ini. Bukan karena mereka semua tak memiliki kekuatan, tapi tubuhku telat dianugerahi oleh Raja Iblis Liu dengan kemampuan penyembuhan yang sangat kuat.”
Liu Gong semakin tertantang untuk membunuh Heilong karena ia belum pernah bertarung melawan musuh sekuat ini. Namun, ia juga memerlukan sedikit waktu untuk menyembuhkan ke-dua tangannya. Jadi, ia berniat untuk mengulur waktu selama mungkin.
__ADS_1
“Aku tidak akan mengampuni nyawamu meskipun kau menyanjungku sebanyak seribu kali. Jadi, simpan saja kata-katamu karena aku sangat membenci seorang penjilat.
Heilong kembali memusatkan pikirkan dan api unicorn yang tadinya ada di tangan kanannya seketika berubah menjadi gumpalan Qi es yang sangat kuat.
...“Sembilan Rantai Pembeku Es.”...
Sembilan rantai es yang dapat membekukan benda apapun disekitarnya, seketika muncul dan langsung bergerak menyerang Liu Gong.
Liu Gong yang masih dalam keadaan terluka parah hanya bisa terdiam saat kedelapan rantai es itu menjerat tubuhnya dan membekukan pergerakannya.
Namun, ada yang aneh pada diri Liu Gong karena ia tak terlihat takut sedikitpun walaupun tubuhnya mulai dibekukan oleh ke-delapan rantai rantai es ini. Heilong malah melihat Liu Gong sempat tersenyum remeh sesaat sebelum ke-delapan rantai es miliknya menjerat tubuh Liu Gong.
“Sudah kukatakan sebelumnya bahwa tubuhku ini telah dianugerahi dengan kekuatan penyembuhan sangat kuat oleh Raja Iblis Liu. Apakah kau meremehkan sebuah anugerah yang telah diberikan langsung oleh seorang Raja Iblis?”
Semua luka bakar yang ada di ke-dua tangan Liu Gong, saat ini telah berhasil sembuh dan menghilang. Heilong hanya bisa bergumam dalam hati karena terkejut. "Seberapa kuat teknik penyembuhan yang dimiliki oleh Raja Iblis Liu?”
Jika anugrah teknik penyembuhan yang diberikan kepada salah satu murid elit Klannya saja sudah sekuat ini, lalu bagaimana dengan kekuatan penyembuhan pemilik asli teknik ini? Tidak mungkin kan seorang pemberi kekuatan akan jauh lebih lemah dari seorang penerima kekuatan?
Secara perlahan, ukuran tubuh Liu Gong menjadi semakin membesar hingga menjadi seorang Iblis raksasa setinggi sepuluh meter. Apakah ini adalah wujud asli Liu Gong?
Saat Liu Gong menghentakkan kakinya ke atas permukaan tanah, gempa bumi yang sangat dahsyat langsung muncul dan menggetarkan wilayah Dunia Surga Kegelapan hingga radius lima puluh kilometer. Untungnya dunia kecil ini cukup luas jadi sampai saat ini belum ada Klan Iblis lain yang datang untuk memberi bantuan pada Liu Gong.
Semua rantai es yang sempat membelenggu tubuh Liu Gong, saat ini telah hancur dan berubah menjadi serpihan es akibat perubahan ukuran tubuh Liu Gong yang berada diluar batas kewajaran.
Liu Gong lalu mengibaskan tangannya ke arah Heilong dan hembusan angin yang kuat tiba-tiba muncul dan membuat Heilong sedikit terdorong ke belakang.
Heilong sebenarnya sempat mencoba menghindari serangan hembusan angin yang dibuat Liu Gong, namun ia mengurungkan niatnya karena hembusan angin itu terlihat biasa saja dan sama sekali tak mengancam nyawanya.
__ADS_1
“Kekuatan fisik yang sangat kuat! Sepertinya, aku tidak akan bisa membunuhnya jika aku terus bertarung dengan tangan kosong.” pikir Heilong menatap dingin ke arah Liu Gong yang telah berubah menjadi seorang Iblis raksasa.
Heilong lalu mengeluarkan Pedang Surga Dao untuk pertama kalinya dalam sebuah pertarungan dan langsung menebaskannya ke arah Liu Gong.
...“Pedang Membelah Bumi.”...
Liu Gong juga segera mengibaskan cambuk yang ada di tangannya untuk menghalau serangan Heilong.
...“Cambuk Dewa Neraka.”...
Boom ...
Serangan pedang dan serangan cambuk yang begitu dahsyat saling bertabrakan di udara dan menghasilkan suara ledakan seperti petir yang mengamuk.
Heilong mengenggam Pedang Surga Dao dengan ke-dua tangannya agar tidak terlepas. Bagaimana juga menghadapi tekanan kekuatan fisik seorang raksasa bukanlah hal yang mudah. Apalagi sosok raksasa itu adalah seorang iblis yang terbakar amarah.
Kekuatan fisik yang dimiliki ke-duanya ternyata seimbang dan membuat mereka ber-dua sama-sama tersungkur ke arah yang berlawanan. Bahkan, Heilong sepertinya sedikit lebih kuat karena Liu Gong tersungkur dengan jarak yang lebih jauh daripada Heilong.
Heilong segera memegang kembali Pedang Surga Dao dengan erat dan langsung melesat dengan jurus langkah bayangan kegelapan.
Kesempatan terbaik untuk membunuh seorang musuh tidak akan mungkin datang untuk ke-dua kalinya dan hal itu sudah menjadi prinsip bagi semua kultivator saat menghadapi sebuah pertarungan. Karena itu, Heilong tidak ingin kehilangan kesempatan sebaik ini.
Pengaruh Dao Waktu yang digunakan Heilong dalam teknik gerakannya membuat pergerakannya semakin cepat dan tak mudah ditebak.
Saat ini, Heilong memang tak memiliki cadangan kekuatan Dao Waktu yang cukup untuk menghentikan aliran waktu. Namun, memperlambat aliran waktu adalah hal yang mudah baginya.
Tidak ada satupun gerakan serangan pedang Heilong yang sia-sia. Semua serangan pedang yang ia lakukan mampu menebus tubuh Liu Gong tanpa ada perlawanan.
__ADS_1
Liu Gong semakin terdesak saat serangan pedang yang dilakukan Heilong terus menghujani tubuhnya tanpa ampun. Saat ini, ia memang miliki kekuatan fisik dan penyembuhan yang kuat. Namun, jika terus diserang seperti ini maka dirinya tidak akan mungkin bisa terus bertahan.
Liu Gong yang sudah putus asa akhirnya membulat tekad untuk melakukan serangan terakhir yang selama ini belum pernah ia lakukan. Sebab, setelah menggunakan teknik terlarang ini maka tidak akan pernah ada kesempatan ke-dua untuk kembali menggunakannya.